
Di Jogja.
Ahhh akhirnya sampai Jogja, Iringan rabana telah menyambut mereka semua, si putri kecil Ruchan terlihat menikmati alunan sholawat dan tabuhan rabana, seperti sudah menegerti saja. Seketika Leah teringat waktu pertama kali menginjakan kaki di Pesantren, susana nya tidak lain, masih seperti dulu, hanya saja dulu masih bersama Papa nya, satu pergi satu lahir.
Terlihat Keluarga Ruchan telah menyambut putri kecil Pesantren kita, anak Mas Iksan pun juga sudah besar, walau hanya beda beberapa bulan, namun anak Mas Ikhsan laki laki, jadi badannga super.
Sandy dan Sindi pun saling curi curi pandang, aishh ada apa dengan mereka ini, dua hati satu cinta yang tlah lama tak jumpa, putri kecil di gendong oleh Om nya, sungguh nyaman berada di pelukan Sandy.
Terlihat Arum yang sinis akan kehadiran Intan, karena selalu dekat dengan Arifin, Intan memang gadis yang cantik, gadis Cuna dengan mata sipit, pipi bakpao dan berkulit putih, di tambah mengenakan hijab syar'i.. Teringat akan Larissa atau Clarissa istri dari Alvin anak Alm. Ustad Arifin Ilham.
"Mbak Linda, sopo kae mbak, menthel banget, cedak cedak karo Ustad Arifin ku lho.. (Mbak Linda, siapa dia Mbak, centil banget, dekat dekat sama ustad Arifin ku lho.) " Tanya Arum.
"Menengo, wong aku dewe ra ngerti yoan kae sopo, aku gek sebel tenan karo Leah, ngopo ndadak ndue anak barang ki lho, dadi adoh tujuanku ngolehke Mas Ruchan. (Diamlah, aku juga tidak tau dia siapa, aku sebal sekali dengan Leah, kenapa harus mempunyai anak juga itu lho, jadi jauhkan tujuan ku mendapatkan Mas Ruchan) "Kata Linda tanpa tau malu. Hufft
Penyambutan selsai, para santri yang penasaran dengan putri Ruchan mulai mendekatinya, namun tidak di perbolehkan oleh Sandy, perkataan Sandy malah mengundang tawa semua orang.
__ADS_1
"Lah lah lah, kalian mau ngapain deket deket? " Tanya Sandy.
"Badhe ngertos dedek bayi Mas ( Mau lihat dedek bayu Mas) " Jawab salah satu santri.
"Ra oleh ra oleh, apa apaan kalian, ini kesayanganku, gak ada yang boleh dekat dekat, maupun cium cium.. cup cup.. " Kata sandy.
Gelak tawa semua orang menghiasi suasana senang hari itu. Sindy mendekati Sandy dan memepertanyakan apa boleh ia menggendongnya sebentar, dan Sandy pun langsung mengiyakan.
"Lhoo, ndang rabeni Bro, kode kui kode (Lhoo, cepat nikahi Bro, kode itu kode) " Goda Ikhsan.
"Assallamualaikum Abi, Umi, " Salam Ruchan dan Leah.
"Wa'alaikum sallam, mari duduk duduk.. " Kata Kyai Mahfud.
"Ini anakmu Mas, ganteng banget, gantengnya mirip Pak Lhek nya.. " Tanya Ruchan sambil mencium anak Ikhsan.
__ADS_1
"Enak aja kamu, gantengan anakku dong" Kata Ikhsan.
"Berapa bulan Mbak Mas kecil ini? " Tanya Leah ke Istri Iksan.
"6 bulan, bulan ini " Jawab Vina.
"Dah besar yaa,, lucu banget " Kata Leah.
"Anakmu juga cantik lho Dek, plek persis Ruchan wajahnya.. " Kata Ikhsan.
"Kok gitu, Leah yang hamil, Leah juga yang nglahirin, keluar persis banget sama Bapaknya.. " Kata Leah cemberut.
"Sudah sudah, ayo nak di makan dulu, nanti malam istrahat yang cukup, besok pagi kita mulai acara selapanannya.. " Kata Kyai Mahfud.
Di sisi lain, terlihat Sandy dan Sindi sedang asyik bermain dengan anak Leah. Intan, Arifin,Farhan dan Ita mengurus dan mempersiapkan untuk acara besok.
__ADS_1
Linda dan Arum malah sedang sibuk memikirkan bagaimana cara membuat Ruchan menjauh dari Leah, dan Leah pergi dari Pesantren, Dan Linda bisa menjadi istri Ruchan, dan menguasai harta Pesantren. (saiko bener bereka berdua 😒)