
Siang itu, Dokter Rio berpamitan kepada tuan rumah dan Leah, ia ada panggilan mendadak, Intan pun mengajak Arifin untuk jalan jalan, walau gak keliling Singapura, dan Arifin menyetujuinya.
Begitupun dengan Ruchan dan Kyai Mahfud serta Sandy juga sedang keluar untuk membeli peralatan bayi, dan stok makanan untuk dua hari kedepan, karena orang tua Ruchan akan menginap selama dua hari.
Ibu dan Saudari tiri Leah sudah berpamitan dari tadi, mereka sudah gatal untuk berbelanja dan pamer kepada teman teman nya di Jakarta. Terlihat Farhan yang sedang menemani Leah dan berbincang bincang.
Dan Umi memulai aksinya, untuk mengancam Leah
. (Jahat kali kau Umi).
"Em nak Farhan, Umi boleh minta tolong gak? " Tanya Umi.
"Boleh kok Umi "Jawab Farhan.
"Tolong buatin Umi Teh ya, jangan lupa masukkin es batu, terimakasih "Kata Umi.
"Oh iya Umi siap" Kata Farhan.
__ADS_1
Saat Farhan pergi ke dapur, Umi mendekati Leah dan mulai membuat Leah tertekan, niat Umi sih yang ingin membuat Leah tertekan dan stres, dan takut mau pulang ke Jogja. Namun Leah tak selemah itu, dia gadis kota, mantan anak nakal juga, satu orang seperti Umipun tak ada apa apanya untuk Leah.
"Apa kabar menantu kesayangan ku.. " Tanya Umi.
"Sangat baik, apa lagi saat lihat Umi ada di sini, Leah sangat bersemangat " Jawab Leah.
"Kenapa bersemangat? Saya tegaskan sekali lagi ya, hanya Linda yang pantas menjadi istri dan ibu dari anak anak Ruchan nanti, sebaiknya kamu tidak usah pulang. " Kata Umi mengancam Leah.
"Hahahaha Umi, melihat Umi seperti ini, membuat Leah makin bersemangat untuk mengungkap siapa Umi sebenernya, ayo Umi, katakan sekali lagi, ancaman Umi selanjutnya.. " Kata Leah.
"Dasar anak kurang ajar, lihat saja nanti, jika kamu berani pulang tiga bulan ke depan? Awas saja, kamu dan anakmu gak akan hidup tenang.. "Ancam Umi
Farhan pun kembali dari dapur, dan memberikan teh yang di minta buat Umi.
" Ini Umi tehnya, monggo " Kata Farhan.
Umi mengambil dan langsung pergi, duduk di sofa tamu. Dengan wajah sinis nya Umi, Farhan langsung bisa menebaknya.
__ADS_1
"Wajah Umi kayak Ibu Tiri, kenapa dia? " Tanya Farhan.
"Eh gitu gitu juga Umi mu kan? dah di rawat dari kecil juga, gak sopan tau.. " Goda Leah.
"Mmmm iya iya, Bener juga sih, ahhh andai aja kalau orang tua ku masih ada.. " Gumam Farhan.
"Ustad,
"Emm..
"Tiga bulan kedepan ada acara gak di Pesantren? " Tanya Leah.
"Ada dong, acara Peresmian gedung baru, buat aula sih, emang kenapa? " Tanya Farhan balik.
"Bisa gak bantu aku.. " Kata Leah.
" Buat Kakak ku ini, apa sih yang gak bisa, kenapa emang? " Tanya Farhan.
__ADS_1
Rencana Leah harus terlaksanakan setelah hari penyambutannya di Pesantren, ia ingin membongkar semua rahasia Umi, dan membuat Umi jera, Kyai harus tau dosa apa yang telah Umi lakukan, benar Leah bukan orang yang sesuci dan semurni Maryam, namun ia harus bisa berjuang demi keadilan. Tak adil untuk Ibu Kandung Ruchan, tidak dendam, namun hanya untuk membuatnya jera, agar tak lagi memiliki rencana jahat untuk kedepannya, tak ada niat untuk membuatnya menderita, namun niatan untuk membuat agar menjadikannya wanita yang baik, karena dia seorang Ibu dan seorang panutan.
Rencana Leah dan Farhan adalah, membongkar dengan rekaman suara Ibunya Sindi, dan mengundang Ibunya Sindi di acara itu, tentu saja dengan persetujuan Sindi, hal ini juga akan di bicarakan oleh Ruchan, Arifin dan Sindi nanti, agar tidak menimbulkan masalah.