Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Keputusan


__ADS_3

Sore hari menjelang ashar, Ruchan pulang, ia melihat Sindi berada di ruang tamu.


"Assallamualaikum. "


"Wa'alaikum sallam warahmatullahi wabarokatuh, Ustad Ruchan sudah pulang? " Tanya Sindi.


"Leah kemana? dari tadi aku gak lihat dia, karena aku mencoba menjelaskan apa yang terjadi dengan Mas Ikhsan. " Kata Ruchan.


Sindi menceritakan apa yang tengah Leah rasakan, tentang Umi Desi yang akan mencelakai calon bayinya, Sindi takut, Leah akan stres dengan keadaan ini, Sindi pun minta pendapat, bagaimana kalau Leah melahirkan di Jakarta.


Rucahan tidak setuju akan itu, menurutnya, jika Leah berada di sisi Ruchan, Leah dan calon bayi nya akan aman baik baik saja. Sindi pun tak bisa membantahnya lagi, bagaimana juga, Ruchan lah yang lebih berhak atas Leah.


🌛🌛🌛🌛🌛


Suasana malam hari sangat cerah, Leah duduk duduk sendiri di taman Pesantren yang indah, banyak bunga bunga, hiasan hiasan cantik, tanaman bonsai juga ada.


Bintang bintang pun memanjakan mata Leah, suara para santri bersahut sahutan mengaji pun membuat hati Leah tenang. Ah... Indahnya kehidupan di Pesantren.

__ADS_1


Tak sengaja Umi melihat Leah yang sedang duduk termenung di taman, ia memiliki satu ide untuk membuat Leah kehilangan anaknya, karena dalam fikirnya, Leah lah yang sudah membuat Linda kabur, dan batal memjadikan Linda sebagai istri Ruchan, dan menguasai Pesantren ini, karena menurut semua orang, harta Pesantren ini sangat lah banyak.


Umi masuk ke dalam dapur dan membuat kue untuk Leah makan, namun dalam kui itu Umi campuran obat peluntur janin, Ita yang mengetahui itu pun terus mengetahui.


"Umi sedang membuat kue, buat siapa? bukan kah Kyai gak boleh makan yang manis manis kayak aku ya, emm dan itu di taburin apa? wah jangan jangan racun lagi.. " Gumam Ita.


Umi pun memanggil salah satu santri yang sedang lewat di dapur, Umi memintanya untuk memberikan kue itu kepada Leah yang sedang duduk sendirian di taman.


Ita pun kaget, dia berfikir pasti mau mencelakakan Leah, Ita langsung berlari menemui Leah, dan tak sengaja menabrak Sindi.


Brukk...


"Ita!! Motomu mbok selehke ndi, ?( Ita!!!, Matamu kamu taruh diman?) "Tanya Sindi yang ketika itu membawa buku sangat banyak.


"Uis uis, kui ra penting, Leah Sin, Leah. " Kata Ita sambil menunjuk ke taman.


"Ada apa dengan Leah,? "Tanya Sindi.

__ADS_1


Ita pun langsung lari untuk mencegah Leah makan kue itu, Sindi yang bingung pun akhirnya mengikuti Ita, benar !! Santriwati itu sudah berada di depan Leah, dan mencoba menawarkan, Ita pun langsung merebut dan memakan semua kue itu. Sindi dan Leah pun bingung dengan perilaku Ita.


"Ta, kamu kenapa sih? "Tanya Sindi.


"Ita..." Panggil Leah.


Ita pun tak menghiraukan Leah dan Sindi, dan terus memakan kue yang berada di mangkuk itu sampai habis tak tersisa.


"Hooiiik Alhamdulillah, cepat bawa kembali kedapur, dan bilang ke Umi kalau kue nya sudah habis di makan Leah.. " Kata Ita sambil mendorong dorong santriwati itu.


"Tapi mbak, ini buat mbak Leah lho,.. "Kata Santriwati itu.


"Bilang aja dimakan Leah, kamu mau saya kasih nilai C besok? " Ancam Ita.


Santriwati itu pun mengangguk dan pergi.


"Susu, aku minta susu itu, buruan " Kata Ita sambil menunjuk susu yang ada di samping Leah.

__ADS_1


Leah dan Sindi masih diam, heran melihat tingak Ita. Ita pun menceritakan tentang apa yang di lihat nya, saat Umi berada di dapur, dan tentang kue itu.


__ADS_2