
Subuh menyambut istirahat Farhan dan Arifin, mereka sangat nyenyak dalam tidurnya, sedangkan Ruchan, Ikhsan dan Leah sudah siap melakukan aholat subuh.
"Mas wungu Mas, sampun wekdale sholat subuh (Mas bangun Mas, sudah waktunya sholat subuh) " Kata penunggu pasien di Rumah Sakit itu.
"Oh gih gih Pak, Han tangio turumu kemiringen, subuh subuh (oh iya iya Pak, Han bangun tidurmu kemiringan, subuh subuh) " Kata Arifin membangunkan Farhan.
"Alhamdulillahiladzi badaana amatanaa wailaihi nusur " Doa ketika bangun tidur.
Semua umat muslim menunaikan sholat subuh, setelah sholat subuh, Ikhsan dan Arifin menemui korban yang masih kritis, belum ada keterangan selanjutnya, karena dokter belum juga datang.
Farhan dan Ruchan sedang mencari sarapan untuk semuanya, sedangkan Leah sedang mandi (haih biasa perempuan suka gak betah kalau bangun tidur mau aktifitas gak mandi) Leah lupa kalau dirinya tak bawa baju ganti, akhirnya memakai pakaian yang sebelumnya dipakai.
"Kok Abi lama banget cari sarapannya? "Tanya Leah yang barusaja Ruchan sampai beli sarapan.
"Iya Ma, Abi nyarinya keluar, gak mau di kantin ah, lebih mahal "Kata Ruchan.
"Lalu Mas Ikhsan dan Ustad Arifin? kemana? "Tanya Leah.
"Kami di sini, Assallamualaikum " Salam Ikhsan.
"Ayo Mas sarapan " Kata Ruchan.
__ADS_1
"Kalian bertiga pulang saja dulu ya, urus Pesantren, biar kami aku sama Arifin yang di sini" Kata Ikhsan.
"Lho Mas, aku juga mau disini nunggu ada keluarga para santri yang belum datang e "Kata Ruchan.
"Kamu ndak. kasihan sama Leah? sama Ais di rumah? Leah juga ndak mungkin lho pulang hanya dengan Farhan. Wis lah kamu istirahat saja di rumah, Pesantren juga udah di urusin "Kata Ikhsan.
Ruchan pun menurut, dia tidak bisa mendengar istri dan anaknya sebagai alasan, setelah sarapan, Ruchan, Leah dan Farhan siap siap untuk pulang ke Jogja.
1,5 jam yang mereka tempuh karena macet di pagi hari, sesampainua di Pesantren, Farhan langsung mandi dan siap siap mengajar, hari ini Farhan ada kelasa untuk kelas 4 Madrasah. Sedangkan Leah mengajak Ruchan pulang dulu, baru melakukan aktivitas seperti biasa.
Saat mereka berjalan pulang ke rumah, terlihat Sandy sudah ada di depan rumah, duduk. di kursi teras sendirian, entah sejak kapan dia berada di sana.
"Assallamualaikum "
"Kak yang jadi korban tuh Mas Sandy bukan Leah, dan iya, Kakak sejak kapan di sini? kenapa gak ngabarin dulu kalau mau kesini? " Tanya Leah.
"Hey, Kakak ini Kakakmu sayang" Kata Sandy ngegas.
"Iya memang Kak Sandy Kakak kandung aku, siapa. bilang yang Kakak angkat. " Kata Leah.
"Sudah sudah ya, lebih baik kita masuk dulu, ayo Ma buka pintunya dan buatin Kak Sandy minum dulu" Kata Ruchan.
__ADS_1
"Kamu gak papa Ustad? ada yang sakit kah? " Tanya Sandy.
"Alhamdulillah saya masih di beri kesempatan untuk pulang kerumah. " Kata Ruchan.
Sandy mengangguk angguk, Leah mempersilahkan Kakaknya masuk, Leah masuk ke kamar ganti baju, dan memberi Suami dan Kakakknya minum dan makanan ringan, setelah itu pergi menjempuy Ais yang semalaman di jaga oleh istri Ikhsan.
"Lho mau kemana? " Tanya Sandy.
"Mau jemput Ais dulu di rumah Mbak Vina, tinggal dulu ya Assallamualaikum " Kata Leah.
"Waalikumsallam "
"Ya udah ya Mas, mohon maaf banget ini, pagi ini aku mau ngajar dulu, Mas istirahat aja pasti capek kan dari perjalanan jauh, aku tak mandi dulu" Kata Ruchan.
Selesai Mandi Ruchan cepat cepat berangkat ke Pesantren, melihat Sandy yang sedang tidur, Ruchan berjalan amat pelan, ia tak ingin membangunkan Sandy, karena pasti. sangat lelah.
Di rumah Vina, Leah sedang melihat Ais dan Ilham di asuh oleh satriwati, karena Vina sedang memasak di dapur umum Pesantren. Leah mengambil Ais dan langsung pulang, karena Kakaknya sedang di rumahnya.
Leah sengaja pulang lewat Madrasah, melewati kelas 5 ia melihat suaminua sedang mengajar, Leah tersenyum memandangi suaminya yang begitu giat dalam berbagi ilmu dalam mengajar, kata kata nya yang lembut, bahasanya yang santun, nada bicara yang halus, membuat Leah jatuh cinta lagi padanya.
Ruchan terlihat sangat serius dalam mengajar, sampai tidak menyadari bahwa istrinya sedang mengamatinya. Ia tak mengenal lelah dalam berjihad, membela, mengajari apa itu islam kepada sesama umatnya.
__ADS_1
Haih laki laki seperti ini jarang di temui, susah di dapatkan, karena mereka pastu juga memlihi perempuan yang berjalan sesuai syariat islam juga.