
Malam setelah sholat isyak, Sandy pergi menemui anaknya bersama Irene, Akbar pun juga dia ajak ke sana untuk melihat dan kenalan dengan ana Irene.
Di rumah, Ruchan dan Leah telah siap membereskan barang barang mereka yang hendak di bawa pulang ke Jogja. Namun Ruchan masih saja mencueki Leah.
Leah pun kesal dengan Ruchan mendiamkan dirinya seharian. Ia tau kalau dririnya salah, telah berfikiran negatif kapada Ruchan. Namun dalam benakknya, Ruchan pun juga salah karena tidak berterus terang.
"Abi, Abi" Panggil Leah.
Namun Ruchan tetap diam aja, walau di dalam batinnya mengucap "Iya sayang" dan menahat tawa, agar berhasil memberi kejutan buat Leah.
Leah pun keluar dari kamar dan menemui Glenca yang sedang beberes di kamar, ternyata Glenca juga sednag berkemas.
"Loh, mau kemana? kok kamu juga berkemas?? " Tanya Leah.
"Kan aku udah bilang, aku mau ke luar negri untuk kerja. Amara tadinya mau ikut. Tapi kasihan juga Delia dan Sena jika di titipin ke kalian tanpa amara kan aku gak enak sama suamimu Le? " Kata Glenca.
"Terus Amara ikut ke Jogja gitu? " Tanya Leah.
"Kalau kamu gak keberatan sih" Kata Glenca.
"Aku sih gak papa. Memang Amara mau tinggal di Pesantren?? " Tanya Leah.
"Aku yakin dia mau, lihat tuh. Nempel mulu dia sama si Ustad itu, dari awal ketemu juga Amara aslinya suka sama Farhan. Tapi mau gimana lagi sekarang, Amara pasti sadar diri lah" Kata Glenca.
"Comblangin aja, lagian Farhan juga jomblo akut tuh" Ledek Leah.
Leah kembali ke kamar, dan ia melihat suaminya sedang tiduran mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Leah memberi kode terus menerus ke pada Ruchan, namun Ruchan tidak memperhatikannya.
__ADS_1
Sesuai rencana Ruchan, ia pun sok sinis terhadap Leah.
"Abi" Panggil Leah.
"Emm? " Jawab Ruchan.
"Cuma emm? " Kata Leah.
"Ada apa? " Tanya Ruchan.
"Abi diemin Mama terus, kan udah minta maaf. Lagian salah Abi juga kan gak terus terang sama Mama? " Kesal Leah.
"Gitu? " Jawab Ruchan mendekati Leah.
"Lah? " heran Leah
Ruchan memang telah menggandeng tangan Leah, namun ia tetap diam saja. Ia melakukan dengan total aktingnya. Leah bingung karea Ruchan membawanya di kamar kosong dekat kamar mereka berdua. Kamar itu memang jarang di tempati, terakhir di tempati saat Mamanya masih ada.
Sampai di depan pintu, Ruchan menutup mata Leah menggunakan kain yang telah ia siapkan. Ruchan membuka pintu, di dudukkannya Leah dengan hati hati.
"Aku sangat mencintaimu " Bisik Ruchan ke telinga Leah dan tangannya mulai nakal meraba dada Leah.
"Abi, Abi kenapa sih, dari tadi diemin Mama. Sekarang romantis gini, jangan mainim emosi Mama lah Bi" Kata Leah.
Perlahan Ruchan membuka penutup. mata Leah dan berbisik sangat lembut.
"Kejutan"
__ADS_1
Mata Leah di manjakan dengan hidangan malam yang di buat dengan tangan Ruchan sendiri. Melihat sekeliling kamar itu,di hiasi penuh dengan bunga mawar putih kesukaan Leah. Tembok yang dulunya warna kuning, telah berubah warna biru muda.
Tempat tidurnya sangat rapi, kamarnya terlihat luas karena semua barang barangnya di pindahkan dari kamar itu. Leah terharu dan menangis.
"Sayang, kenapa kamu menangis? " Tanya Ruchan.
"Abi gak marah? dan semua ini? " Tanya Leah terharu.
"Abi mana bisa marah sama Mama. Sengaja aja mau bikin kayak gini, kerjain sebentar udah baper gitu kan. Haih senengnya" Kata Ruchan.
"Gurame? kebanyakan orang romantis makan pakai steak Bi? " Kata Leah.
"Gak suka gak usah makan, Alhamdulillah rezeki suami solih. Abi makan sendiri ya" Kata Ruchan.
"Jangan dong, Mama juga mau lah" Kata Leah.
"Ada satu syarat, Kita tidurnya berdua di sini" Bisik Ruchan.
Jarang jarang Ruchan mengkode duluan, Leah pun sangat bahagia karena Ruchan tidak benar benar marah padanya. Malam sangat panjang bagi mereka berdua. Meskipun sudah memiliki 4 anak, mereka berusaha tetap romantis seperti dulu saat mereka menikah.
Yang terjadi malam itu adalah malam yang sama saat mereka bermesraan ketika pertama kalinya bermalam di rumah Sandy di Singapura. Kali ini Ruchan menyetubuhi Leah dengan sangat lembut, lebih lembut dari biasanya. Banyak canda candaan mesra di antara keduanya. Saling merayu dan memadu kasih bersama.
Sinar rembulan yang menembus gorden jendela kamar itu menambah suasana semakin syahdu. Angin sepoy sepoy dari luar yang masuk ke kamar itu juga menambah keromantisan mereka berdua. Bak dunia hanya milik mereka, dan yang lain hanya ngontrak.
Buat kalian yang penasaran kisah Aisyah remaja. Yuk tinggalin jejak di "Gambaran Hati"
Hanya akan up ketika kisah Leah dan Ruchan up dulu. Aku tunggu yaaa. 😉
__ADS_1