
"Bi, bangun yuk, udah jam set tiga. Abi katanya ada acara? " Kata Leah membangunkan dengan ciuman hangat di pipinya.
"Iya sayaang, Abi bangun kok. Makasih yah udah di bangunin" Kata Abi menoel noel pipi Leah.
Leah kembali mencium pipi Ruchan, memeluknya dan membantunya bangun. Setelah itu, Leah menyiapkan baju dan air hangat untuk suaminya.
"Mama keliar dulu ya, Si Delia tadi minta di bikinin pasta. Abi mau juga? " Tanya Leah.
"Emm Abi kurang suka pasta. Apa yang ada aja deh, nasi sama sayur juga gak papa. Oh ya, Abi teh anget aja jangan kopi" Pinta Ruchan.
"Siap bos, hehehe. Buruan sana" Kata Leah.
Leah keluar dari kamar, ia melihat ada yang sedang duduk di ruang tamu, ia puj berjalan menuju ruang tamu dan ingin tau siapa yang tengah duduk duduk di sana.
Ternyata Akbar yang di sana, ia terlihat sedang bersedih. Ketika Leah mendekatinya, Akbar berusaha menyembunyikan kesedihannya dan menyeka air matanya.
"Assallamualaikum "
"Waallaikum sallam"
"Abang kenapa? Kok nangis? " Tanya Leah menyentuh bahu Akbar.
"Abang gak nangis kok Ma, Abang juga gak nangis" Alesan Akbar.
"Abang?!" Kata Leah.
__ADS_1
Tiba tiba Akbar memeluk Leah, ia menangis dan terus menangis. Leah bertanya dan menengkan Akbar. Tangisan Akbar memang tidak bersuara, namun air matanya terus mengalir di pipinya.
"Abang, Abang jika ada masalah cerita ya. Jangan di pendam sendiri ya" Kata Leah lembut.
Akbar menagngguk dan menyeka air matanya.
"Sekarang Abang cerita ya, kenapa Abang tiba tiba pulang, duduk sendiri disini, dan bersedih" Kata Leah.
Saat itu juga Ruchan telah selesai mandi dan keluar dari kamar. Melihat Leah dan Akbar di ruang tamu, ia pun penasaran apa yang telah terjadi.
Melihat Akbar nangis, Ruchan duduk di sebelah kiri Akbar dan bertanya dengan nada yang halus.
"Anak Abi kok sedih sih, ada apa? " Tanya Ruchan.
"Ada yang bilang Akbar tidak tau diri Ma" Kata Akbar dengan suara bergetar.
"Siapa yang bilang, dan kenapa? " Tanya Ruchan.
"Nenek" Jawab Akbar.
"Umi? Abi akan kasih pengertian ke Nenek sekarang ya, dia gak boleh buat anak Abi nangis" Kata Ruchan marah.
"Abi jangan!, Abang sadar kok, Abang kan anak angkat Abi sama Mama" Kata Akbar menangis dan menahan tangan Ruchan.
"Abang?? "Kata Leah.
__ADS_1
"Kata siapa Abang anak angkat Abi sama Mama? Abang itu anak Abi, Anak Mama juga. Kakak dari si Kembar, dan adik dari Kak Ais" Kata Ruchan membelai rambut Akbar.
"Tapi Abangkan bukan anak kandung Abi sama Mama? " Tanya Akbar menangis dengan keras. Baru kali ini Akbar menangis hingga sekeras itu, biasanya Akbar jika menangis hanya meneteskan air mata saja.
"Dengar, Abang memang tidak lahir dari rahim Mama. Namun dari bayi, Abi sama Mama jauh jauh dari sini ke Jepang hanya untuk mengambil Abang pulang, agar bisa Abi sama Mama rawat seperti anak kandung Mama sendiri" Kata Leah menangis.
"Mama jangan nangis, Maafin Abang ya telah membuat Mama nangis" Kata Akbar menyeka air mata Leah.
"Abang, duduk sini nak. Abi mau tanya sama Abang. Selama ini, Abang menganggap Abi ini, Abinya Abang sendiri gak? " Tanya Ruchan.
"Abang sayang banget sama Abi, bahkan lebih sayang dari pada Papa Abang sendiri" Kata Akbar.
"Abang jangan gitu, Abang harus tetap menyayagi Papa seperti Abang menyayangi Abi. Dari kecil Abi yang ngrawat Abang, dengan tangan Abi ini Abang belajar berjalan. Abi gak suka ada yang bilang buruk buruk kepada Abang, Walaupun dia adalah Uminya Abi" Jelas Ruchan.
"Abang, jika lain kali ada yang mengganggu Abang dengan menyinggung siapa orang tua kandung Abang, Abang biarin aja. Abang kan punya orang tua yang sekarang. Abi sama Mama lah orang tua Abang. Jangan dengerin kata orang lain ok? " Pinta Leah.
"Ma, Ababg juga harus tau dong, dia masih punya Papa kandungnya. Abang jangan nangis saja ya. Allah menyayangi anak yang suka bersabar, berbakti kepada orang tua, dan tidak dendam. Abang tau kan? " Kata Ruchan.
"Abang tenang aja, Kakak juga sayang kok sama Abang "Kata Aisyah yang ikut nimbrung.
Ia sedang bermain di kamar. Saat ke dapur ingin minum, Aisyah mendengar Abi sama Mamanya yang sedang bicara dengan Akbar.
Nama nya anak tetap lah anak, ia belum bisa berfikir dewasa. Meskipun Akbar adalah anak ankat Leah dan Ruchan, namun kasih sayang mereka kepada Akbar, sama seperti yang di tunjukan kepada Aisyah dan si kembar.
Ruchan hanya tidak menyangka kalau Umi akan bicara seburuk itu kepada Akbar. Bagaimanapun juga, Akbar adalah cucunya, karena ia adalah anak yang Ruchan rawat.
__ADS_1