Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Menjenguk Farhan


__ADS_3

Leah sangat marah setelah mendapat kiriman rekaman dari Sindi, dia ingin langsung menemui Umi dan melabrak Linda, namun di halangi oleh Sandy.


"Le? ada saatnya kita membalas ini, tapi jangan sekarang ya.. " Kata Sandy.


"Tapi kak, ini udah keterlaluan, mereka main main dengan nyawa kak, kalau Leah yang mereka kek gini in gak papa, karena mereka emang gak suka sama Leah, tapi mereka gak boleh nyentuh Suami, anak dan Kak Sandy. Lihat aja bagaimana Leah memerlihatkan jurus jurus Leah saat ikut silat.. " Kata Leah emosi.


"Dek, jangan bertindak saat kita sedang emosi, dan iya, silat itu untuk bela diri, bukan balas dendam, lebih baik malam ini kita istirahat, dan biarkan Mas Sandy istirahat juga, besok kita jenguk Farhan di rumah sakit ya, siapa tau? mendengar tangisan Ais, Farhan cepat sadar. Kan Farhan sama seperti Mas Sandy yang sayang banget sama Ais?? " Kata Ruchan menenangkan Leah.


Malam itu Leah tidak bisa tidur dengan nyaman, ia masih memikirkan tentang apa yang terjadi dengan Sandy dan Farhan. Leah keluar kamar karena haus, ia melihat Sandy duduk termenung de sofa ruang keluarga, ini waktu yang tepat bagi Leah untuk bertanya tentang jadwalnya ke Jepang.


"Belum tidur Kak? " Tanya Leah.


"Eh Leah? kenapa? Ais bangun kah? " Tanya Sandy balik.


"Enggak kok, Ais tidur dengan nyenyak sama Mas Ruchan, Kakak kenapa belum tidur ?" Kata Leah.


"Belum ngantuk aja, nih yang sakit nyeri nyeri gitu. " Kata Sandy.


" Kak, itu.. Kakak malam ini harus nya pulang kan? dan seminggu setelah itu Kakak mau ke Jepang kan? " Tanya Leah.

__ADS_1


"Tau dari mana? Sok tau kamu " Jawab Sandy.


"Kakak"


"Iya deh iya, Kakak ke Jepang itu, Kakak kerjanya di sana, rumah di Singapura mau Kakak jual aja, soalnya udah gak akan di tempati lagi, karena Kakak akan menetap di Jepang. " Jelas Sandy.


"Kok gitu, Rumah itu kan banyak kenangannya Kak? " Kata Leah


"Ya mau gimana lagi, Kakak bakal jarang bisa pulang Singapure, mau pulang Jakarta aja lom mesti sempet lho Le? " Kata Sandy.


Leah menghelai nafas panjang, ia tak ingin Kakak nya pergi jauh, siapa yang akan bermain dengan Ais nanti.


" Itu udah dari sana kali Le ?Tenang aja, yang beli rumah kita Rio kok, Dokter kamu dulu.. " Kata Sandy.


"Bukan masalah siapa mau belinya Kak, tapi kan? " Kata Leah.


"Biarkan Kakak bersandar seperti ini Le? " Kata Sandy menyendarkan kepalanya di bahu Leah.


Suasana hening malam itu memebuat Sandy tertidur di bahu Leah, dengan pelan Leah menidurkan Kakaknya di sofa dan menyelimutinya, Leah memandang wajah Kakaknya yang sendu, entah apa yang ada di fikiran atau yang di alami Sandy kali ini, Sandy seperti sedang menahan beban yang begitu berat.

__ADS_1


✳✳✳✳


Setelah sholat subuh, Leah memasak untuk Suami dan Kakak nya, serta membawakan makanan untuk Arifin dan Intan yang saat ini masih menunggu Farhan di Rumah Sakit. Di teras, Ruchan dan Sandy sedang mengobrol sambil. minum kopi, ketika mendengar Ais menangis, Ruchan dan Sandy berebut ingin menggendong Ais, membuat Leah tersenyum bahagia.


Setelah sarapan dan beberes rumah, Leah, Ruchan dan Sandy berangkat ke rumah sakit, Sindi pun telah menunggu mereka di gapura Pesantren.


"Assallamualaikum,.. pagi Ais.. " Salam Sindi.


"Wa'alaikum sallam.. "


"Lho Mas Sandy ikut? bukannya masih sakit ya, harusnya buat istirahat aja Mas, ntar kalau tambah sakit gimana dong... " Tanya Sindi.


"Kan ada kamu?! " Kata Sandy spontan..


"Ehem ehem. " Dehem Leah.


Sindi tersenyum malu malu.


Sampai di rumah sakit, Arifin dan Intan sedang berada di luar ruangan dimana Farhan di tawat, Leah memberi rantang untuk mereka, Leah juga menyuruh Sindi untuk berjaga di luar, karena mau membawa Ais ke Farhan, siapa tau Farhan bisa cepat sadar. Karena anak dibawah 12 thun di larang masuk ruang tawat inap.

__ADS_1


__ADS_2