Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Bab. 29


__ADS_3

Berkali-kali Leah menelfon Sandy, tidak juga Sandy angkat karena terlalu sibuk. Setelah sekian lama menelfon dan tidak di angkat, kali ini Sandy mengangkat telfon dari Leah.


"Assallamualaikum... Kak, dari mana aja, lama banget angkat nya!" Kata Leah kesal.


Telefon pun di matikan oleh Sandy, Leah semakin kesal dengan Sandy, Ruchan yang melihat istrinya kesal pun menghibur dan menasehatinya, beberapa saat kemudian chat dari Sandy masuk


"Maaf Lele Usil, pagi ini Kakak sibuk, ada apa, tinggalkan pesan saja, oh ya, maaf juga nih, kayaknya Kakak gak bisa antar kalian di bandara, bisa sendiri kan? awas jangan sampe ilang, wassallam...


Kekesalan Leah kini menurun, sejujurnya Leah ingin sekali Sandy mengantarnya ke Bandara. Tetapi, apa daya, seorang dokter memang pekerjaan nya harus siap siaga.


Ruchan berencana mengajak Leah belanja oleh-oleh di dekat Bandara, sekalian pergi, jadi tidak usah terlalu lama dan kehabisan waktu berkeliling. Blanja pun selesai, Leah bergegas menuju Bandara, Ruchan yang sedari tadi menunggu pun tak sabar.


"Kok lama banget sih, Mas kan sore nanti ada jadwal Tausiyah mendadak," Ruchan mulai kesal.


"Iya maaf deh suamiku, semua ini nggak akan terjadi kalau adek tadi hampir terjatuh," Kata Leah.


"Jatuh?! Mana yang sakit, bilang mana yang sakit, mana yang sakit?" Tanya Ruchan panik.

__ADS_1


"Hampir sayang, hampir, berarti belum terjadi dong." Jawab Leah.


Ruchan pun menghela nafas dan mengelus-elus dada, mereka pun bergegas masuk, dan siap pulang ke Jogja.


🌸🌸


Siang itu Ruchan dan Leah sampai di Jogja, mereka di jemput oleh Arifin dan Farhan, saat di perjalanan pulang, Leah tertidur, saking capeknya Leah tidak sadar kalau kancing bajunya ada yang terlepas. Ruchan yang menyadari itu langsung menutupi dengan jilbab Leah yang ketarik ke atas, dengan perlahan Ruchan mengancingkan kancing baju Leah yang tepat ada di dada Leah.


Sontak Farhan yang melihat adegan itu pun salah faham.


"Astaghfirullah hal'adzim, Han !!" Kata Farhan dengan nada keras.


"Astaghfirullah hal'adzim, Iso alon ora sih, sakno Leah laghek wae turu, (Astaghfirullah hal'adzim, bisa pelan gak sih, kasihan Leah baru aja tidur)" Kata Ruchan.


"Tanganmu lho cah, nakal men, ono neng kono. Mbok misakno aku sek iseh jomblo, Astaghfirullah hal'adzim (Tanganmu lho bocah, nakal banget, ada di situ. Kasihanilah aku yang masib jomblo)" Kata Farhan.


"Ra usah ngeres to yo, benikke Leah ki ucul, mangkane rep tak benekke sakdurunge awakmu ngerti, kan iso dadi doso ku nek ngene iki (Gak usah ngeres lah, kancingnga Leah ini terlepas, jadi mau aku benerin sebelum kamu tau, kan bisa jadi dosa ku kalau kayak gini)" Jelas Ruchan

__ADS_1


"Alesan.... mengko balek ngomah, neng kamar sak puase (Alasan,, nanti pulang ke rumah, di kamar sepuasnnya) " Kata Farhan ngambek.


Stttt


Setengah jam kemudian mereka sampai ke Pesantren, dengan sambutan iringan sholawat rabanna.


Shollallah 'ala muhammad, sholawah 'alaihiwasallem.


Ruchan cepat cepat membangunkan Leah, Leah pun bilang masih capek.


"Yank ayo bangun, kita sudah sampai," Kata Ruchan mengusap kepala Leah.


"Masih capek yank, nanti aja yaa," Kata Leah mengucek-ucep matanya.


"Ada Abi dan Umi, juga ada Mas ikhsan dan istrinya," Kata Ruchan.


"Baiklah adek bangun, satu kecupan di kening, bolwh dong ah," Pinta Leah manja.

__ADS_1


Ruchan menengok ke kanan dan kiri, memastikan kalau sekitarnya aman untuk mencium Leah, Ruchan pun mengecup kening Leah, dalam hatinya, semoga mereka cepat di berikan momongan.


__ADS_2