
Malam itu, semuanya menginap di masjid, karena ingin mencari penginapan tidak lagi sempat, mereka harus menunggu satu persatu dari group rabanna atau para korban itu.
Hanya Ikhsan yang tidak tidur, dia masih memegang tanggung jawab atas meninggalnya para santri nya, sedangkan Farhan dan Arifin terlihat sudah istirahat di dalam masjid.
Leah dan Ruchan masih terjaga, Ruchan terlihat sangat gelisah, entah apa yang ada di fikrannya membuat Leah yang sedari tadi tak tenang melihatnya.
"Assallamualaikum Abi " Salam Leah.
"Waallaikum sallam " Ruchan tersenyum.
"Senyum nya gak usah di paksa ah, " Kata Leah.
"Abi kenapa sih, dari tadi kok murung terus? apa yang Abi fikirkan? " Tanya Leah.
"Abi takut Ma " Jawab Ruchan.
__ADS_1
"Takut kenapa Bi? " Tanya Leah.
"Abi harus jawab apa ke keluarga yang meninggal, untung saja Khamid dan Romli masih ada harapan " Jawab Ruchan sedih.
"Abi, Abi jangan sedih gitu, yang namanya jodoh, maut, rezeki kan udah ada yang ngatur Bi " Kata Leah.
"Iya benar Ma, tapi kan lihat, Abi sehat wal'afiat sedangkan mereka? hanya Abi aja yang masih bugar Ma" Kata Ruchan.
"Ya terus maunya Abi bagaimana? Abi mau seperti mereka? Alhamdulillah Allah masih sayang sama keluarga kita Bi, Abi masih harus mendidik Ais dengan sangat baik, dan ini, ini juga nanti masih butuh Abinya. " Kata Leah memgusap usap perutnya.
"Sudahlah Han, ini semua bukan salahmu juga to? biar nanti Mas bantu cara bilang ke keluarga santri santri yang sudag meninggal, ini sebentar lagi ada keluarga yang mau datang, lebih baik kami istirahat dulu, biar Mas yang menyambut mereka " Hibur Ikhsan yang tiba tiba datang.
"Walah, yo ndak. lah Mas, aku juga harus bisa menjelaskan kepada keluarga mereka, kan perginya juga sama aku Mas, "Kata Ruchan.
"Kasihan Dek Leah, dia butuh istirahat, pikirkan dia juga sedang hamil muda. " Kata Ruchan.
__ADS_1
Ruchan menurut kata Ikhsan, dan mengantar Leah istirahat di mobil. Setelah mengantar Leah, Ruchan pamit ingin menemui keluarga para korban yang sudah datang, awalnya Leah melarangnya, namun Ruchan harus ikut serta memberi keterangan kepada keluarga korban atas apa yang terjadi pada mereka. Karena bagaimana pun juga, Ruchan ikut serta dari group rabanna itu, dan satu satunya orang yang selamat sehat wal'afiat, meski masih ada yang kritis.
Setelah mendengar penjelasan Ruchan, akhirnya Leah mengizinkan Ruchan menemui keluarga korban. Leah bangga kepada suaminya itu, tanggung jawabnya masih ada dalam hatinya, walau sebarnya dialah orang yang masih shok atas apa yang di alaminya.
Baru ada 6 keluarga yang datang, isak tangis mereka membuat hati Ruchan sakit, mengenang Abinya yang juga baru saja meninggal, memang sulit harus mengikhlaskan orang yang kita sayangi pergi untuk selama lamanya, namun setiap orang yang hidup di dunia ini akan mengalami kematian juga.
Alhamdulillah tidak ada dari 6 keluarga itu yang menuntut, setelah apa yang di ceritakan Ruchan, kini mereka mereda tangisan mereka.
"Sampunlah Ustad, mboten usah nyalahaken awakke piambak, sedoyo niki kedah sampun kehendakke sing kuoso, kulo kalian keluarga sampun ikhlas kok (Sudahlah Ustad, tidak usah menyalahkan diri sendiri, semua ini sudah kehendak yang maha kuasa, saya dan keluarga sudah ikhlas kok) " Kata salah satu Bapak dari Santri yang menjadi korban meninggal.
"Gih menawi panjenengan sedoyo badhe nuntun gih kulo ikhlas kok Pak Bu (Ya kalau seumapama kalian semua mau nuntut ya saya ikhlas kok Pak Bu) "Kata Ruchan dengan wajah lesu.
"Mboten kok Ustad, niki sampun dalane lare lare niki, pun estu niki kehendak sing kuoso (Tidak kok Ustad, ini sudah jalannya anak anak ini, yakin niki kehendak yang kuasa) " Kata Salah satu Ibu korban meninggal sambil menangis
Hati Ruchan sangat lega mendengarnya, karena kematian mereka bukan di sengaja oleh Ruchan, beruntungnya Ruchan buang air di SPBU, kalau tidak, apa yang terjadi kaepada rombongannya, akan terjadi juga pada dirinya, mengingat Ruchan masih memiliki Istri yang begitu di kasihinya, seorang putri yang masih bayi, dan calon anak yang masih dalam kandungan Leah. Ruchan sujud syukur di masjid. Betapa berharganya hidup di dunia ini.
__ADS_1