
"Innalillah " Seru Ruchan.
"Abi, Abi kapan pulang? Maaf Mama ketiduran " Kata Leah panik.
"Assallamualaikum "
"Wa'alaikum sallam" Leah mencium tangan Ruchan.
"Kalau Mama capek, ngantuk, tidurnya di kamar yuk, kasihan Akbar hampir aja jatuh loh, biar Abi yang gendong Ais ya, pindah ke kamar" Kata Ruchan dengan nada yang lembut.
Leah dan Ruchan membawa Ais dan Akbar ke kamar untuk di tidurkan, mereka gampang sekali tidur, dan tidak terbangun saat di pindah ke kamar.
"Mama udah makan? " Tanya Ruchan.
"Belum" Jawab Leah menggeleng kepala.
"Udah sholat belum? " Tanya Ruchan lagi.
"Belum juga" Jawab Leah murung.
Ruchan tersenyum, mengusap kening Leah dan menciumnya.
__ADS_1
" Mama sholat dulu ya, Abi siapin makan siang untuk kita, sana sholat dulu, Mandi biar seger" Kata Ruchan.
"Iya Bi" Jawab Leah.
Leah pun mandi, lalu sholat dzuhur. Setelah Leah selesai sholat, ia pergi ke dapur, melihat Ruchan yang sudah menunggunya dia sana.
"Waah apa ini Bi, rujak? " Tanya Leah.
"Iya, tadi pagi Abi gak sengaja denger Mama pengen rujak, nyari nya susah karena gak tau tempatnya, jadi pulang nya telat, Maaf ya gak bantuin Mama kemas rumah dan urus anak anak" Kata Ruchan.
"Gak papa kok Bi, Mama ikhlas kok, makasih lhoh rujaknya, Abi juga masak? " Tanya Leah.
"Iya, Mama makan nasi dulu, sama sayuran dan lauknya, setelah itu baru makan rujaknya" Kata Ruchan memberikan sepiring nasi lengkap dengan sayur dan lauk. Di samping piring juga ada segelas jus alpukat yang dibuat sendiri oleh Ruchan tanpa di blender.
Jam menunjukan 2 siang, sebenarnya Ruchan tidak tega meninggalkan Leah di rumah sendiri mengurus dua bayi, dan dia juga sedang hamil. Namun ia harus datang di acra pertemuan penting yang tidak bisa di tinggalkan, dan sorenya ia harus ngajar di TPQ menggantikan Arifin.
"Ma, Maafin Abi ya? maunya sih mau ikut ngurusin Ais sama Akbar, tapi kali ini Abi harus ikut Mas Ikhsan, siapa tau di sana Abi mengingat sesuatu kembali gimana? " Tanya Ruchan.
"Ya gak papa Bi, Mama mah strong nih, tahan banting, Abi pergi aja gak papa" Kata Leah.
"Gak papa? " Tanya Ruchan.
__ADS_1
"Apa ndak ikut aja? tapi di sana nanti bosen, jenuh malah repot, eh gak repot sih wong ya bawa istri tercinta heheh tapi takutnya anak anak yang jenuh" Kata Ruchan.
"Abi pergi aja gak papa, Mama bisa kok urus mereka sendiri, tenang aja" Kata Leah meyakinkan Ruchan.
"Ya udah ya, kalau gitu Abi pamit dulu, Abisin rujaknya " Kata Ruchan.
"Assallamualaikum " Salam Ruchan seraya mengecup kening Leah.
"Abi, jangan kening mulu dong " Kata Leah.
Ruchan pun mencolek sambal rujak dan meleletkannya di bibir Leah dan menjilatnya, kini mereka mulai ciuman, ketika Ruchan akan menyudahi ciuman itu, Leah pun menahannya dengan gigitan kecil di bibir bawah Ruchan.
"Aw, Mama genit ah, luka bibir Abi" Kata Ruchan yang melepaskan ciuman itu, karena Leah mengigit bibirnya.
"Suruh siapa hilang ingatan gak juga sembuh, Mama kan butuh Abi Bi? " Kata Leah kesal.
"Nanti malam ya, " Goda Ruchan.
"Beneran? " Tanya Leah.
"Abi pamit dulu Assallamualaikum " Kata Ruchan mengecup kening Leah dan Leah mencium tangan Ruchan.
__ADS_1
Ruchan ingin sekali bisa mengingat akan cinta nya kepada Leah yang sempat hilang untuk bisa menjalani kehidupan rumah tangga secara normal, karena dari sadar ketika sakit, sampai sekarang, Ruchan belum juga menyentuh Leah lagi.