Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Badai


__ADS_3

"LEAH !!!"


Teriakan Ruchan menganggetkan semua orang di dalam, dan mengagetkan Leah, Irene yang takut terlihat semua, menendang perut Leah sangat keras hinggal Leah terjatuh, dan Irene pun langsung masuk mobil dan tersenyum sinis.


"Aduh " Teriak Leah yang kesakitan saat perutnya di tendang oleh Irene.


"Ingat ya, ini semua baru permulaan" Kata Irene.


Ruchan langsung berlari ke arah Leah.


"Dek kami gak papa kan? mana yang sakit? bilang Dek. " Kata Ruchan panik.


"Perutku Bi, sakit banget, aw, diaa.... " Kata Leah.


"Cukup ya, Abi bawa ke rumah sakit sekarang juga, dimana Ais? " Tanya Ruchan.


"Ais sama Ita Bi, aw sakit banget Bi " Kata Leah.


Sandy dan semua para undangan keluar rumah, Sany yang melihat Leah di gendong Ruchan sangat panik dan berlari ke arahnya.


"Leah, kamu kenapa, bilang sama Kakak, siapa yang melakukan ini? bilang sama Kakak Leah, Leah " Kata Sandy panik.


"Biar aku bawa ke rumah sakit dulu Mas, Mas lanjutin acaranya dulu. " Kata Ruchan.


"Kamu gak waras? Adik aku celaka gini kamu masih nyuruh aku mentingin diri aku? kamu mikir dong, lihat dia di gigit semut aja aku udah marah banget " Teriak Sandy.


"Sandy Sandy, kamu tenang dulu ya, lebih baik biar Ruchab bawa Leah ke rumah sakit dulu, Leah sudah sangat kesakitan, ayo kamu masuk, acara hampir selesai kok, ayo Han bawa Leah ke rumah sakit cepat, ini kuncinnya" Bujuk Ikhsan menenangkan Sandy.


"Tapi bro adikku.... " Kata Sandy.


Ikhsan membawa Sandy masuk ke dalam, sedangkan Ruchan membawa Leah ke rumah sakit, di perjalanan Leah terus saja kesakitan.

__ADS_1


"Jangan tidur ya Ma, tahan, sebentar lagi sampai. " Kata Ruchan.


"Sakit banget Bi, ini lebih sakit dari pada saat melahirkan Ais.. " Kata Leah.


"Istighfar sabar ya sayang, ini pegang tangan Abi, silahkan kalau mau cubit atau mau di tonjok gak papa " Kata Ruchan .


Beberapa menit kemudian, Ruchan sudah sampai di IGD dan langsung memanggil para suster, Leah di dorong menggunakan kursi roda, dan terus saja kesakitan.


15 menit berlalu, pemeriksaan lama sekali, Ruchan sudah mondar mandir kesana kesini, akhirnya Dokter pun keluar dengar kabar yang kurang menyenangkan.


"Maaf pak, kedua janin bapak gak bisa terselamatkan, kandungannya masih sangat muda, dan si ibu juga sering mengalami stres,dan kata ibu hamilnya juga baru saja di tendang orang kan? tendangan itu yang membuat kedua janin mengalami keguguran, dan istri bapak sudah mengetahui ini, silahkan kalau mau masuk pak, saya permisi dulu"


"Terima kasih Bu " Kata Ruchan sedih.


Bagau di sambar petir hati Leah dan Ruchan, janin yang ternyata kembar telah tiada, Ruchan masuk dan melihat Leah yanh sedang istirahat. Sesekali air mata Ruchan menetes, betapa sakitnya hati seorang ibu kehilangan kedua anaknya sekaligus, walaupun masih berbenguk janin, namun bagi perempuan dia sudah menjadi seorang ibu.


"Abi " Kata Leah terbangun dan menangis.


"Sst kita tetap harus bersyukur, Mama gak papa, rahim juga gak rusak, hitung bidadari syurga kita bisa menolong kita di akhirat nanti emm, udah jangan nangis ya, belum rezeki kita" Kata Ruchan menenagkan Leah.


"Tapi Bi, Abi kelihatan sangat bahagia ketika Mama hamil, Mama ngrasa bersalah Bi, Maaf " Tangisan Leah semakin menjadi.


Ruchan tidak bisa berkata apapun, mungkin dengan memeluk dan membiarkan Leah menangis bisa membuatnya lega. Tak lama itu, Sandy dan Sindi masuk ke ruangan Leah.


"Leah, bilang sama Kakak siapa yang berbuat ini kepada kamu ?" Tanya Sandy.


"Kakak, aku baru saja kehilangan calon anak kembarku " Kata Leah.


Sandi dan Sindi terkejut,


"Semua ini karena Kak Irene Kak, dia tadi mau ngacauin acara pernikahan Kakak, Leah gak bisa biarin gitu aja, setelah sekian lama Kakak merasa hancur karena di khianati, dan sekarang udan ada Sindi yang bisa buat Kak Sandy bahagia, dan Leah harus pertahankan kebahagiaan Kakak" Kata Leah menangis.

__ADS_1


Sandy memeluk Leah


"Berhenti bersifat jagoan Leah, Kakak gak suka, demi Kakak kamu kehilangan calon anak kamu, keponakan Kakak, itu gak adil Leah, Kakak gak bisa lihat kamu kayak gini, Kakak harus temui wanita iblis itu" Sandy penuh dengan amarah. Namun Leah mencegahnya.


"Jangan balas dendam lagi Kak, sudah cukup, aku bahagia melihat kalian sudah menikah, kalian gantikan anakku yang tiada bagaimana? aku akan lega kalau Kak Sandy berhenti berurusan dengan Kak Irene? " Kata Leah.


"Tapi Le, " Kata Sandy.


"Mas, hargai keputusan Leah, dia akan bahagia jika melihat kita bahagia kan? jangan lagi ada pertikaian, biarkan Irene mau berbuat apa, yang penting Leah kita sekarang sudah ikhlas emm " Kata Sindi.


"Kalau gitu, kalian tunggu Leah di sini ya, kalau gak keberatan, aku mau mengubur janin kita dulu" Kata Ruchan.


"Gak usah Ustad, biar Mas Sandy yang melakukan itu, Leah masih butuh kamu. " Kata Sindi.


"Tapi kan aku bapaknya Mbak" Kata Ruchan.


"Tapi aku penyebab semua ini, dan aku adalah om nya, mau apa kamu? biar aku yang ngubur, dimana janin kembar itu. " Kata Sandy.


" Mas tanya aja sama suster yang tadi" Kata Ruchan.


"Kakak pergi dulu ya Le, sehat sehat ya, biar kamu bisa hamil lagi " Goda Sandy.


"Kakak"


"Maafi. aku ya Le, gara gara acaraku... " Kata Sindi.


"Hey, apaan sih, udah sana pulang, jangan biarkan Kak Sandy sendirian, udah sana.. " Kata Leah.


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam "

__ADS_1


Raut wajah Leah kembali bersedih, Ruchan terus saja berusaha menghibur Leah. Pagi menjelang siang waktu itu terasa panjang buat Leah, tak bisa Leah bayangkan kalau dirinya akan kehilangan dua anak sekaligus, karena pada awalnua Leah tidak tau kalau anak yang di kandungnya kembar. Namun Leah bersyukur pernikahan Kakaknya berjalan dengan lancar.


__ADS_2