
Leah akan berusaha membongkar rahasia Umi Desi, apa pun yang terjadi, rahasia sebesar itu harus Leah bongkar, Kyai Mahfud, Mas Ikhsan dan Ruchan harus tau.
"Maaf Mbok, memang bagaimana cara Umi menjebak Kyai Mahfud... " Tanya Sindi.
"Dengan cara murahan tentunya, malam itu saat Istri pertama Kyai Mahfud periksa kandungan, karena sedang mengandung Ruchan 6 bulan. Mbok dan Desi mengantar makanan ke rumah Kyai, karena Kyai sedang tidak enak badan, Si Mbok di suruh nunggu di luar, Desi di dalam lama sekali.... " Kata Ibu Sindi.
"Terus Mbok, setelah apa yang terjadi.. " Tanya Leah.
"Hal yang mengejutkan Mbok terjadi, Mbok berfikir kalau Kyai tambah parah atau gimana, jadi Mbok masuk saja, saat Mbok ke kamar Kyai, Mbok kaget bukan main, Mbok melihat pemandangan yang hina... " Jawab Ibu Sindi.
"Nopo sek Mbok perso (apa yang Mbok lihat?) " Tanya Farhan.
"Si Mbok melihat Desi sudah tidak mengenakan pakaian dan jilbab, sehelai pun tidak memakai apa apa, dia sedang berudaha melepas sarung Kyai,... " Kata Si Mbok.
"Astaghfirullah hal'adzim... "
__ADS_1
" Si Mbok marah besar kepada Desi, tiba tiba saja Istri Kyai dan para santri yang mengantar periksa, sudah ada di belakang Si Mbok, Istri Kyai Mahfud menangis, dia seorang perempuan yang lemah lembut, sama seperti sifat Ikhsan, dia tak bisa marah kepada Kyai Mahfud maupun Desi. Akhirnya Istri Kyai Mahfud menyuruh Desi untuk segera berpakaian dan pulang ke kamar nya. Tanpa rasa bersalah, Desi pun meminta pertanggung jawaban Kyai Mahfud... " Kata Ibu Sindi.
"Astaghfirullah hal'adzim... "
"Licik sekali Umi ternyata, cara nya begitu hina, terus bagaimana dengan Istri pertama Kyai Mbok... ??" Tanya Sindi.
"Beliau sakit sejak saat itu, beliau terus menyendiri di kamarnya, tepat pada hari pernikahan Kyai dan Desi, Ruchan lahir prematur, karena usia di kandungan baru 7 bulan, awalnya semua orang mengira kalau Ruchan tidak akan selamat, siapa kira ternyata bisa sehat wal'afiat sampai sekarang... " Kata Ibu Desi.
"Tapi istri pertama Kyai pendaharan hebat, dan meninggal dunia, dari situ Desi berpura pura menjadi ibu yang baik untuk Ikhsan dan Ruchan, dan tentu saja dengan Linda, Kurasa cukup sampai disini Mbok bercerita, Mbok tak bisa menceritakan kelanjutan nya, Si Mbok tidak kuat kalau mengingatnya... " Jelas Si Mbok sambil menyeka air mata.
Si Mbok pun menawarkan Leah dan Farhan makan.
☀☀☀☀
Tak terasa senja sudah siap menyambut kepulangan Leah, saat di perjalanan pulang mereka ber tiga saling diam, masih larut dan shock mendengar kenyataan pahit tentang keluarga besar Pesantren.
__ADS_1
Farhan pun memecah keheningan dengan berkata, dia tak menyangka kalau Umi yang kelihatan baik hati itu bisa memiliki dua wajah, padahal dia pun juga sudah baik denga. Farhan dulu, bagaimana merawatnya dulu, dia fikir semua itu tulus, ternyata hanya untuk menutupi sifat aslinya.
Saat kembali ke Pesantren, di depan rumah Ruchan pun sudah ada banyak orang, terlihat di depan rumah ada Arifin dan Para Ustad lainnya.
"Lhoh Mbak Leah, Ustad Farhan dan Mbak Sindi udah pulang?? " Tanya Seorang satri wati yang menghampiri mereka berdua.
"Ada apa in.. ??" Tanya Sindi.
" Kami dengar, Ustad Ruchan dan Mbak Linda melakukan hal yang zina, Astaghfirullah hal'adzim, siapa tau Ustad kebanggaan kita melakukan hubungan terlarang itu.. " Kata salah satu satriwati yang mendekati Sindi.
Leah pun panik, dia takut hal yang di laukan Umi Desi akan di ulangi oleh Linda, Leah berlari kencang, menerobos para santri yang sedang berdiri di depan rumahnya.
Ketika masuk di depan pintu, Leah kaget, Benar!! , si situ sedang di adakan sidang yang ditunjukan oleh Suaminya dan Linda.
Apa ini? Benarkah kejadian 25 tahun lalu di Pesantren terulang kembali? Dan tak lain lagi di sutradarai oleh orang yang sama (Umi Desi). Tak terasa air mata Leah menetes, menatap Suaminya duduk bersebelahan dengan Linda.
__ADS_1
Leah pun pinsan di depan pintu, dengan samar samar, Leah mendengar suara Ruchan yang sedang memanggilnya. Namun mata Leah sudah sangat berat untuk bangun, badan nya lemas, kapala serasa berat.