
Di lain waktu Linda dan Sekar sudah menyiapkan benerapa rencana, mereka takut gagal, dadi rencana demi rencana mereka susun untuk bisa membuat Leah dan Ruchan berpisah.
"Kar, awakmu ki ngopo lho (Kae, kamu ini kenapa? )" Tanya Linda.
"Aku mau bikin rencana lah " Jawab Sekar.
"Lha iki? (lha ini?) " Tanya Linda menunjuk kedua orang laki laki bertubuh besar yang sedang berada di depan Sekar.
"Ajudan ku, gimana? serem kan? " Kata Sekar.
"Iyo serem, koyo awakmu (iya serem, seperti kamu)" Kata Linda.
"Mau buat apa mereka ini Kar? " Tanya Linda lagi.
"Buat nyulik Leah atau anak nya lah" Jawab Sekar.
"Ra guno Kar ( gak berguna Kar) " Kata Linda.
"Lha emang kenapa? " Tanya Sekar.
"Leah itu bisa bela diri, yang ada, ajudan mu ini semu K.O ,biar aku aja yang pikirin caranya" Kata Linda.
__ADS_1
Sekar memang belum tau segala nya tentang Leah, yang ia tau hanyalah memisahkan mereka berdua, dan mendapat lan cinta Ruchan untuk selamannya. Dan setelah Leah pisah dengan Ruchan, Sekar akan membuat Linda juga menjauh dari Ruchan.
Sebaliknya dengan Sekar, Linda juga akan menyingkirkan Sekar saat Leah dab Ruchan sudah terpisah nanti. Mereka ini sama sama ular berkepala manusia (Astaghfirullah hal'adzim).
Suara adzan Subuh telah berkumandang, Ruchan membangunkan Leah untuk sholat subuh berjama'ah, kali ini Ruchan meminta Leah untuk. sholat subuh berjama'ah di rumah.
Seperti biasa, setelah sholat subuh, Ruchan memberi cahaya amalan agama kepada Leah.
"Hari ini tema nya apa Bi? " Tanya Leah.
"Cinta dan pengorbanan" Jawab Ruchan.
"Tuman deh tuman, Abi belum cerita kan? ,biasakan ya, kalau komentar itu di belakang sayang " Goda balik Ruchan mencubit pipi Leah.
"Ih Abi, kok pegang Mama sih, kan habis ini ngaji, hufft wudhu lagi dong, mana dingin lagi, di luar juga hujan" Kesal Leah.
Ruchan tertawa kecil, melihat istrinya yang bersikap manja seperti itu, membuat Ruchan semakin mencintainya.
"Ma, wudhu kan bisa di dalam, pagi ini gak usah ngaji ya, nanti aja ngaji nya setelah Duha, Pagi ini mau ada yang Abi sampein ke Mama "Kata Ruchan.
"Hal apa Bi? lebih penting dari ngaji kah? " Tanya Leah.
__ADS_1
"Ya gak ada yang lebih penting dari ngaji, kecuali sholat dan menghadap Allah Ma, ini soal kehidupan kita aja" Kata Ruchan.
"Cinta dan pengorbanan tadi? " Tanya Leah.
Ruchan mengangguk dan mulai berbicara.
"Ma, jika suatu saat nanti Abi meninggal duluan, Mama mau nikah lagi gak? " Tanya Ruchan.
Leah terkejut dengan pertanyaan Ruchan, kenapa ia tiba tiba bertanya hal yang membuat Leah takut seperti itu? ,dan raut wajah Ruchan yang kelihatan sedih. Leah pun menangis.
"Kok Mama malah nangis sih? " Tanya Ruchan.
"Abi gak fikir dulu sebelum menanyakan hal seperti ini? giamana perasaan Mama, gimana masa depan Ais, Abi tanya pertanyaan konyol tadi di fikir dulu gak?" Tanya Leah sambil menangis.
Ruchan memeluk Leah dengan sangat erat.
"Tapi semua orang yang hidup di dunia ini kan calon nya akan kembali ke sang pencipta, dan gak tau kapan waktunya tiba, entah itu nanti, besok, atau lusa kan gak tau Ma" Kata Ruchan.
"Ya harusnya gak usah tanya kayak gitu, Mama hanya mau nikah seumur hidup hanya sekali, hanya dengan Abi, kita kan udah janji mau bareng bareng menuju syurga nya Allah, Abi lupa? "Tanya Leah dengan tangisan yang membuat hati Ruchan sakit.
Tentang Cinta dan pengorbanan, Ruchan tidak bodoh, bukan demi cinta ia harus pergi, namun demi semuanya baik baik saja, ia harus melakukan pengorbanan itu, dimana diluar sana, Sekar dan Linda merencanakan pembunuhan untuk Leah. Ruchan harus berada di posisi Leah sebelum Leah mendekat ke mereka, Ruchan memang membutuhkan Leah, mencinta Leah, namun Aisyah lah yang paling membutuhkan Leah.
__ADS_1