
Ketika Linda kabur, semua orang bertanya, kenapa Linda bisa kabur? dan kenapa. Umi Desi mencoba melindungi diri sendiri.
"Umi, dimana Linda? bukan kah ijab qobul akan segera di laksanakan? sebentar lagi masjid ini akan kami pergunakan acara lain Umi. " Tanya Ikhsan yang mewakilkan Abinya. Kyai Mahfud masih terbaring di kamar tidur, beliau shok mendengar apa yang terjadi kepada Ruchan dan Linda.
"Emm itu, Linda ya, dia.. di... dia sudah kabur.." Jawab Umi terbata bata.
"Kok bisa Umi? Kenapa? "Tanya Ikhsan.
"Dia bilang, dia gak enak dengan Kyai yang sudah membesarkan dia di sini, tapi malah dia melakukan hal yang membuat beliau sakit, dan dia juga gak tega dengan Leah. " Kata Umi.
Ruchan pun tersenyum lega, akhirnya pernikahan terpaksa ini gagal, namun Ikhsan sang kakak masih mendiamkan Ruchan. Entah apa yang telah Umi katakan kepada Ikhsan, hingga Ikhsan tak mau bicara dengan Ruchan.
Saat semuanya pergi melakukan aktivitasnya masing masing, Umi mendekati Leah yang tengah asyik berbincang dengan Sindi.
Leah yang sedang menceritakan kehamilanyan kepada Sindi pun akhirnya di ketahui oleh Umi, Umi kaget mendengar kehamilan Leah, ini akan menjauhkan rencana Umi untuk menguasai Pesantren.
__ADS_1
"Oh jadi kamu hamil Leah? "Tanya Umi yang sudah berada di belakang Leah.
"Umi, sejak kapan Umi di situ... " Kata Leah.
"Sejak kapan Umi di sini, itu ndak penting, dengar ya! Jangan karena kamu hamil, Umi tidak bisa bertindak jahat sama kamu, bahkan yang kamu kandung anak Ruchan pun Umi tidak peduli, hanya Linda yang boleh hamil anaknya Ruchan... " Kata Umi mengancam dan menunjuk perut Leah.
"Umi jangan gini dong, anak ini juga cucu Kyai, Umi gak boleh kayak gitu... " Kata Sindi.
"Kamu orang luar jangan sok ikut campur dengan keluarga Pesantren, dengar ya Leah, Umi akan buat anak itu tidak akan pernah lahir di dunia ini, ingat itu!!! " Kata Umi
"Le, kamu ndak papa kan..? " Tanya Sindi.
"Aku khawatir Sin, aku khawatir Umi akan nekat mencelakai anak ini, aku gak mau itu terjadi, Umi itu orang yang egois Sin.. Dia sangat teropsesi ingin menguasai Pesantren ini.. " Jawab Leah
"Lalu, apa yang harus kita lakukan Le? " Tanya Sindi.
__ADS_1
"Kita harus beritahu Mas Ruchan, Ustad Farhan dan Ustad Arifin, ayo kita cari mereka. " Jawab Leah.
"Tapi Le, Sin, Ustad Arifin kan lagi ngajar, Ustad Farhan sedang mendatangi acara santunan, sedangkan Ustad Ruchan kayaknya sedang bersama Kyai Ikhsan tadi, aku dengar hubungan mereka lagi gak klop.. " Kata Ita.
"Ini semua gara gara aku, coba Mas Ruchan gak nikahin aku, pasti semua ini gak terjadi kan..? " Kata Leah.
"Kok kamu jadi pesimis gini to Le? " Tanya Ita.
"Ita!! kamu ki opo to, kalau mau ngomong itu mbokya di fikir dulu, namanya ibu hamil ya mood nya kedang berubah ubah, kita hanya perlu membuat Leah merasa nyaman ketika melewati masa kehamilannya.. " Kata Sindi.
"Opo kamu pernah hamil Sin?? sok tau... " Kata Ita.
"Durung (belum) !! Si Mbok ku yang pernah hamil.. " Kata Sindi.
Sindi mengajak Leah pulang untuk istirahat, dan coba untuk membuatnya tak menghawatirkan apa yang di katakan Umi tadi, Sindi juga akan mulai mengawasi setiap gerak gerik Umi.
__ADS_1
Sindi tak ingin ada hal buruk yang menimpa Leah dan calon anaknya, karena itu janji Sindi kepada Sandy untuk menjaga Leah.