
Ketika Leah tersadar, di sampingnya ada Ruchan yang sedang mengamatinya.
"Assallamualaikum jagoan? sudah selsai bobok cantinya? " Tanya Ruchan dengan muka mengesalkan.
"Hoho istri baru sadar langsung di bully, tak sayang kah? " Tanya Leah kesal.
"Orang hamil jangan berkelahi, main kebut kebut aja, kan bisa nyuruh Abi, di kira Abi ini lembek kah? lihat aja bisa bikin Mama hami lagi.. " Goda Ruchan.
"Ya kan yang di fikaran Mama itu keselamatan Sindi lah Bi,.. "Kata Leah.
"Oh gitu, ya udah Abi pulang dulu, pendekar kan? bisa pulang sendiri dong?" Goda Ruchan tak henti henti, karena Leah belum sadar juga kalau dirinya hamil.
"Eh Abi, awas ya gak aku kasih kalau Abi minta.. " Kata Leah masih belum sadar juga kalau dari tadi Ruchan bilang kalau dirinya sedang hamil.
"Sayang, ada apa dengan telingamu, Ya Allah engkau apakan istriku yang jagoan ini " Kata Ruchan menadah tangannya.
" APA !!!? Aku hamil lagi? sejak kapan? bagai mana? aduh belum siap huhuhuu Abi sih, kenapa Mama di hamilin.. " Rengek Leah.
"Hadeehh, Alhamdhulillah sudah sadar istriku ini, istirahatlah ya sayang, besok pagi nunggu Dokter dulu baru boleh pulang, malam ini mikmati saja kasur Rumah Sakit hahahaha" Kata Ruchan teryawa.
" Jahat kali kau bang, kau hamili aku, anakmu masih kecil baaaang " Teriak Leah.
__ADS_1
Melihat tingkah Ruchan dan Leah membuat Sindi tersenyum, pasangan model apa mereka ini, Sindi sangat berterima kasih kepada Leah, dia berani mempertaruhkan nyawanya buat menolong Sindi.
"Wah wah, romantisnya, kalian gak lihat ada aku yang masih sendiri, calon ku jauh di sana.. " Kata Sindi.
"Lho kamu belum pulang? " Tanya Ruchan.
"Belum Ustad, paling sebentar lagi juga Bapak jemput, kalau gitu aku permisi dulu ya, Leah selamat ya Kakak Aiss mau punya adek hihihii Assallamualaikum.. Leah makasih" Kata Sindi langsung lari.
Di jalan pulang, Sindi terus menerus banyak memikirkan tentang Irene? siapa dia? dan siapa yang mau menjahatiku? dan kenapa?.
Sindi masih takut jika ingin pergi pergi sendiri, dan yang ia takutkan, bagaimana kalau penjahat itu menyakiti keluarganya juga.
Ruchan tak henti hentinya menggoda Leah, mereka sedang melakukan VC dengan Aisyah yang sedang bersama Vina.
Hp Leah berdering, telfon itu dari Ibu tiri Leah, Leah sempat tak ingin mengangkat telfon nya, namun Ruchan berkata kalau itu tidak baik, bagaimnapun juga, beliau telah merawat Leah dari kecil hingga dewasa, walau tidak dengan kasih sayangnya (karena harta).
Dengan terpaksa Leah mengangkat telfon dari Mama Soraya.
"Assallamualaikum, ada apa tante tumben telfon " Tanya Leah.
"Leah, kamu bisa pulang ke Jakarta gak? gawat ini gawat, Rumahku, eh maksudnya Rumah peninggalan Papa kamu mau di rampas sama Viko"
__ADS_1
"Kok bisa? " Tanya Leah panik.
"Yaa ini karena Viko dan Glenca udah nikah, dan Viko mau menguasai rumah kita Leah, tolong, kami gak mau jadi glandangan. "
Leah langsung menutup telfonnya dan menelfon pengacara Almahrum Papanya.
"Halo Nona Handika? ada apa ya malam malam telfon saya? "
"Tolong urus rumah saya uang di Jakarta ya, entah apa yang Ibu Suri itu lakukan dengan rumah Papa, tolong ya Pak? " Kata Leah.
"Siap Non"
"Ada apa Ma? " Tanya Ruchan. .
"Ah biasa itu Tante Soraya bikin ulah, mana Glenca nikah sama Viko gak bilang bilang lagi.. " Kata Leah.
"Tapi udah beres kan? " Tanya Ruchan.
"Semoga aja gak ada masalah aja sama Rumah itu, kenangan nya banyak banget, aihh masalah terus aja datang. " Kata Leah.
Ruchan menenangkan Leah agar tidak stres dan banyak fikiran, karena dia sedang mengandung, dan usia kandungannya masih sangat muda.
__ADS_1