
Sampai di rumah, Aisyah memperkenalkan kan Delia ke seluruh santri putri. Ia sangat senang karena memiliki adik baru yang gender nya sama dengan dirinya. Karena semua adiknya adalah laki laki semua, bahkan Kakaknya pun juga laki laki (Ilham).
"De Ais, terus Delia ini Kakak dek Ais atau adeknya?? " Tanya salah satu santri.
"Adeknya dong, Mama dan Mamanya Delia kan tuaan Mama walau cuma sebulan. Lagian lahirnya kan duluan Ais" Jawab Aisyah.
"Terus Abang kemana Dek? " Tanya santri itu.
"Di rumah Mbak, kan anak cowo gak boleh masuk sini" Kata Aisyah.
"Mbak naksir dek ama Bang" Kata santri itu.
"Dosa tau? " Kata Aisyah.
Aisyah pun kembali kerumahnya, rumahnya sangat sepi. Akbar,Seto dan si kembarpun juga tidak kelihatan. Yang ia temui hanyalah Mama dan Abinya sedang istirahat di kamar.
Cuaca siang itu, memang cocok buat tidur siang, Aisyah mengajak Delia untuk. ke kamarnya dan beristirahat. Kamar Aisyah sangat rapi, wangi dan penuh dengan dekorasi yang lucu. Tak seperti kamar Si kembar dan Akbar yang sering saja kotor jarang mereka bersihan, dan harus Leah yang membersihkannya.
"Ais? ini kamar kamu? " Tanya Delia.
"Iya, kenapa? " Kata Aisyah.
"Cantik, wangi. Oh ya?! Cita cita kamu apa jika besar nanti? " Tanya Delia.
"Insya Allah jika Allah menghendaki, aku pengen jadi dokter seperti Om Sandy. Tapi pengen ke Korea aja. Kata temen temen ku di sekolah, Korea lebih indah dari pada Jepang" Kata Aisyah.
__ADS_1
"Teman kamu tau dari mana kalau Korea lebih indah dari Jepang?? " Tanya Delia.
"Dari kakak kakaknya lah" Jawab Aisyah sambil menyapu kamarnya.
"Terus, kamu jado dokter karena Om Sandy Om Sandy itu ya?? " Tanya Delia.
"Gak juga sih, tapi pengen aja jadi dokter, terua nyelamatin orang orang yang mau melahirkan. Agar tidak seperti Abang. Mamanya meninggal saat melahirkan dia" Kata Aisyah.
"Orang hidup kan memang nantinya meninggal Ais, Papanya temanku juga gitu, malah cuma sakit dadanya" Kata Delia.
Setelah Aisyah merapikan kamar, ia pergi ke ruang keluarga dan menyapu seluruh ruangan rumah, kecuali kamar Leah dan Ruchan. Karena sedang di tempati untuk istirahat oleh Leah dan Ruchan.
Di kamar,
Ternyata Leah dan Ruchan sudah bangun. Mereka sedang mengobrol di kamar tidur.
"Udah biarin aja, biar dia mandiri. Mama di sini aja temani Abi, ntar malam Abi Ada jadwal loh" Pinta Ruchan.
"Gak bisa di tunda dulu? Abi kan jiga butuh istirahat Bi? " Kesal Leah.
"Jadwal Abi bukan itu, Malmam nanti Mas Ahkam pulang ke pesantren. Yang waktu itu, kita gak sempet menemui kan? karena kita pergi ke Singapura? " Tanya Ruchan.
"Mas Ahkam kesini?? Mau ngapain lagi? " Tanya Leah penasaran.
"Boleh minta tolong gak? pijitin lengan Abi dulu, tak ceritani wes" Kata Ruchan cengar cengir.
__ADS_1
"Abi mah gitu, Mama gak mungkin bilang gak dong. Tapi Mam capek pengen di pelukan Abi kek gini. " Kata Leah.
"Bentar aja ya, pliss Ma. Ntar gantian deh. Selesai Abi, Mama Abi oijat nanti" Mohon Ruchan.
"Abi suka curang. Masa iya baru sebentar entar tangannya kemana mana" Kata Leah dengan mulutnya yang seperti pantay ayam.
Ruchan pun memeluk Leah sangat erat, mencium kening Leah dengan lembut, dan mulai tertidur dalam dada Leah. Leah pun menepuk nepuk bahu Ruchan saat itu.
"Ma? " Kata Ruchan.
"Iya Bi? " Tanya Leah.
"Allah menyatukan kita dengan ridhonya, Orang tua kita menyatukan kita dengan perjodohan mereka. Tapi Mama kenapa mau terima Abi gitu aja. Alasan apa yang membuat Mama setuju di nikahkan sama Abi? " Tanya Ruchan.
"Emm itu sih banyak alasannya Bi, yang paling penting, karena Mama sayang sama Almahrumah Mama yang udah bikin agenda prerjodohan ini dulu" Kata Leah.
"La Adri Kam Yabqo Lie Minal Umri. Al Muhi, Annal Umri Kulluhu Abqo Ma'aka. "Kata Ruchan.
"Artinya Bi? " Tanya Leah.
" Aku tidak tau sisa umurku, Tapi yang penting, aku bersamamu sepanjang umurku" Jawab Ruchan pelan.
"Abi nanti. di bangunin kalau memasuki waktu ashar ya Ma, Abi ngantik banget, mau bobok di pelukan Mama dulu, apa lagi di dada Mama kayak gini, Astaghfirullah hal'adzim, Masya Allah, indahnya ciptaanmu ya robb" Kata Ruchan.
"Abi mesum ah, dah bobok sini. Ntar Mama bangunin. Mama mau bersih bersih kamar Abang juga" Kata Leah.
__ADS_1
Namun, Ruchan telah terlelap begitu cepat. Ruchan sangat capek hari itu, Leah menepuk nepuk pundak Ruchan, dan mengingat semua kenangan manis bersama Ruchan di masa lalu.