
Ruchan mendekat ke Leah.
"Mas kayaknya kita perlu bahas ini deh.. " Kata Leah.
"Bahas apa sih Dek, Mas ada kelas ini mau ngajar. " Kata Ruchan.
"Bentar aja, dengerin Adek dulu.. " Kata Leah.
"Ya udah, Mas dengerin, ada apa istriku sayang.. " Tanya Ruchan.
Leah pun menceritakan tentang kejadian waktu di kamar mandi wanita tadi, Ruchan awalnya masih ragu jika itu perbuatan Umi, untuk apa Umi melakukan hal yang sekeji itu, karena bagaimana pun juga, bayi yang di kandungan Leah adalah cucu nya juga.
Leah meminta izin untuk Ruchan mengizinkan Leah melahirkan di Jakarta. Namun Ruchan tetap bersikeras tidak mengijinkan.
"Adek cukup ya, kok jadi gini sih, pokokknya di manapun Mas berada, Adek juga harus di situ... "Kata Ruchan.
"Tapi Mas, ini semua demi kebaikan kita semua, Mas jangan egois dong.. " Kata Leah.
"Mas gak egois dek, sekarang gini deh, Mas kan ada di sini, kenapa kamu harus di Jakarta, sedangkan di Jakarta itu cuma ada Ibu dan saudara tiri Adek, dan Mas ini adalah Suami Adek, yang lebih berhak dari siapa pun juga " Kata Ruchan dengan nada tinggi.
"Mas jahat!! "Kata Leah.
__ADS_1
Leah pun langsung pergi, Leah berfikir, entah apa yang ada di fikiran Ruchan hingga dia yang biasanya bicara dengan Leah sangat lah halus dan lembut, dan kenapa pagi ini dia emosi sperti itu, bahkan menaikan nada bicaranya.
Ketika Leah sedang memasak di dapur, tiba tiba perutnya merasakan sakit, awalnya Leah tidak mempedulikannya, namun semakin lama, semakin sakit, Leah pun menelfon Ruchan, namun tidak di angkat oleh Ruchan, berkali kali Leah telfon pun sama sekali ridak di angkat oleh Ruchan.
Lalu, Leah pun menelfon Sindi Tak butuh waktu lama, Sindi pun datang, padahal pagi itu Sindi ada kelas untuk mengajar anak paud.
Saat Sindi masuk ke rumah Leah, Sindi mendengar Leah menjerit kesakitan.
"Aduh sakit... " Jerit Leah.
"Le? Kamu di mana? "Kata Sindi.
"Di dapur Sin.. " Kata Leah dengan nada menahan sakit.
"Astagfirullah hal'adzim Le? Kamu kenapa? " Tanya Sindi panik.
"Gak tau Sin, tiba tiba perut aku sakit" Kata Leah.
"Aku bawa kamu ke dokter kandungan ya.. Ayo hati hati, berdirinya. Bismillah hirrahmanirrahim nirrahim.. " Simdi membantu memapah Leah.
10 menit berlalu, Leah dan Sindi sampai ke dokter kandungan, waktu itu pasien tidak terlalu banyak, jadi Leah pun langsung bisa masuk.
__ADS_1
"Dokter, bagaimana kandungan Leah? "Tanya Sindi.
"Ini masih bisa di atasi bu, Ibu hamil itu jangan sampai stres, harus dalam kondisi yang selalu stabil, tolong juga di jaga pola makannya ya, karena Si Ibu dalam keadaan lemah, harus benar benar si jaga stamina nya ya " Kata Dokter.
"Tapi anak saya gak papa kan Dok?? " Tanya Leah.
"Alhamdulillah baik baik saja, Janin ibu sangat kuat, sekarang memasuki usia 10 minggu, saya kasih vitamin ya, di minum secara rutin, dan iya jangan sampai stres lagi.. " Jawab Dikter
Di perjalanan pulang, Sindi mengajak Leah makan soto di warung langganan nya, dan Sindi berusaha meyakinkan Leah untuk melahirkan anaknya di luar Pesantren yang jauh dari Umi Desi.
"Le? kamu harus segera buat keputusan.. Umi itu makin kesini makin menggila, satu dua kali gagal, pasti besok besok lagi pasti ngrencanain hal lain lagi.. dan denger denger, Linda sudah kembali. " Kata Sindi.
"Linda kembali? Kalau Linda aja kembali, gimana jadinya kalau aku ninggalin Mas Ruchan di sini, makin bebas dong deketin Mas Ruchan nya. " Kata Leah.
"Tapi Le? pikirin anak kamu, soal Umi sama Linda bisa aku tangani dengan Ustad Farhan dan Ita. " Kata Sindi.
Leah terdiam, memikirkan kata kata Sindi.
"Le? aku gak mau nakut nakuti kamu, maupun membuat kamu pisah sama Ustad Ruchan, tapi aku lakukan ini demi anak kamu, demi kebaikan kita semua. Kamu harus segera buat keputusan, dan iya, Mas Sandy sudah mengetahui hal ini. " Kata Sindi.
"Apa?! Kamu beritahu Kak Sandy, kamu gak mikir gimana dengan Kak Sandy? " Tanya Leah marah.
__ADS_1
"Le? tenang dulu dong, Mas Sandy terus menerus menayakan kamu, dia selalu bilang perasaanya gak enak tentang kamu. Le? Mas Sandy itu sangat sayang sama kamu, harusnya dia orang kedua yang kamu beritahu tentang kehamilan kamu ini setelah Ustad Ruchan, dan tentang Umi dan Linda yang sering buat masalah sama kamu... " Jelas Sindi.
Leah pun menangis, dia sangat merasa bersalah kepada Kakaknya, apapun yang terjadi, Sandy lah Ayah kedua bagi Leah. Sandy lah yang selalu membahagiakan hati Leah.