
Malam hari, Arifin dan Farhan sampai di Singapura. Mereka jalan jalan dulu sebelum ke rumah Rio, Leah dan Ruchan sudah menyiapkan makan malam untuk Arifin dan Farhan.
"Ma, katanya mereka mau jalan jalan dulu, kita simpan dulu aja makanannya" Kata Ruchan.
"Abi, berhubung mereka belum kesini, kita mesra mesraan dulu yuk, ke kamar, sebentar aja" Goda Leah memeluk Ruchan dari samping.
"Emm nanti aja gimana, Abi mau tadarus dulu" Alasan Ruchan.
"Lah, tadi kan udah setelah sholat ashar " Kata Leah cemberut.
Ruchan sebenarnya ingin bermesraan dengan Leah, namun ia masih gugup, seperti awal mereka baru menikah, namun Ruchan tak sanggup melihat Leah yang sedang cemberut.
"Sayang, gimana kalau kita duduk berdua aja di sofa depan tv itu, tapi sebelumnya ambil selimut dulu di kamar" Kata Ruchan.
"Ngapain gak harus ke kamar aja? kan malah ribet nanti mindahin slimut lagi Bi? " Kata Leah.
"Ya udah kalau gitu" Kata Ruchan.
"Aaaa iya iya, Mama ambil dulu slimutnya, Abi tunggy di sofa, ok " Kata Leah masuk ke kamar mengambil selimut.
Ruchan pun duduk di sofa itu dan menyiapkan teh hangat serta camilan ringan untuk Leah. Tak lama kemudian, Leah pun keluar dengan wajah yang bahagia.
"Ini Bi slimutnya " Kata Leah memberikan slimut.
"Trimakasih sayangku, duduk sini dekat Abi" Kata Ruchan.
Tanpa basa basi Leah pun duduk di samping Ruchan sangat dekat, bahkan lengan Leah menempel di lengan Ruchan. Dengan hati hati, Ruchan menyandarkan kepala Leah ke bahunya, melingkarkan slimut di antara mereka, dan memeluk Leah sangat erat.
__ADS_1
"Indama nuhibbu tartabitu masyairina bil khouf, nakhoful faqda, nakhoful firoq, wa nakhofu an Nashib aktsar " Kata Ruchan mencium kening Leah.
"Artinya Bi? " Tanya Leah.
"Ketika kita mencintai, perasaan kita akan merasakan ketakutan, takut kehilangan, takut perpisahan dan takut berbagi" Kata Ruchan.
"Denger itu kok Mama jadi takut ya? " Kata Leah.
"Takut kenapa? " Tanya Ruchan.
"Takut perpisahan dan takut berbagi, kehilangan itu mungkin sudah pasti, itu jika Abi, Naudzubillah himimdzalik, meninggal, itu masih Mama terima kalau sudah takdir Allah" Kata Leah.
"Terus yang takut perpisahan? bukankah kehilangan itu tak jauh dari kata perpisahan? " Tanya Ruchan.
"Benar, tapi jika perpisahan itu seperti saat Abi lupa sama Mama, dan yang di ingat Linda, ya gak lucu lah" Kata Leah.
"Kenapa sampai Linda segala coba? " Kata Ruchan tertawa.
"Naudzubillah dan Bismillah, semoga dengan kehendak Allah, hanya Mama satu satunya wanita yang menjadi pendamping Abi, dan satu satunya wanita yang bisa membawa Abi ke jalan Allah, menuju syurga Allah, setelah Umi kandung Abi, mkasudnya" Jelas Ruchan.
"Aminn"
"Ma? "
"Iya Bi? "
"Bismillahi Allahumma jannibnasy saytona wa jannib, saytoona ma rozaqtana" Doa yang Ruchan lantunkan di telinga Leah dan di tiupnya di ubun ubun Leah.
__ADS_1
Leah yang tau doa itu, ia memejamkan mata, benar saja Ruchan mencium kening Leah, dan turun ke pipi, dan turun lagi ke bibir, dengan selimut mereka menutupi aksi mereka dari setan setan yang sedang berusaha masuk dalam permainan mereka.
Ciuman Ruchan semakin menggila, ia tak tahan mengendalikan nafsu nya, di ciumnya leher Leah.
"Abi shh "Desah Leah.
Leah berfikir apakah Ruchan akan melakukannya di sofa? namun saat ini mereka di dal selimut, dan sofa sangat lah sempit bagi mereka berdua.
Tak lama Ruchan pun menghentikan ciumannya.
"Astaghfirullah hal'adzim " Kata Ruchan.
"Kok berhenti Bi? " Tanya Leah.
"Jika Abi lanjutkan, itu akan menjadi dosa buat Abi, ya kali mau melakukan di sofa, lagian sebentar lagi Arifin dan Farhan pasti datang Ma" Kata Ruchan.
"Lanjutin dong di kamar, nanggung " Kata Leah manja.
"Abi malu nih, belum buka bukaan udah nanggung, nanti aja ya " Kata Ruchan.
"Abi gak pengen? udah lama lho Bi" Kata Leah.
"Subhanallah istri Abi ini, Mama akan di lipatkan pahala karena mempersilahkan tubuh Mama buat Abi, Abi terimakasih sekali, tapi nanti aja ya, agak malaman dikit" Kata Ruchan tersenyum dan mencium kening Leah.
"Gak pengen? " Tanya Leah.
"Mama ini, laki laki normal mana yang gak pengen begituan Ma, Abi juga pengen, itu juga suatu ibadah loh, tapi nanti ya" Kata Ruchan.
__ADS_1
"Iya deh" Kata Leah bermain dengan hp nya.
Suara bel pun berbunyi, Ruchan turun dari sofa dan membuka pintu, ternyata benar dugaan Ruchan, yang tak lama Arifin dan Farhan pun datang, membawa banyak jajanan.