
Pagi itu, Sandy mengurus administrasi di rumah sakit, Ruchan dan Leah bersiap siap akan pulang ke rumah, sedangkan Intan sedang berbenah di rumah, dan menyiapkan semuanya.
Intan sangat gembira,karena hari ini akan bertemu dengan sosok yang telah mengubah hidupnya dari yang tidak punya agama menjadi yang lebih baik dan luar biasa, ia sangat bersemangat menyiapkan semuanya.
Administrasi selesai, Sandy meminta izin kepada Ruchan dan Leah untuk pulang duluan, menjemput Keluarga Ruchan yang katanya sudah sampai di Bandara.
"Alhamdulillah pagi ini sudah di perbolehkan pulang, dan 3 bulan lagi kita juga pulang ke Jogja, iya kan Pa? " Tanya Leah ke Ruchan.
"Mas gak mau di panggil Papa, terlalu mencolok kali Dek" Jawab Ruchan.
"Emm kalau gitu Dady.. " Kata Leah.
"Apa lagi itu,...
"Ok kalau gitu Pa'e... huftt" Goda Leah.
"Uluh uluh, ngambek, ya udah terserah dedeknya aja, besok mau panggil apa, ayo udah siap kan? Kata Mas Sandy tadi Dokter Rio yang akan ngantar kita pulang, dan dia sudah nunggu kita di depan.. " Kata Ruchan.
Mereka pun keluar bersama sama, Leah tidak ingin di antar menggunakan kursi roda, dia berjalan pelan pelan sambil menggendong bayi nya.
Sampai di parkiran, Dokter Rio menyambut mereka berdua dan membantu membawa barang barang Leah. Sesampainya di rumah, Leah sudah di sambut dengan Intan, Leah terkejud dengan rumah Kakak nya yang tadinya serba putih sekarang jadi serba pink.
__ADS_1
"Assallamualaikum.. "
"Wa'alaikum sallam ,haloo selamat datang baby girl, eh ada Dokter Rio juga, selamat datang, mari masuk.. " Sambut Intan.
"Kak Sandy belum pulang Tan? " Tanya Leah.
"Mungkin sebentar lagi, dia bialng udah di jalan pulang tadi, emm gak sabar pengen ketemu Arifin. " Kata Intan
"Arifin? kamu kenal Arifin? " Tanya Ruchan.
"Emmm Leah belom cerita yaa, hehehe kenal gak lama sih, mungkin juga Arifin lupa sama aku.. " Kata Intan.
Bel berbunyi, Intan langsung membuka pintu, dan ternyata Keluarga dari Leah yang datang, dan di susul di belakang keluarga Ruchan.
"Lu Intan kan? " Tanya Glenca.
"Iya, em Kak Sandy ayo masuk, Leah dan baby nya udah di dalam.. " Kata Intan.
Glenca sangat tidak menyukai Intan, dari dulu mereka sering berselisih paham, Glenca pun di buat heran dengab perubahan Intan yang tiba tiba menggunakan baju muslim. Setahu Glenca, Intan orang atheis, kenapa bisa nerubah gitu.
(Hey Glenca, setiap orang boleh dong mengalami perubahan selagi itu baik, nyinyir aja kerjaan lu)
__ADS_1
Semua orang saling salam salaman, bahagia menyambut putri Ruchan, Kyai Mahfud sangat bahagia, karena dia telah di beri sepasang cucu dari Iksan dan Ruchan.
Saat mereka sedang bergilir membopong baby kecilnya,terlihat Arifin menatap ke Intan terus, Farhan yang asik menggoda baby kecil pun bertanya ke Arifin.
"Istighfar, Durung muhrim, jo delok delok kesuen, eling dosa (istighfar, belum muhrim, jangan lihat lihat kelamaan, ingat dosa) " Goda Farhan.
"Kamu, Ratna kan? " Tanya Arifin.
"Iya, sebener nama asli ku Intan, Ratna hanya nama kecil ku, karena orang tua ku beda agama, jadi mereka kasih aku dua nama, dan Intan nama ku setelah menjadi muslim.. " Jelas Intan.
"Oh gitu... " Kata Arifin malu malu.
"Kosek, sek mbok maksud Ratna ki, iki fin (Sebentar, yang kamu maksud Ratna tu, ini Fin? ) " Tanya Farhan.
Arifin mengangguk.
"Oalaaah. "
Malam itu suasana sangat membahagiakan, untuk pertama kalinya rumah Sandy terlihat ramai, Sandy dan Rio pun mengobrol dengan Kyai Mahfud.
Suasana yang indah dengan kelahiran baby baru, sayangnya kurang kehadiran dua orang yang di hati Leah, yakni Mama dan Papa nya, Leah berfikir, andai mereka ada di tengah tengah kita semua, pasti mereka semua sangat bahagia.
__ADS_1