
Leah bukan orang yang penakut, ia akan menghadapi siapa saja yang akan mencelakai keluarganya. Namun yang Leah khawatirkan adalah anak dan suaminya. Ia tak ingin anak dan suaminya menjadi korban karena ada orang yang tak menyukainnya.
Namun di sisi lain, Sekar dan Linda memulai terornya untuk Leah, ia mengirim paket ke rumah Leah yang berisikan boneka santet.
Dan benar, dengan cepat paket itu tlah ada di tangan kurir yang mengantar ke rumah Leah, saat itu Sindi yang menerima paket itu.
"Le, ada paket nih buat kamu" Kata Sindi sedang menimang nimang Ais.
"Paket apa? " Tanya Leah yang keluar dari dapur, karena tangan Leah penuh sabun habis cuci piring, Leah pun menyuruh Sindi untuk membukanya. Ais sekarang di gendong Sandy, ketika Sindi membukanya, ia langsung teriak ketakutan.
"Apa sih dalamnya paket itu " Tanya Leah panik melihat ekspresi wajah Sindi.
"Itu i-i-i itu " Kata Sindi menunjuk paket yang baru saja di buangnya karena katakutan.
Leah pun mengungutnya dan membuka, wajah datar Leah pun membuat Kakak dan suaminya heran, kenapa ekspresinya berbeda dengan Sindi.
"Apa sih Ma isinya? " Tanya Ruchan.
__ADS_1
"Boneka santet, aku gak mau megang, biar di selidiki saja dengan orangku" Jawab Leah.
"Siapa pengirimnya? kurang ajar, caru masalah dia, kamu gak papa kan yank? " Kata Sandy emosi dan menenangkan Sindi.
"Siapa ya kira kira pengirimnya? bulan suci gini kok ya ada yang ngirim barang seperti itu" Kata Ruchan.
"Gak tau lah, biar si Ari (orang kepercayaan Leah) yang menyelidiki, ayo semuanya bersiap siap untuk silaturahmi ke tetangga sekitar dan para santri yang gak mudik" Kata Leah.
Dalam hatinya sudah menebak, kalau hal seperti ini pasti ada kaitannya dengan kehadiran Sekar, dan lagi !! , Di dalam paket itu juga ada suratnya yang tidak Leah beri tahu ke Suami dan Kakaknya. Isi surat itu ialah "Pergi atau Mati".
Siang itu, Leah, Ruchan, Aisyah, Sandy dan Sindi sedang bersilaturahmi ke rumah tetangga, sesuai dengan adat Lebaran mesti seperti itu.
Ruchan yang melihat Leah menjadi pendiam tidak tinggal diam, ia akan memulai menyelidiki tentang siapa yang mengirim boneka santet itu. Sampai rumah, Ruchan diam diam melihat paket itu lagi. Ia tidak bisa melihat istrinya di teror seperti itu, walau Leah cuek, namun hati perempuan mana yang bisa kuat dengan teror yang menakutkan seperti itu.
Sore hari ketika Leah sedang berbicara dengan Ari, Ruchan diam diam membuka paketanya, alangakah terkejutnya Ruchan melihat surat ancaman itu.
"Astagfirullah hal'adzim, tulisan ini kok gak asing ya buat aku" Fikir Ruchan.
__ADS_1
"Linda!! ini tulisan Linda " Kata Ruchan.
Sore itu juga Ruchan pamit kepada Leah untukk keluar sebantar, Leah heran, kenapa mendadak sekali, namun Ruchan menyakinkan Leah kalau urusannya sangat penting,dan akhirnya Leah pun mengizinkannya.
Ruchan pergi ke penjara, ingun membuktikan kalau Linda masih di penjara atau sudah keluar, setengah jam Ruchan sampai penajara. Disana sepi tidak ada polisi yang tugas hanya ada polisi jaga saja, dab ketika Ruchan masuk, ternyata ada satu lagi polisi di dalam, dan Ruchan bertanya mengenai Linda.
Alangkah terkejutnya Ruchan mendengar Linda telah bebas dengan jaminan, Ruchan pun bertanya siapa penjamin itu.
"Maaf kalau boleh saya tau, siapa penjamin itu, saya adalah Kakak dari tahanan Linda. " Tanya Ruchan.
"Sebentar, oh penjamin atas nama Sekar Arum beralamat di......... " Jelas Polisi itu.
"Baik Pak,kalau begitu saya permisi dulu Assallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh "
"Wa'alaikum sallam warahmatullahi wabarokatuh "
Ruchan tak menyangka kalau penjamin Linda ialah Sekar, baru 2 minggu Ruchan bertemu dengan Sekar, namun Sekar sudah berulah. Ruchan tak ingin suudzon terhadap Linda dan Sekar, namun ia yakin kalau paket tadi pagi dikirim mereka berdua.
__ADS_1