Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Bab. 131


__ADS_3

"Ada apa Ma, lihat Ais sampai melongo gitu? Ada masalah lagi di perkebunan atau pertanian? "Tanya Ruchan.


"Perkebunan dan pertanian udah hancur, sekarang hati Kak Sandy yang hancur " Kata Leah.


"Ada apa dengan Kak Sandy? " Tanya Ruchan.


"Kak Sindi meninggal pasca melahirkan Bi " Tangis Leah.


"Innalilallahi wainnaillahi roji'un, lalu sekarang bagaimana? " Tanya Ruchan.


"Ini keluarga Sindi sudah di kabari, mungkin besok pagi jenazah baru pulang, kita harus urus surat-surat juga sama anak Kak Sandy Bi" Kata Leah.


"Kenapa? maksudnya, anaknya kan anak Kak Sandy dan kita ada hak apa? " Tanya Ruchan.


Leah pun memutar rekaman suara Sindi, tentang siapa yang akan merawat bayinya dengan Sandy nanti.


"Lalu bagai mana dengan Mas Sandy? dia lebih berhak atas anak itu kan? " Tanya Ruchan.


"Kak Sandy setuju dengan yang di kataka Kak Sindi Bi" Kata Ruchan.

__ADS_1


Ruchan pun menyetujui hal tersebut, memang ia juga akan memiliki seorang anak lagi. Namun di tinggal seorang istri setelah melahirkan bukan hal mudah untuk Sandy, seperti yang dulu Abinya Ruchan alami. Sandy pasti butuh waktu untuk memersiapkan diri, pasti juga akan repot mengurus bayi sendirian.


Malam itu malam yang sangat panjang, seperti pagi tidak akan pernah datang. Waktu pun berputar sangat lama. Sandy masih saja menemani Leah di IGD sambil menangis, bayinya di rawat oleh beberapa suster. di Pesantren Leah pun juga tidak bisa tidur nyenyak. Ruchan bersholawat untuk Leah agar ia bisa tidur dan menemui Sandy besok.


✳✳✳✳


Pagi menyambut para santri dan ustad di Pesantren itu. Orang tua Sindi pun juga sudah ada di sana. Kepulangan Sindi membuat suasana saat itu sangat tegang, sunyi, semua orang menahan tangis dan kesedihan mereka, agar almahrumah bisa pergi dengan tenang.


Leah melihat Sandy di samping peti mati istrinya, wajahnya sangat lesu. Tatapan kosongnya membuat Leah berlari ke arah Sandy dan memeluknya. Di bahu Leah Sandy menangis tanpa bersuara, banyak saksi mata yang melihat kasih sayang antara Kakak Adik yang saling menguatkan itu.


"Kak, sabar ya" Kata Leah memeluk Sandy yang masih meletakkan kepala di bahunya.


Wiu.. wiu.. wiu..


Suara Ambulance membuat hati Leah teringat akan kepergian Papanya. Leah berfikir pasti Sandy sangat terpukul, baru 1tahun lebih mengarungi bahtera rumah tangga, bersuka ria dengan orang yang di cintainnya. Kini ia harus sendiri lagi di tinggal kenangan dengan bayang- bayang Sindi.


20menit perjalanan ke Rumah Sindi. Sampai di sana, semua ibu-ibu telah menyiapkan tempat memandikan Sindi. Santriwati juga ada yang ikut dalam menyucikan jenazah Sindi.


Ibu Sindi berkali-kali pinsan. Ia tidak kuat melihat anak sulungnya harus pergi secepat itu, bahkan lama tidak berjumpa walau hanya lewat video call, namun Ibu Sindi masih belum bisa mengikhlaskan kepergian Sindi.

__ADS_1


Hay teman-teman, Dewi bagi pengalaman saat Dewi ikut memandikan Almahrumah Ibuku ya.


Niat memandikan mayit itu banyak ya (untuk laki laki dan perempuan bahkan untuk anak anak pun berbeda niat).


Setelah itu, tinggikan kepala jenazah, agar air tak mmengalir ke seluruh badan.. Kemudian bersihkan seluruh badan dan tekan perutnya secara perlahan, karena ia baru saja merasakan sakitnya saat ruh terlepas dari raganya.


Kemudian ambil kapas gosokkan di giginya, jika masih bisa dibuka( kadang yang baru saja meninggal masih bisa) , lalu ambil kapas bersih lagi untuk memebersihkan hidungnya, ambil lidi di potong kecil kecil sesuai jumlah kuku kita, untuk memebersihkan kuku kita, sebelumnya lidi nya jangan yang kaku dan besar, pakai ujung lidi. kemudian di wudhukan.


Siramkan air ke arak kanan badan dulu lalu ke sebelah kiri tubuh jenazah. Oh ya, kita juga harus membuang najis di tubuhnya, contohnya (eek) 🙏🙏 bisa menggunakan jari kita (keluarga)


Mandikan jenazah dengan air sabun dan air mandinya yang terakhir dengan wangi wanginya.


Keringakan tubuh jenazah menggunakan kain atau handuk, agar tidak membasahi kain kafannya.


Sebelum di kafani, jenazah di beri wangi wangi an terlebih dahulu yang tidak mengandung alkohol, bisa parfum tanpa alkohol dan kapur barus.


Jika jenazah perempuan, sebelum memandikan rambutnya harus tergerai ke belakng, jangan di tindihi badanya, agar air bisa mengalir kebawah dan sebelum di kafani di Keringakan menggunakan handuk, (jika panjang bisa di kepang).


Setelah memandikan jenazah, kita di haruskan langsung mandi juga, dan jika kita ikut memikul jenazah, maka kita harus wudhu.

__ADS_1


Maaf ya jika novel Dewi ada kayak gituan, tapi berbagi ilmu tidak salah kan?? jika masih ada yang kurang bisa beri Dewi saran. Terima kasih


__ADS_2