Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Jenang Sagu


__ADS_3

1 Bulan berlalu, Rumah Leah dan Sandy di Jakarta di tinggali oleh beberapa anak Yatim Piatu dan beberapa perawat juga di sana, dengan persetujuan Sandy juga tentunya, karena rumah itu akan kosong jika Leah tidak pulang, Sandy akan menetap di Jepang dengan Sindi, dan Leah juga akan mengukuti kemanapun Suaminya pergi. Usul Ruchan waktu itu membuat Leah bangga memiliki suami seperti Ruchan. Kini, hari ini puasa sudah memasuki hari ke 14 , Ruchan dan Leah sudah berada di Jogja sejak awal Ramadhan.


Leah sangat menikmati suasana Ramadhan di Jogja, banyak anak anak yang akan mengaji sore hari di Pesantren, Vina juga harus masak banyak untuk menyiapkan buakaan untuk semua santri dan santriwati, serta sering ada warga yang ikut buka puasa di Pesantren.


Sore itu, ketika Leah ingin masak tiba tiba Ruchan memeluknya dari belakang.


"Hari ini buat jenang sagu gak? " Bisik Ruchan.


"Beli aja ya Bi, bahannya kan habis, dan Mbak Vina bilang, hari ini dia mau bikin kolek, mau? " Tanya Leah.


"Gak ah, tiba tiba Abi pengen aja jenang sagu, kalau gitu ntar Abi beli aja ya, Mama mau gak? " Kata Ruchan.


"Mau dong kalau di beliin, tapi gak usah beli gorengan ya, hari ini Mama bikin pisang goreng sama mendoan kesukaan Abi" Kata Leah.


"Asik, ya udah Abi keluar dulu ya, mau beli Alkitab Iqro' buat santri madrasah TK, lagi puasa gak boleh cium dong, ya udah salim aja ya " Kata Ruchan.


"Abi ini, hati hati ya Bi, sayang dulu dong Ais nya " Kata Leah.


"Iya sayang, dah Ais, Assallamualaikum Mama ,Ais " Salam Ruchan.


"Wa'alaikum sallam, hati hati Bi " Teriak Leah.


"Iya Ma" Jawab Ruchan.


Dada Leah seperti sesak nafas, dan hati Leah tidak tenang saat kepergian Ruchan, Leah berusaha tenang dan berdoa untuk keselamatan Ruchan.

__ADS_1


Setengah Jam berlalu, anak anak luar Pesantren dan para santri sudah berlomba lomba tadarusan, hati Leah seketika tenang mendengar mereka membaca ayat ayat sucu Al-qur'an. Waktu Leah bermain dengan Ais, pesan masuk di hp Leah berbunyi.


"Dari Abi? "Kata Leah.


"Ma, Abi kecelakaan, jangan panik ok!? Abi gak papa, cuma kakinya kyaknya butuh di balut deh, jangan panik ya, Abi segera pulang "


Dengan panik, Leah langsung menelfon Ruchan.


"Assallamualaikum Abi, bagaimana Abi? Abi sekarang diamana? Mama jemput ya? Keadaan Abi juga gimana?, jawab dong Bi " Kata Leah gelisah.


"Sudah di bilang jangan panik, Abi gak papa, cuma tadi jatuh doang, ada anak kecil nyebrang sembarangan, Jenang sagu Abi jadi pecah deh, kita gak bisa makan jenang sagu hari ini "


"Apa sih Abi, Mama panik mikirin Abi, Abi malah bahas jenang sagu yang pecah, sekarang bilang Abi ada di mana? umi jemput !!! jangan ngeyel !! " Kata Leah.


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam, Abi, kok. bisa. gini sih, di gibs pula, Abi gak mau ikut Lebaran ya? " Kesal Leah.


"Koyo cah cilik (Kayak anak kecil) " Ledek Farhan.


"Ustad Farhan puasa? tolong diem ya, tolong nitip Ais, aku akan bicara 4 mata dengan Abinya Ais " Kata Leah dengan nada datar.


"Oh, silahkan ambil Ruchan, aku akan main dengan Ais, assallamualaikum " Kata Ruchan langsung membawa Ais di ruang keluarga.


Leah memapah Ruchan ke kamar, tatapan Leah yang dingin membuat Ruchan takut, takut nanti malam gak di kasih, karena kaki Ruchan juga sedang sakit.

__ADS_1


Sampai di kamar, Leah mengunci kamar rapat rapat.


"Emm itu, jenang sagu Abi" Kata Ruchan.


"Abiiiiii, jenang sagu, jenag sagu lagi, lihat kaki Abi kayak gitu, masih saja mikirin jenang sagu, stop ok " Kesal Leah.


"Gak gitu Ma, tapi Abi emang lagi pengen jenang sagu " Kata Ruchan.


"Abi, jangan bikin puasa Mama batal ya " Kata Leah.


" Mana ada" Jawab Ruchan.


"Tunggu dan istirahat di sini, sampai waktunya buka nanti, Abi gak boleh keluar, awas !!" Kata Leah.


"Tapi jenang sagu nya.. " Kata Ruchan.


"Abi, nurut " Kata Leah.


"A'udzubillah himinasyaitan nirrojim bissmillahirrahmanirrahim, iya Ma, Abi nurut " Kata Ruchan.


"Abi fikir Mama ini setan? " Kata Leah dengan wajah yang benar benar sudah emosi.


"Enggak kok, Abi mau baca Alkitab ini hehe " Kata Ruchan.


Leah keluar dari kamar, terlihat Aisyah tengah tidur, dan Farhan pamit mau pulang ke Pesantren karena sore ini akan mengikuti tadarusan di masjid. Lalu Leah membuatkan Ruchan jenang sagu yang dari tadi ia inginkan.

__ADS_1


__ADS_2