
"Le, kamu kenapa nangis? Ruchan gak ingat kamu? " Tanya Sandy.
"Dia ingat aku Kak, tapi gak ingat aku sebagai istrinya, dia mengungatku sebagai calon istrinya" Jawab Leah.
"Iti sudah Alhamdulillah Le, seenggaknya dia ingat siapa kamu, berarti cinta Ruchan gak main main, ini hanya soal waktu, kita bisa buat Ruchan mengingat semuannya secara perlahan ya " Kata Sandy.
Leah mengangguk pelan, benar apa yang di katakan Sandy, cinta Ruchan ke Leah pasti sangatlah dalam, kalau tidak, Ruchan tidak akan mengingat siapa Leah. Walau ingatan Ruchan hilang, tidak membuat Leah patah semangat untuk membawa kembali ingatan Ruchan.
Hari demi hari berganti, keadaan Ruchan semakin membaik, Leah pun juga sabar menunggu dan menjenguk Ruchan ketika siang, karena sore ia harus mengurus Ais. Ruchan pun sudah mulai curiga dengan keberadaan Leah, yang selalu ada si sampingnya sejak pagi hingga sore.
"Assallamualaikum "
"Wa'alaikum sallam, loh Dek Leah kok. kesini terus, memang gak di cariin Papanya, PP Jakarta - Jogja juga capek lhoh Dek? " Tanya Ruchan.
"Emm itu, aku tinggal di Pesantren kok Mas" Kata Leah.
"Sejak kapan? Pejodohan kita kan belum di laksanakan, baru wacana saja " Kata Ruchan.
Leah terus saja menahan air matanya, tetap tersenyum dan perlahan membuat Ruchan kembali mengigatnya.
__ADS_1
"Em itu bahas nanti aja yaa, ini Adek bawain jenang sagu buat Mas Ruchan " Kata Leah.
"Jenang Sagu? wah itukan kesukaan Mas, darimana Adek tau? " Tanya Ruchan.
"nganu.. anu itu " Kata Leah bingung mencari alasannya,karena Leah juga baru saja mengetahui jenang sagu waktu ramadhan.
"Hahaha Adek ini lucu deh, anu apa? " Tanya Ruchan.
"ABI" Kata Ais yang baru saja belajar bicara (Aisyah udah 8+ bulan ya gaes)
Leah dan Ruchan melihat ke arah pintu, Sandy tengah menggendong Aisyah saat itu, Sandy ingun menggunakan Ais untuk mengembalikan ingatan Ruchan. Namun Ruchan tak mengenali Aisyah.
"Abi " Kata Ais dengan nada tertawa lucu.
"Bukan, dia ponakan ku" Jawab Sandy.
"Ponakan? anak dari siapa Mas? " Tanya Ruchan heran.
"Anak Leah dan Suaminya " Kata Sandy.
__ADS_1
"Abi " Kata Ais berekpresi ingin minta gendong ke Ruchan.
Terlihat wajah Ruchan kaget dan pucat, Ruchan kaget, bagaimana mungkin Leah sudah memiliki bayi 8 bulan, sedangkan dia dan Ruchan belum jadi menikah.
"Dek, itu anak kamu? " Tanya Ruchan.
"Kak!! " Gertak Leah.
Sandy memeberi kedipan mata, kode agar Leah diam dan menurut dengan Sandy.
"Iya Ruchan, Leah juga sedang hamil anak kedua, dia sudah menikah, suaminya seorang Ustad, menukah pada tanggal 23 Juli di Pesantren Darusallam, pagi hari, dan malam harinya acara pernikahan Ikhsan dan Vina Kakakmu " Kata Sandy.
"23 Juli? sebelum pernikahan Mas Ikhsan? menikah dengan seorang Ustad? Dek benar? " Tanya Ruchan.
Leah mengangguk perlahan.
"Lalu perjodohan kita? " Tanya Ruchan.
"Leah, kita pulang, taruh jenang itu di meja, dan ini Ruchan, kamu akan mengetahui dari sini semuanya, Assallamualaikum " Kata Sandy menarik Leah keluar.
__ADS_1
"Wa'alaikum sallam, album foto? " Kata Ruchan.
Ruchan membuka album itu secara perlahan, ia kaget, banyak foto dirinya dengan Leah, di setiap foto juga ada keterangannya, dari foto kecil Leah dan Ruchan, pertemuan di Pesantren, Pertunangan mereka berdua hingga acara pernikahan, sampai kehamilan Leah dan Aisyah ketika lahir, dan banyak foto kebersamaan Ruchan bersama anak istrinya.