
Leah mulai membuka mata, ia berada di IGD.
"Assallamualaikum suster, suami saya mana ya? tadi di bawa bareng saya kan? dan siapa yang membawa kami ke sini? " Tanya Leah kepada suster yang berada di sampingnya.
"Wa'alaikum sallam, sebenarnya saya gak boleh ngomong ini dulu, tapi melihat kondisi Ibu, suami Ibu masih ada di ICU " Kata Suster.
"Dia kenapa sus, kenapa di ICU? " Tanya Leah panik.
"Suami ibu mengalami pendarahan di otaknya, dan Ibu istirahat dulu ya, kondisi Ibu masih lemah, dan butuh istirahat yang cukup, agar janin yang ada Ibu kandung stabil, karena Ibu yang pikirannya kacau akan membuat janin dalam bahaya Ibu" Kata Suster.
"Apa Sus? saya hamil? "Tanya Leah.
"Iya Ibu, usianya sudah memasukki 6 minggu, selamat ya, saya tinggal dulu " Kata Suster.
Leah bingung, ia harus bagaimana, disisi lain ia bahagia atas kehamilannya, di sisi lain, suaminya sedang terbaring di ICU. Leah menangis, marah, kesal, ia merasa selama hidup nya selalu di permainkan oleh takdir.
Drt,,, drtt,, drt hp Leah bergetar, telfon dari Sandy.
"Leah, kamu gak papa kan? kata Arifin kamu dan Suamimu kecelakaan, bagaimana keadaanmu? keadaan Ruchan dan Ais? bagaimana keadaan ponakanku itu? Le? Le jawab lah"
__ADS_1
"Assallamualaikum Kak, Alhamdulillah Leah gak papa kok, cuma kaki nya terkilir aja karena di dorong, eh kedorong, "
"Cuma? cuma terkilir? heh guru sd mu mencubitmu dulu Kakak kempesin ban motornya, ini cuma terkilir? siapa yang mendorongmu? uler itu lagi? "
"Kakak, aku gak papa, Mas Ruchan yang kritis, masih di ICU sampai sekarang belum sadar, dan Alhamdulillah Ais di rumah sama Ustad Farhan. "
"Secepatnya Kakak sampai situ, kalau perlu Ruchan aku bawa ke Singapura"
Belum Leah menjawabnya, Sandy sudah menutup telfonnya, Leah tak ingin Kakaknya tau, kalau kecelakaan itu terjadi karena Linda dan Sekar, karena Leah juga tidak tau apa motif mereka berdua.
Tok. tok.. tok..
"Waalaikumsalam masuk"
"Bagaimana keadaan bos sekarang? " Tanya Ari.
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat, ada apa Ar kamu sepertinya kamu mau nyampaikan sesuantu kepada saya" Tanya Leah.
"Saya tadi di sudah ke kantor polisi, sejak saya di kabari oleh Mas Sandy kalau Bos masuk IGD, saya langsung ke tkp, dan di sana ada seorang saksi bilang, penyebab nya ada dua orang perempuan, dan sudah di bawa ke kantor polisi, saat saya temui perempuan itu, ternyata Linda dan Sekar " Kata Ari.
__ADS_1
"Saya sudah menduga itu, tolong kamu hubungi pengacara Papa ya, buat urus ini semua, saya ingun mereka berdua di beri hukuman yang seberat beratnya" Kata Leah.
"Siap Bos, saya permisi dulu, Assallamualaikum "
"Wa'alaikum sallam " .
Leah pun beranjak dari tempat tidur pasien, berjalan menuju ruang ICU di mana Ruchan di rawat, di depan kamar ICU, terlihat Arifin dan Ikhsan yang sudah menunggu di sana.
"Lhoh Dek, kenapa kamu keluar, kamu masih lemas lho" Tanya Ikhsan.
"Aku sudah baikkan kok Mas, bagaimana keadaan Mas Ruchan Mas? " Tanya Leah.
"Belum sadar juga Dek, tadi udah transfusi darah, karena Ruchan kehilangan darah, dan beturan di kepalanya, ia mungkin akan kehilangan setengah memori otaknya" Kata Ikhsan sedih.
"Dia gak bakal inget Leah dong Mas, gimana dong, dan...... " Kata Leah sambil mengusap perutnya.
"Gak gitu lah, pasti Ruchan tetap ingat, walau gak semuanya, kami juga tau kalau kamu sedang hamil Le, sabar ya kamu tetap harus kuat demi Ruchan, Ais dan calon anak kalian" Kata Arifin menguatkan hati Leah yang sedang di landa kesedihan.
Leah berharap ada pelangi setelah badai yang bertubi tubi di kehidupan rumah tangganya, dari mulai kehilangan Papa, Bapak mertua, kini Leah tak ingin kehilangan masa depannya, sosok suami yang sangat Leah idam idamkan.
__ADS_1