Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Kesibukan.


__ADS_3

Seminggu sudah Si Kembar di rumah, dan akan di adakan Aqiqahan di pesantren, suasana hati semua sedang bahagia, hari ini setelah Aqiqahan selesai, pemberian nama kepada si kembar pun juga akan di adakan.


"Kabir Al Jazeera & Syakir Al Jazeera "


Nama anak kembar Ruchan dan Leah, Kabir dan Syakir, sengaja nama belakang mengikuti nama Abinya, karena dua anak sulungnya si Kakak dan Abang sudah memakai nama belanang keluarga Leah.


"Wah si kembar namanya bagus ya, Kabir dan Syakir, terus yang membedakan mereka apa ini Han? " Tanya Farhan.


"Tanda lahir, yang Kabir ada tanda lahir di betis kirinya" Kata Ruchan.


Sandy melihat Ruchan sedang bermain dengan Akbar, ia sangat bahagia, anaknya di perlakukan sama dengan anak kandungnya, nampak Akbar juga nyaman dalam pangkuan Ruchan.


"Akbar" Panggil Sandy.


"Mas Sandy mau bopong Abang ya? ini " Kata Ruchan.


"Emang boleh? " Tanya Sandy.


"Abang kan anak Mas Sandy, ya boleh lah, Abang ikut Papa dulu ya, Abi mau lihat Adek Kembar dulu" Kata Ruchan memberikan Akbar ke pangkuan Sandy.


Sandy memeluk Akbar dengan erat, dan membawanya keluar dari rumah, ia menangis memeluk Akbar, teringat akan Sindi istrinya.


"Akbar, maafin Papa ya, Papa gak seharusnya nitipin kamu ke orang yang seharusnya kamu panggil Pak Lhek dan Bu Lhek, tapi kamu miliknya sekarang, Papa harap kamu bisa menjadi anak yang berbakti kepada Abi dan Mama mu ya nak, jadilah seperti Abimu, taat agama, sayang keluarga, maafin Papa nak, ingin sekali Papa merawatmu" Kata Sandy menangis.

__ADS_1


"Mas, selamanya Akbar tetap akan menjadi anak Mas Sandy, aku hanya sebagai perantara aja merawatnya, dia tetap akan kenal Mas Sandy sebagai Papa nya, bukan Om nya" Kata Ruchan yang sudah ada di belakang Sandy.


"Kamu tau, aku ini orang yang gak berguna, aku gak bisa jagain Leah waktu dulu, gak bisa jaga istri aku, akhirnya Allah mengambil nya dari hidupku, sekarang, bahkan anak saja, aku titipin ke kamu" Kata Sandy.


"Mas Sandy ini adalah Kakak idaman seorang adik, buktinya setiap Leah ada masalah, Mas Sandy langsung terbang jauh jauh dari Jepang ke sini. Selalu membantu di saat kami kesusahan" Kata Ruchan.


"Tapi kini Leah dan Akbar milikmu Han " Kata Sandy.


"Tapi tidak ada mantan adik dan mantan anak Mas, mereka tetap keluarga Mas Sandy, sedarah dengan Mas Sandy" Kata Ruchan.


"Gak salah nih Sindi buat wasiat nitipin Akbar ke kamu, kamu benar benar sosok Suami dan Ayah yang the best buat keluarga, dan Insyaallah menjadi Suami Akhirat Adikku" Kata Sandy.


"Ah Mas Sandy, aku kan jadi malu" Kata Ruchan.


"Kecil kecil punya adek bayi nih, kembar lagi hahaha " Tawa Ruchan.


Malam itu malam yang bahagia, setelah segala kesibukan telah usai, kini tinggal Ruchan dan Leah yang mulai begadang tiap malam, karena si Kembar lebih rewel di bandingan dengan Ais dan Akbar waktu bayi dulu.


✳✳✳✳✳


Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan berlalu.


Kini tak terasa 6 tahun telah berlalu....

__ADS_1


Aisyah (7) sudah masuk SD, Akbar(6,5) dan si kembar (6) juga sudah TK, hari hari yang Leah dan Ruchan lalui mengurus 4 orang anak yang masih kecil, tak membuatnya rumah tangganya goyah sedikitpun, malah semakin hari semakin besar rasa sayang di antara mereka berdua.


Siang iti di meja makan.


"Abi,Abi hari ini Kakak udah hafal jus satu lho, udah dapat 3 lembar, mana janji Abi? " Tanya Ais.


"Emang Abi janjiin apa ya? " Goda Ruchan.


"Abi, janji itu adalah HUTANG, dan hutang itu harus di bayar. Tanda tanda orang munafik itu ada tiga. Pertama, jika bicara ia berdusta" Kata Aisyah.


"Kedua, jika berjanji ia ingakar " Kata Akbar.


"Ketiga, dan jika di beri amanat, ia berhianat" Kata Kabir.


"Dan Abi, sungguh orang orang yang munafik itu (di tempatkan) pada tingkatan paling bawah dari neraka. Dan ia tidak akan mendapat penolong dari siapapun untuknya" Sambung Syakir.


"Huftt kalah deh Abi, Abi ingat kok janji Abi ke Kakak, nanti sore ya Kak " Kata Ruchan.


"Asyiikkk" Teriak Aisyah.


"Anak anak Mama ini semuanya pinter pinter, siapa yang ngajarin? " Tanya Leah.


"Kita denger Tausiyahnya Abi kemaren" Kata Aisyah, Akbar, Kabir dan Syakir serentak.

__ADS_1


Ruchan sangat bersyukur, anak anaknya semua patuh kepadanya, dan tetap masih dalam ajaran yang selalu ia ajarkan.


__ADS_2