Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Kemajuan


__ADS_3

1 minggu sudah Leah mondar mandir ke rumah sakit, dan Ruchan belim juga ada kemajuan, masih koma dan belum ada tanda tanda akan sadar, di rumah Ais juga rewel, demam tinggi, membuat Leah semakin sedih.


Subuh ini, Leah tertidur ketika bersujud, ia bermimpi melihat Ruchan tersenyum cerah kepadanya, Leah pun memanggil Ruchan sangat keras.


"ABI "Teriak Leah.


"Assallamualaikum, Maaf kamu siapa ya? " Tanya Ruchan di mimpi itu.


"Aku Leah Bi, istrimu " Kata Leah dengan menangis.


Ruchan tersenyum manis, mulai melangkah menjauh, dan semakin menjauh, Leah terus saja meneriakki Ruchan dan sampai terbangun dalam sujudnya.


"Astaghfirulloh hal'adzim, mimpi apa aku? Ais? jika ada hal buruk Ais mesti nangis, tapi Ais anteng anteng aja, bahkan tersenyum dalam tidurnya " Kata Leah.


Di sisi lain, Arifin dan Farhan yang sedang menunggu Ruchan kaget mendengar Ruchan memanggil nama Aisyah.


"Ais, Ais Abi ikut nak, Abi ingin main sama Ais" Kata Ruchan lirih.


"Han, bangun, Ruchan sadar" Kata Arifin.


"Mana ada? dia masih tidur gitu" Kata Farhan yang masih mengantuk.


"Ais, Ais anak Abi" Ujar Ruchan.


"Panggil suster Han, cepat" Suruh Arifin.

__ADS_1


"Pencet kui tombole" Kata Farhan yang ikut panik.


Tidak lama setelah Farhan memencet bel, para suster datang begerombolan, Farhan dan Arifin pun di suruh keluar dahulu, ternyata di luar sudah ada Sandy dan Rio.


"Lho Mas Sandi sama Dokter Rio ya, kok sudah sampai sini aja" Tanya Farhan.


"Iya, baru aja nyampai, bagaimana keadaan Ruchan, dan kenapa para suster masuk? " Tanya Sandy.


"Anu Mas, anu " Kata Farhan bingung.


"Ck itu tadi si Ruchan sadar, cuma teriak manggil Ais, kalau gitu kita tak subuhan dulu ya Mas, dah mepet soalnya waktunya, rugi " Kata Arifin.


"Leah udah tau? " Tanya Sandy.


"Belum Mas, kalau malam kita yang jaga, ntar siang baru Leah, Assallamualaikum " Kata Arifin.


"Wa'alaikum sallam. "


Ketika Sandy akan duduk, Dokter yang menangani Ruchan masuk dengan terburu buru, tak lama kemudian Dokter itu keluar bersama suster.


"Keluarga pasien Ruchan? " Tanya Dokter.


"Iya, saya Kakaknya" Kata Sandy.


"Bisa ikut saya? ada hal yang ingin saya katakan" Kata Dokter.

__ADS_1


"Baik dok, kamu tunggu di sini ya" Kata Sandy menyuruh Rio.


Sandy mengikuti Dokter keruangannya.


"Bagaimana Dok keadaan Adik saya? apa ada kemajuan? " Tanya Sandy.


"Alhamdulillah, berkat doa keluarga Allah memberi harapan baru untuk Pak Ruchan, namun... " Kata Dokter


"Namun apa dok? ada komplikasi? " Tanya Sandy.


"Kemungkinan Pak Ruchan akan sulit untu mengingat hal hal yang pernah terjadi di kehidupannya, entah itu denga. pendidikannya? istri dan keluarganya? kita tunggu saja perkembangannya! " Kata Dokter.


"Astaghfirullah hal'adzim, kasihan sekali kamu Ruchan, Leah pasti akan sedih" Kata Sandy.


Di sisi lain, Farhan menghubungi Leah, dan memberinya kabar, kalau Ruchan sudah sadar, dan akan di pindahkan di tempat rawat inap.


"Assallamualaikum Le, ini aku Farhan, alhamdulillah berkat doa kita, Gusti Allah masih memberi Ruchan kumpul sama kota, dia udah sadar dan di pindah di ruang inap"


"Wa'alaikum sallam, Alhamdulillah Ustad, lalu bagaimana keadaan Mas Ruchan sekarang? " Tanya Leah.


"Sudah mendingan kok, ada kemajuan, kalau bisa kamu kesini, ini Mas Sandy dan Dokter Rio juga datang"


"Kak Sandy? ya udah aku tak siap siap dulu, dan nganterin Ais ke Ita"


" Ok aku tunggu Assallamualaikum "

__ADS_1


"Wa'alaikum sallam"


Leah sangat bahagia mendengar kabar bahagia dari Farhan, walaupun tidak tau Ruchan akan mengingatnya atau enggak, karena yang ia ingat hanya Aisyah dan Orang tua kandungnya saja.


__ADS_2