
"Kamu!! " Teriak Sandy yang tiba tiba muncul dari dalam.
"Kak Sandy?! "Nampak Amara sangat ketakutan kepada Sandy.
"Siapa bapak anak itu Amara. Jawab!!! "Bentak Sandy.
Amara hanya diam dan menangis, Glenca berusaha membujuk Amara untuk jujur kepada Sandy dan Leah. Namun Amara masih takut.
"Amara!! "Teriak Sandy.
"Mas, sabar dulu ya. Mas Sandy duduk dulu. Kita harus pelan pelan nanya nya " Kata Ruchan menenangkan Sandy yang ingin memukul Amara.
"Amara, ayo jawab pertanyaan Kakakmu. Pelan pelan saja ngomongnya ya, jangan takut" Tanya Ruchan ke Amara secara perlahan.
"Kak Viko" Jawab Amara gugup.
"Viko? " Tanya Leah dan Glenca bersamaan.
Ternyata, Amara juga belum cerita kalau dirinya di perkosa oleh Viko, saat Viko ingin mengambil barang barangnya di rumah Glenca 6 tahun lalu.
"***, sekarang dimana Viko? "Tanya Sandy.
"Terakhir aku dengar dia bekerja di perusahaan teman Papa Kak" Jawab Glenca.
"Ck, tunggu di sini!! " Kata Sandy mengambil kunci mobilnya dan hendak pergi.
"Kak, Kakak mau kemana? " Tanya Leah.
__ADS_1
"Ruchan, ku pasrahakan semua yang di rumah padamu" Kata Sandy kepada Ruchan.
"Iya Mas" Jawab Ruchan.
"Tapi Bi, Kak Sandy pergi dengan amarah. Aku takut kenapa napa dia di jalan nanti" Kata Leah panik.
"Bismillah, kita doakan saja ya Ma. Glenca, Amara. Kalian istirahat dulu ya di kamar tamu. Soalnya kamar kalian di pakai sama anak anak" Pinta Ruchan.
"Iya Mas!! " Jawab Glenca.
Glenca pun membawa Amara ke kamar. Ruchan berusaha menenangkan Leah yang dari tadi panik terus.
"Ma, yang sabar ya. Kita berdoa sama Allah, supaya masalah ini cepat selesai. " Kata Ruchan lembut.
"Tapi Amara Bi, Mama kesal sama dia Bi. Rasanya pengenn egrrr kesalnya...... " Keal Leah.
"Seto" Jawab Leah.
"Aa iya Seto, buktinya di kaget mendengar kalau Seto anaknya Viko. Mantan Mama" Kata Ruchan melirik ke arah Leah.
"Ini!! Maksud Abi apa nglirik nglirik pas Abi nyebut Viko mantan Mama. Ngejek?? " Kata Leah kesal.
"Gak ngejek sih, ngepasin aja" Goda Ruchan.
"Abi!! dari pada Sekar" Kata Leha mencubit perut Ruchan.
"Aduh, sakit Ma. Abi kan tadi habis jatuh di ke dorong Farhan. Mana kepala juga masih sakit lagi. Mama mah gak sayang lagi sama Abi" Goda Ruchan dengan mulut cemberut
__ADS_1
"Ihh manjanya. Maaf ya sayaaaang, eh tau gak Bi. Saat Abi cemberut kayak gini. Mukanya mirip banget sama Kakak. Mulutnya kayak pantat ayam hahahha" Kata Leah tertawa.
Ruchan berhasil membuat Leah tertawa, walaupun badannya lagi sakit setelah jatuh, ia tetap diam saja saat pundaknya untuk sandaran Leah.
✳✳✳✳✳
Sandy mencari Viko di tempat usaha milik sahabat Papanya. Sandy dengan dua anak buahnya menangkap Viko dan di bawa ke rumah.
"Amara!! Keluar!! " Teriak Sandy.
Semua orang pun keluar.
"Farhan, bawa anak anak keluar. Atau ke atas" Kata Sandy
"Iya Mas. Ayo anak anak, ikut Pak Lek main yuk" Ajak Farhan.
Sandy mendorong Viko ke arah Amara dan Glenca. Glenca menampar dengan keras wajah Viko. Amara hanya berdiam diri dan nangis saat itu.
"Aku akan membawa kasus ink ke rana hukum. Berani beraninnya kamu membuat keluarga ku seperti itu Viko" Teriak Sandy.
"Semua ini gara gara Leah!! Aku sakit hati Leah menikah dan meninggalkan aku, dengan laki laki kolot seperti dia."Kata Viko menunjuk ke arah Ruchan.
"Dan juga salah Glenca. Jika saja dia menjebloskanku ke penjara waktu itu. Dan iya, siapa yang tidak akan menolak jika di saat hendak mengambil barangku, di suguhi tubuh semontok dan sehalus milik Amara ini, ssstt nikmtat sekali" Jawab Viko.
"Astagfirullah hal'adzim "
Leah pun menampar Viko, tamparan Leah menghentikan omongan menjijikkan Viko. Leah sangat kecewa, menyesal dulu pernah jatuh cinta kepada iblos yang bernama Viko itu.
__ADS_1
Sandy memukuli Viko dengan keras, dan menyuruh kedua anak buahnya membawa Viko ke kantor polisi, untuk di proses kasusnya. Sandy pun masuk ke kamar tanpa mengatakan sepatah apapun. Leah meanangis melihat hidup Amara hancur.