
Wiu wiu wiu
Suara ambulance membawa Leah ke rumah sakit, Leah langsung di bawa ke ruang bersalin, di sana sudah ada beberapa perawat dan Dokter Rio.
"Maaf Dok, Dokter silahkan tunggu di luar, hanya satu orang yang boleh menemani bersalin. " Kata salah satu seorang Perawat.
Di luar, Sandy sangat gelisah, mengingat kalau Leah tidak bisa tahan dengan rasa sakit. Sandy terus berdoa untuk kelancaran bersalin nya Leah.
Di dalam ruang bersalin Ruchan sedang menenangkan Leah yang sedang kesakitan, karena tubuh Leah agak lemah, Perawat menginfus Leah, memeriksa detak jantung Leah dan Anaknya.
Terlihat Ruchan menangis melihat Leah dalam keadaan seperti itu, karena jarum infus balik terus, akhirnya harus berkali kali tusuk tusuk jarum.
"Sakit Mas, aku mau mati ini, aku mau mati.. " Teriak Leah.
"Istighfar Dek, Astaghfirullah hal'adzim, ayo berjuang, anak kita mau lihat dunia Dek, Adek pasti kuat.. " Kata Ruchan
"Astaghfirullah hal'adzim ,Jika adek mati, Adek gak rela jika Mas nikah sama Linda, huhuhu Astagfirullah hal'adzim.. " Kata Leah denga. nada menahan sakit.
"Adek fokus aja ke anak kita ya, ayo Istighfar, Astaghfirulloh hal'adzim.. " Kata Ruchan.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal'adzim.. aw sakit Mas, " Kata Leah menggigit tangan Ruchan hingga berdarah.
"Kepala nya udah kelihatan Bu, biar saya bantu mengejan ya, satu dua dorong, iya bagus, satu kali lagi yuk, satu dua tiga dorong... "Arahan Dokter.
Leah mengejan sesuai arahan Dokter dan mengenggan erat tangan Ruchan.
"Sekali lagi ya Bu, ayo... "Kata Dokter.
"Dari tadi sekali lagi terus?? Sakit tau Dok.. " Kata Leah.
Leah terus mengejan, sampai akhirnya..
" Oek oek oek.. "
"Ini ibu langsung di susui ya, selamat, bayi Ibu cantik sekali, lahir dengan selamat dan sehat.. " Kata Dokter.
Sesuai agama Ruchan, Ruchan pun langsung mengadzani anaknya, anaknya yang dari tadi menagis, mendengarkan adzan Ruchan menjadi diam dan tenang.
Setelah selsai, Ruchan memberikan kepada Leah untuk menyusui.
__ADS_1
Leah menangis, haru, bahagia, ia teringat akan alamahrumah Mama nya, beginikah perjuangan menjadi Mama, sangat sulit, tak mudah, nyawa taruhanya.
Selintas Leah teringat Umi, bagaimana bisa dia membuang darah dagingnya sendiri.
Di luar Sandy mendengar suara bayi menangis sangat kencang pun bahagia, keponakan nya lahir.
"Dokter, bagaimana? " Tanya Sandy.
"Selamat bro, paman? Adikmu dan anaknya sehat sehat saja, oh ya, besarin ponakan lu buat gue ya, cantik ponakan lu.. "Goda Dokter.
"Alhmdulillah, bisa aja lu, sunat dulu baru jadi ponakan menantu gue... gue masuk ya,.. " Kata Sandy.
"Eh eh, sabar donk, cie Paman baru, biar Adikmu di jahit dulu, dan di bawa ke ruang inap, anaknya juga biar di mandiin dulu, ini baru di susui dini. " Jelas Dokter.
"Gak usah di ingetin gue juga tau.. " Kata Sandy.
"Lu kan Dokter jantung bro hahaha" Goda Rio.
"Sialan lu, " Kata Sandy.
__ADS_1
Di dalam, Ruchan terus mencium Leah dan anaknya, rasa syukur yang sangat buat untuk Allah dari Ruchan, Putri uang selama ini ia nantikan dan di idam idamkan. Ya, Ruchan sangat ingin memiliki seorang putri, Entah apa yang di ingkinkan Ruchan, kebanyakan Ayah menginginkan anak pertama nya laki laki, namun Ruchan sangat menginginkan anak perempuan.
Dia bilang ke Leah, Anak perempuan itu syurga nya seorang Ayah jika orang tua benar benar dalam mendidiknya, tabungan untuk 'amal dan pertolongan Leah dan Ruchan di akhirat nanti.