Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Glenca dan Amara kembali.


__ADS_3

Leah menangis melihat Ruchan yang sedang tertidur di sofa kamar. Ruchan sangat suka beristirahat di sofa kamar di dekat jendela. Dan mendengarkan lantunan sholawat sholawat untuk Baginda Nabi.


Leah mendekati Ruchan, menatap wajah Ruchan yanh semu. Terlihat tidurnya tak nyenyak, ia mengerutkan alisnya. Tiba tiba matanya terbuka. Ruchan terbangun, dan tersenyum melihat Leah berada di sampingnya, tepat di dekat wajahnya.


"Ada apa sayang? " Tanya Ruchan sangat lembut.


Leah memeluk Ruchan, ia hanya menangis. Tak tau apa yang harus ia katakan kepada Ruchan. Saat ini, Leah hanya ingin berada dalam pelukan Ruchan.


"Jangan nangis dong, Abi kan jadi ikut sedih Ma. Lihat air mata Abi, berubah jadi biru" Hibur Ruchan.


"Abi kenapa gak bilang kalau tadi terbentur kepalanya? Masih sakit yaa? " Tanya Leah.


"Melihat senyuman Mama di depan tadi, sakit Abi udah sembuh kok Ma. Terima kasih Istriku" Goda Ruchan.


"I love you" Bisik Leah.


"Ehem, gak kedengeran Ma? " Goda Ruchan.


"I Hate you" Teriak Leah.


"Aduuhh, kok beda sama yang tadi? " Kata Ruchan memeluk Leah dan mengangkatnya ke kamar tidur.


Ruchan merapikan jilbab Leah dengan hati hati, merapikan rambut yang keluar sehelai. Mencium kening Leah, dan berbisik "Aku Mencintaimu"


"Abi gak mau bilang sesuatu? " Tanya Leah, tentang Irene yang masih mengganjal dalam pikirannya.


"Tentang Irene? Kasih tau gak yaaa "Goda Ruchan.


"Abi, Suamiku" Kata Leah sok manis.


"Abi pernah kenal aja sama Irene, dan ada satu Aib dia yang gak harus di ketahui orang lain" Jelas Ruchan.


"Apa? " Teriak Leah yang tiba tiba bangun, dan kening nya membentur kening Ruchan.


"Aduh, sakit Ma. Mama mau bikin Abi amnesia lagi? " Tanya Leah memgusap usap keningnya.

__ADS_1


"Maaf, sakita ya. Kaget aja tadi, Abi bilang pernah kenal Kak Irene. Bahkan mengetahui rahasia nya" Kata Leah mengusap pipi Ruchan.


"Yang sakit jidad sayaaaang, bukan pipi. Kalau pipi boleh Mama cium" Goda Ruchan.


"Gak mau, Abi bau acem" Kata Leah.


"Ya udah" Kata Ruchan merebahkan badannya di tempat tidur.


"A.... " Kata Leah terpotong mendengar anak anaknya memanggil mereka.


"Abi, Mama, ada tamu" Teriak Akbar.


"Lhoo Abang kok teriak teriak sih, ada apa? " Tanya Mama.


"Ada dua orang dewasa yang cariin Mama, dan mereka bawa anak seusia Kakak Ma, Bi" Jawab Akbar.


"Ya udah ayo, Abang duluan ya. Mama nyusul" Kata Leah.


Leah terfikirkan akan Glenca dan Amara, hanya mereka berdua yang sering mendatangi rumah ini sejak dulu. Leah pun keluar menemui tamu itu.


Namun anehnya lagi, Leah sama sekali tidak melihat Ibi Tirinya di antara mereka. Bahkan Viko pun tak. bersama Glenca.


Farhan membawa anak anak yang di bawa Glenca dan Amara untuk bermain dengan Aisyah, Akbar dan Si Kembar di dalam.


Sedangkan Sandy sedang berenang di kolam renang belakang.


Tak lama Ruchan pun juga ikut menemui Glenca dan Amara. Mereka berdua tertunduk seperti malu, Leah pun mulai bertanya kepada mereka berdua.


"Apa kabar kalian berdua" Tanya Leah.


"Seperti yang kamu lihat Le" Jawab Glenca.


"Tante Soraya mana? " Tanya Leah sinis.


"Ma, bertanyanya jangan ketus gitu dong. Senyum, biar gak serem" Goda Ruchan.

__ADS_1


Tapi Leah hanya melirik ke arah Ruchan.


"Mama udah meninggal 3tahun lalu Kak? " Jawab Amara.


"Lalu, dimana suamimu Mae, eh Glenca?" Tanya Leah.


"Aku udah cerai 5 tahun lalu Le? Sebelumnya kami dan atas nama Mama mau minta maaf, dengan apa yang pernah kami lakukan dulu pada kamu dan Papa Handika dulu. Tujuan kami kesini selain itu. Mau minta tolong ke kamu Le. " Kata Glenca gugup.


"Aku sudah memaafkan kalian berdua sejak lama. Tapi apa yang kalian inginkan dariku? " Tanya Leah.


"Ma, jangan gitu dong ngomongnya. " Kata Ruchan mengingatkan Leah lagi.


"Kalian mau minta tolong apa? " Tanya Ruchan santai.


"Kami mau ke liar negri untuk jadi TKW minggu depan. Kami boleh titip anak anak kami gak ke kalian. Terserah mau kalian suruh mereka tinggal do Pesantren juga gak papa kok. Kami percaya jika Mas Ruchan bisa mendidik anak anak kami jado jauh lebih baik dari kita Mas" Jelas Glenca.


"Apa?? Gak salah? " Tanya Leah kaget.


"Tolong Kak " Kata Amara memohon.


"Mereka berdua anak. siapa? "Tanya Leah.


"Anakku yang perempuan Le, namannya Delia (7). Dan yang laki laki itu namanya Seto (6) anak Amara. " Jelas Glenca.


"Amara? kamu dah nikah Ra? " Tanya Leah.


Amara menggeleng kepalanya dengan sangat pelan.


"Astagfirullah hal'adzim " Sontak Leah menampar Amara dengan keras. Ia sangat marah kepada Amara.


"Mama, Istighfar Ma, jangan seperti ini. Sabar ya, ayo duduk lagi." Pinta Ruchan


Amara menangis sangat keras, ia memang bersalah. Ia memiliki anak sebelum menikah. Itu suatu Aib besar bagi keluarga Handika. Leah juga sangat marah padanya. Kali ini amarahnya sudah meledak ledak untuk Amara.


Namun Ruchan selalu menenangkan Leah dengan sabar, dan bisa menengahi antara mereka bertiga. Sand pun telah mendengar semuannya. Ia tak kalah emosinya dari Leah. Karena bagaimanapun juga, Amara adalah adik kandung Leah dan Sandy. Yang tak pernah Sandy inginkan.

__ADS_1


__ADS_2