Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Perhatian Ruchan.


__ADS_3

Siang berganti sore, dan sore pun berganti malam.


Selesai sholat Isyak di mushola perempuan, Leah memang sengaja membawa Ais dan Akbar kesana juga, agar ada yang bisa bantu mengurusnya ketika Leah sedang sholat.


Tanpa Leah sadar jika Ruchan sudah pulang saat sebelum masuk waktu isyak. Sebelumnya, melihat tidak ada di rumah, pikir Ruchan, Leah pasti ada di rumah Kakaknya. Ternyata dugaannya salah, Leah malah pergi ke aula santri putri.


Ruchan pun berniat untuk menjemput Leah dan anak anak pulang, ia berjalan di lorong aula putri, namun langkahnya terhenti saat ia sudah melihat Leha di temani beberapa santri keluar dari aula santri putri.


"Assallamualaikum Ustad. " Salam beberapa Santri itu.


"Wa'alaikum sallam, kalian mengantar istri saya ya? " Tanya Ruchan.


"Njih Ustad " Kata Santri itu.


"Eem Ma sini Akbar biar Abi gendong" Kata Ruchan, Ia berfikir jika dirinya menggendong Ais, ia akan bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrimnya, jadi ia mengambil Akbar yang sedang di gendong Leah.


Leah pun menggendong Ais yang sudah tertidur di gendongan salah satu santri itu dengan hati hati, karena Ais tipe anak yang sudah tidur, jika terbangun akan sulit membuatnya tidur lagi.


"Kita permisi dulu ya, Assallamualaikum " Salam Ruchan.


"Wa'alaikum sallam"


Saat beberapa langkah Ruchan menghentikan langkahnya, untuk bertukar membopongnya.


"Gantian ya, Ais kan tidur, badanya jadi lebih antep, Mama gendong Akbar aja yang masih 3.5 kiloan" Kata Ruchan.


"Baru mau bilang gitu hehe, gak papa lah Abi, dari tadi Ais udah jadi no dua, gantian dulu ya Kak Abar. Kakak di gendong Abi Ruchan dulu, ok" Kata Leah mencium Akbar.


"Ya udah deh kalau gitu, nanti kalau udah capek giliran ya, bilang aja" Kata Ruchan.


"Iya Bi" Jawab Leah.

__ADS_1


Santriwati yang masih di belakangnya pun merasa iri pada hubungan mereka. Memang mereka tak mengumbar kemesraan, namun keluarga Ruchan dan Leah terlihat harmonis.


"Pasti Ustad Ruchan itu orangnya romantis, lihat aja perlakuannya ke Mbak Leah, denger denger nih..... " Kata Salah satu santri tersebut.


"Huussh hibah tri," Kata santri yang lainnya.


"Tapi mereka itu ndak pernah lho umbar kemesraan" Kata Santri yang di sebut Tri itu.


"Kan dalam Islan gitu, kemesraan yang berlebihan itu ndak boleh di umbar umbar, tapi aku mengidolakan Ustad Ruchan lho" Kata santri yang lain.


"Opo kamu ini, mengidolakan yo sama baginda rosul, mengaggumi maksudmu" Kata santri bernama Tri itu.


"Udah udah, buruan kita kembali, sudah malam ki, kita juga harus ikut tadarusan" Kata Santri yang lain.


✳✳✳✳✳


Di Jepang, Sandy merasa sangat kesepian, ia masih teringat akan kenangan bersama Sindi. Ia pun memilih untuk ambil sift malam, dan menyuruh orang untuk mendekorasi ulang rumah, agar ada suasana baru.


"Assallamualaikum Kak, ada apa? " Tanya Leah.


"Udah kok, ini besok mau Leah bawa ke bidan" Kata Leah.


"Kenapa Akbar, apa dia sakit? " Tanya Sandy panik.


"Gak kok Kak, Akbar besok imunisasi, dan Leah juga mau cek kandungan, gak usah panik gitu napa?, dah ah, Leah mau istirahat dulu, besok lagi aja telfonnya" Kata Leah.


"Gak kangen sama Kakak Le? " Tanya Sandy.


"Gak !! Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam, ih gini amat punya Adek, kan dia satu satunya keluarga yang aku miliki, jangan jangan Akbar entar di hasut lagi kalau aku bukan bapaknya, oo gak tak transferi nanti, besok besar langsung aku ambil hahahahahaha" Gurau Sandy.

__ADS_1


Malam di rumah Ruchan.


Ruchan menidurkan Ais dengan hati hati, begitupun dengan Akbar, perlahan Ruchan dan Leah keluar dari kamar Ais dan Akbar yang hanya di batasi dengan kelambu di kamar Leah.


Leah mengganti bajunya dan pergi ke kamar tidur, malam ini dia ingin tidur cepat, agar besok pagi tidak kesiangan untuk membuat sarapan untuk Ruchan dan anak anak.


"Ma, capek ya?, sini Abi pijitin? " Tanya Ruchan.


"Gak usah Abi, ini kan udah kwajibannya istri dan seorang ibu, this ok wae Bi" Kata Leah.


"Sini dong deketan" Kata Ruchan.


"Ada apa ini, membelai belai? Abi udah gak canggung lagi sama Mama? " Tanya Leah.


"Emm jadi gak malam ini?, tapi Mama kecapekan kan? Abi pijitin aja yaa" Tanya Ruchan


"Abii yakin mau? " Tanya Leah.


Ruchan hanya tersenyum dan memeluk Leah, ia tak ingin membuat Leah capek lagi, hasrat itu harus ia tahan dulu, sampai Leah terbiasa akan situasi ini.


"Bi, besok antar Mama ke bidan ya? Abi ada ngajar gak? " Tanya Leah.


"Ngajar sih ada, tapi setelah ba'da dzuhur, Mama kenapa? sakit? " Tanya Ruchan.


"Cuma mau cek kandungan aja, sama imunisasi Akbar"" Kata Leah.


"Mau Usg sekalian gak? lihat aja perkembangannya, bukannya Mama beberapa bulan lalu baru keguguran ya? " Tanya Ruchan.


"Abi ingat? " Tanya Leah.


"Sedikit sih, udah yuk tidur, sini boboknya Abi peluk ya" Kata Ruchan.

__ADS_1


Malam itu, Abi memeluk Leah dalam tidurnya, Leah merasa nyaman dan tentram, rasa capeknya hilang ketika Ruchan sangat perhatian kepadanya. Namun ada hal yang mengganjal di fikiran Leah. 5 bulan lgi Akbar baru 6 bulan, dan Ais baru 13 bulan, dan dirinya akan ada baby lagi. Apakah bisa merawat 3 bayi sekaligus, Leah berencana untuk menyewa tenaga baby siter, namun keuangan Leah sedang dalam masalah. Tidur Leah pun tak tenang, hingga terdengar Ruchan bersholawat untuk dirinya.


Leah terkejut, ternyata suaminya belum juga tidur, mendengar Ruchan bersholawat membuat hati Leah damai kembali, ia terlelap secara perlahan dan zzzzzzzzzzzzz


__ADS_2