Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Aisyah


__ADS_3

Leah terus memandangi suaminya dari kejauhan, keguman Leah begitu besar terhadap Ruchan, mamanh Ruchan bukan tipe laki laki yang Leah idamkan, namun Ruchan sosok laki laki yang mampu membuat dirinya berubah menjadi semakin baik..


Memang Leah beluk bisa mantap berhijab, masih buka tutup. di rumah, namun ia sangat berusaha untuk bisa mengimbagi saat berjalan dengan suaminya.


Ais terbangun dan suaranya yang lucu membuat Ruchan menoleh. Ruchan tersenyum melihat Leah dan Ais, ia pun mendekat.


"Assallamualaikum calon hafidzah" Salam Ruchan mencium Aisyah.


"Waalaikum sallam Abi " Salam balik Leah.


"Mama kok di sini sih, ini kan madrasah santri cowok, gak baik ah, mereka bukan muhrimnya Mama, akan jadi dosa jika mereka memandang Mama lama lama" Kata Ruchan.


"Astagfirullah hal'adzim iya Mama terbawa suasana, jadi lupa kenapa lama lama di sini, ya udah Mama pulang dulu ya Bi, Assallamualaikum " Kata Leah buru buru.


"Waallaikum sallam warahmatullahi wabarokatuh " Ruchan tersenyum, betapa lucunya istrinya itu, kenapa ia lewat di area khusus santri laki laki, bahkan jalan yang menuju rumahnya lebih dekat jika lewat aula, tengah tengah dari area santri perempuan.


Sampai di rumah, Leah melihat Sandy tertidur di sofa, bukannya membiarkan Kakaknya istirahat malah mengganggunya dengan meletakka Aisyah di dada Sandy.


"Om bangun, Aisyah mau jajan " Kata Leah.


Sandy terbangun kaget karena tangan mungil Aisyah mengorek ngorek mulut Sandy.

__ADS_1


"Eh kesayangan Om, selamat pagi cinta "Kata Sandy.


"Siang !! Pagi dah lewat, kalau Kakak ngantuk tidur di kamar, kamar Ais juga boleh " Kata Leah.


"Siapa bilang Kakak ngantuk, orang mau main ama Ais kok ya, yuk ke kamar Ais aja "Kata Sandy.


"Kakak udah makan belom? " Tanya Leah.


"Masih nanya lagi, Kakak pagi pagi dah sampai sini tau, mau makan dari mana? " Tanya Sandy yang sedang bermain dengan Aisyah.


"Ya kali aja, Leah masak dulu ya, jagain Ais " Kata Leah.


"Emmm "


Sementara untuk yang masih kritis sudah ada perubahan membaik, Iksan juga merasa kasihan jika semua beban di tanggung supir dumptruck, akhirnya semua biaya perawatan santri yang masih di rawat di tanggung Pesantren, mengingat santrinya dari keluarga yang kurang beruntung.


Sedangkan biaya ambulance dan kematian di tanggung supir dumptruck dan Leah yang di biayai Sandy.


"Assallamualaikum "Kata Ikhsan menelfon Sandy.


"Wa'alaikum sallam, ada apa bro? "

__ADS_1


"kamu masih di Pesantren ?" Tanya Ikhsan.


"Masih, ini lagi momong Ais, aku pulang nanti sore, ada apa? masih butuh ambulance kah? "


"Ah tidak, bantuan kamu sudah cukup, sebenarnya aku bisa mengurus semuanya, jadi merepotkanmu" Kata Ikhsan.


"Ruchan adikku juga kan? benar aku selalu sinis sama dia, tapi kam aku hanya main main saja, santai saja, ini semua juga demi adik kesayanganku, lagi hamil juga, heehe biar nanti hamil lagi sampai anak nya 11 hahahaha"


"kamu tetep gak berubah bro, uang berapapun untuk siapa aja kamu royal, apa gak eman? " Tanya Ikhsan.


"Uang gak sebanding dengan kebahahiaan bro, selagi aku masih sehat yaaa aku bisa cari uang lebih banyak to hahaha udah dulu ya, ini Ais mau ngrebut hpnya assallamualaikum " Tutup Sandy


"Waalikum sallam warahmatullahi wabarokatuh "Salam Ikhsan.


"Mas Sandy orang yang sangat baik ya Mas, mau membantu kita, padahal keuangan Pesantren kita juga ada kalau buat ngurus semua ini "Kata Arifin.


"Iya begitulah Sandy, dari jaman kuliah bersama, sifat nya gak pernah berubah, tapi kalau dengan Leah di sangat sayang, bahkan aku gak nyangka kalau Sandy menerima Ruchan jadi adik iparnya. "Kata Ikhsan.


Di Pesantren.


Leah mendengar percakapan Kakaknya di telfon dengan Ikhsan, ia tak menyangka Kakaknya akan sebaik ini demi suaminya, padahal Sandu selalu saja cuek dengan Ruchan, ternyata semua itu hanya guraunya. Leah bangga memiliki Kakak seperti Sandy.

__ADS_1


Perlakuan Sandy ke Ais pun juga istimewa, bagaiman cara Sandy ngajak ngobrol Ais, ngajak main, sangat telaten, terus saja cium pipi kanan kiri ke keponakannya. Leah hanya bisa bersyukur, mungkin Ais tidak akan pernah merasakan indahnya bermain dengan Kakek Neneknya, namun suatu saat nanti akan cerita dengan semua orang, bahwa saat kecil memiliki Paman seistimewa Sandy.


__ADS_2