
Setelah semua selesai belajar, Ruchan mengajak semua anaknya untuk istirahat.
"Sebelum tidur kalian minum susu dulu yaa, Mama ayo bagikan " Kata Ruchan.
"Setelah itu, kalian tau kan?? " Tanya Leah.
"Gosok gigi " Jawab Aisyah.
"Wudhu" Kata Akbar.
"Terus, Kabir! selanjutanya? " Tanya Ruchan.
"Baca doa sebelum tidur, dan matikan lampu sebelum tidur" Jawab Kabir.
Akbar dan Si Kembar di antar Abinya ke kamar untuk tidur, sedangkan Aisyah di temani oleh Leah, mereka sudah di pisah tempat tidur. Mengenai Akbar bukan Mahrom Aisyah, jadi di biasakan sudah tidur terpisah sejak kecil, bahkan kadang Aisyah juga tidur di pesantren dengan Mbak Mbak Santri di sana.
Aisyah pun juga sudah di beri penegertian tentang batasan dan larangan oleh orang tuanya.
"Ayo semua tidur yaa, baca doa dulu, biar tidur kita di lindungi oleh malaikat Allah, Ayo Syakir pimpim doa" Kata Ruchan.
"Kok Syakir sih Bi? " Tanya Syakir.
"Terus siapa? kemaren udah Kabir, besok baru Abang" Kata Akbar.
"Iya deh. Bismika Allahumma Ahya Wabismika Amuut"
Ruchan pun meninggalkan mereka bertiga untuk tidur, Ruchan tak sengaja mendengar percakapan Leah dan Aisyah ketika berjalan melewati kamar Aisyah.
"Ma, Kakak boleh tanya gak? " Kata Aisyah.
__ADS_1
"Tanya apa Kak? " Tanya Leah.
"Mama tau Abigail kan? yang tadinya Kristen masuk islam? " Kata Aisyah.
"Iya tau, kenapa? " Tanya Leah.
"Sebenarnya ini masalah orang dewasa Ma, tapi Kakak penasaran aja. Emm perce, cera, perce rai yan itu apa sih Ma? " Tanya Leah.
"Perceraiyan? " Kata Leah.
"Iya, apa itu? " Tanya Aisyah.
"Itu berarti perpisahan tanpa maut? " Jelas Leah.
"Maut kan meninggal ya, berarti mereka berpisah tanpa Allah dong" Kata Aisyah.
"Abigail juga sering nangis saat istirahat, di bilang Mama Papanya sering bertengkar Ma, dan Papa nya juga bilang kalau dia gak sayang sama Abigail" Sambung Aisyah
"Kakak?!, Fikiran Kakak belum sampai jika masalah seperti itu, gini aja, Kakak beri semangat buat Abigail, bilang kepadanya tidak ada orang tua yang tidak sayang sama anak sendiri. Sama seperti Om Sandy. Meskipun Abang di rawat Abi sama Mama di sini, tapi di sana Om Sandy tetap menyayangi Abang, masih komunikasi juga, ngasih uang jajan kepada Kakak dan Si Kembar, udah ya bobok sekarang" Jelas Leah.
"Tapi Ma?! " Kata Aisyah ngeyel.
"Kamu itu. Mirip banget sama Abi. " Kata Leah menyentuh hidung Aisyah.
"Ya udah deh, Mama sana gih, Kakak mau bobok dulu, Assallamualaikum Ma" Kata Aisyah.
"Idih ngusir, Wa'alaikum sallam, jangan lupa berdoa" Kata Leah keluar dari kamar Aisyah.
Leah pun bertemu dengan Ruchan do depan pintu kamar Aisyah.
__ADS_1
"Abi!! bikin kaget aja ih" Kata Leah.
"Abi kangen sama Mama" Goda Ruchan.
"Tiap hari ketemu juga" Kata Leah.
"Ya, dikamar maksudnya" Kata Ruchan malu malu.
Leah menyipitkan matanya, dan ia berjalan ke kamar di ikuti oleh Ruchan di belakangnya. Sesekali Ruchan menggoda Leah dengan mencolek nya.
"Malam ini yaa, besok Mas Sandy datang kan? kita mana bisa berdua kayak gini kalau ada Mas Sandy" Kata Ruchan.
"Ihh Abi nakal deh, emm bener nih, jangan jangan kayak sebelumnya, udah mau cuss Abi ragu karena masih belum inget kalau Abi juga yang bikin Mama nglahirin si Kakak dan Si Kembar. " Kesal Leah.
"Kali ini gak deh, yaaa " Tangan Ruchan mulai nakal menyentuh Leah.
Dan hal itu benar benar terjadi malam itu, setelah 5 tahun keraguan Ruchan akan menyentuh Leah kini telah ia lakssnakan. Leah sangat bahagia, suaminya sudah ingat dengan segala hal yang terjadi dulu, walau belum sepenuhnya.
✳✳✳✳
Subuh menyambut pasangan yang selesai bercinta itu, setelah selesai mereka mandi wajib dan sholat subuh, terdengar seseorang mengucap salam dan mengetuk pintu.
"Assallamualaikum "
"Wa'alaikum sallam, Kak Sandy? Pagi banget?? Ayo masuk" Kata Leah.
"Anak anak belum bangun?? " Tanya Sandy.
"Ya kali mereka belum bangun jam segini, Abinya marah lah, mereka lagi subuhan" Kata Leah.
__ADS_1
Tak lama terlihat Akbar yang berjalan di tutup matanya oleh Kabir, mereka ingin memberi kejutan kehadiran Sandy kepada Akbar. Karen hanya Akbarlah yang tidak tau kalau pagi itu Papanya akan datang untuk menemuinya.