
1 bulan berlalu, kandungan Leah menuju hpl, tinggal menunggu siang malam saja, begitupun dengan Ruchan yang masih berada di Singapura hanya untuk menemani Leah lahiran.
Suara adzan subuh di hp Ruchan pun bunyi, Ruchan segera bangun dan bersiap sholat subuh, Ruchan oun membangun kan Leah untuk sholat berjama'ah.
Leah terbangun, dan beriap siap sholat subuh, Ruchan dan Leah sholat subuh berjama'ah, mengaji bareng, dan mendengar Ruchan Tausiyah sebentar.
Mendengar suara Ruchan yan lembut, membuat Leah merasa nyaman, memang Ruchan bukan yang sempurna, namun selama ini, Ruchan adalah laki laki yang baik untuk Leah, bertanggung jawab, menyayangi dan mencintai Leah dengan tulus, Mungkin jika Leah dulu tidak menerima perjodohan ini, entah bagaimana nasib Leah di masa mendatang Entah itu dengan laki laki sebaik dan sesholeh Ruchan, atau tukang selingkuh seperti Viko.
Ruchan sadar jika Leah terus memandangi nya, Ruchan mengecup bibir Leah dengan cepat, biasanya Leah marah saat Ruchan mencium bibirnya secara tiba tiba, namun kali ini Leah membalas ciuman Ruchan dengan sangat nakal.
"Adek, lagi hamil juga, hati hati dong.. " Kata Ruchan.
"Pengeeen "
"Mas mana berani, perut Adek segede ini.. Di tahan ya, sampai nanti selesai nifas.. " Goda Ruchan.
"Ah lama, Gak mau, Mau nya sekarang.. " Kata leah.
" Mas bener gak berani ini Dek, kalau ada apa apa sama anak kita gimana... " Kata Ruchan.
__ADS_1
"Kak Sandy.... " Teriak Leah.
"Sttt, iya iya ayok, tapi jangan teriak ya... " Kata Ruchan menyanggupi permintaan Leah.
"Gitu donk... "Kata Leah.
Ruchan menuntun Leah di temoat tidur, dan menidurkan perlahan lahan, Ruchan berdoa dan meniup rambut Leah.
Daaannn.........
🌞🌞🌞🌞
"Lele? Ruchan, bangun dah siang, kebo juga nih mereka, sarapan dan siap ini, temenin Kakak satapan donk... " Kata Sandy.
"Iya Kak, Bentar Leah mandi dulu. " Jawab Leah.
Tak lama setelah itu, Ruchan dan Leah pun keluar juga dari kamat, terlihat Sandy sudah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, Sandy memang menyayangi Leah, setiap pagi, Sandy lah yang selalu membuat sarapan untuk Leah.
(Kakak Ku banget itu dulu)
__ADS_1
"Kalian berdua sarapan dulu, Le lihat ini, ini dari sahabat sahabat kamu di sini, buka gih, paling juga peralatan bayi, " Kata Sandy memberikan bingkisan kado yang sudah ada di depan rumahnya.
"Wah Alhamdulillah kalau gitu, Leah juga belum beli perlengkapan bayi, semalam sih mau jalan jalan hari ini buat beli peralatan bayi, ya Mas" Kata Leah.
"Kalian gak usah beli, ok, Kakak yang akan beliin semuanya, lengkap, jangan nolak, diam saja, dan nikmati saja... " Kata Sandy.
Leah dan Ruchan menurut apa kata Sandy, sudah terlihat di wajah Sandy, kalau ia sangat bahagia menyambut kelahiran keponakannya.
Ketika Leah asyik makan, tiba tiba Leah merasakan sakit pada perutnya, dan mengalir cairan dari dalam.
"Aduh, Mas, Kak, Sakit aw.. "Jerit Leah kesakitan.
"Dek, kami kenapa, mana yang sakit. " Tanya Ruchan panik.
Sandy melihat cairan ketuban mengalir di betis Leah.
"Kita harus segera membawa Leah ke rumah sakit, Leah sudah pecah ketuban..." Kata Sandy.
"Bawa baju ganti Leah sekalian, dan iya, kamu terus ada di samping Leah ya.. " Sambung Sandy.
__ADS_1
Ruchan masuk ke kamar untuk membawa baju ganti untuk Leah, sedangkan Sandy yang memapah Leah menelfon Rio untuk siaga, karena Leah sudah pecah ketuban.