Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Ada Apa Dengan Ruchan


__ADS_3

Hari demi hari telah berganti, Sandy dan Sindi sudah kembali ke Jepang setelah pulang ke orang tua Sindi dan ke makan orang tua Sandy di Jakarta.


Ahkam Kakak Ruchan masih di Pesantren, sementara waktu ia tinggal di sana.Teror Sekar dan Linda pun juga belum ada kabar, namun suatu hari, ada hal yang membuat Leah hancur.


✳✳✳


Siang itu, ketika Ruchan pulang dari Tausiyahnya, ia tak sengaja melihat Sekar dan Linda berdua di restoran, Linda sudah tidak lagi menggunakan hijab, padahal hijabnya sudah melekat sejak Linda kecil.


Ruchan pun mengikuti mereka, dan mendengarkan percakapan mereka tentang rencana yang akan memisahkan Ruchan dan Leah.


"Kar, rencana kita apa ini selanjutnya, udah geram gemes aku melihat Leah semakin bahagia bak keluarga idaman kek gitu, kesal aku " Ujar Linda.


"Sabar, aku juga gak nyangka boneka santet itu gak mempan buat Leah, sok kuat banget gitu, kamu lihat sendirikan wajahnya yang datar kek dadamu itu" Kata Sekar.


"Siker lu, dada ku datar karena bajuku longgar tau. OK rencana kita apa selanjutnya " Kata Linda.


"Ck makan dulu lah " Kata Sekar.


"Gimana kalau kita gunakan rencana yang itu? " Kata Linda.

__ADS_1


"Jadi malaikat maut? " Tanya Sekar.


Linda mengangguk mantap, Ruchan kaget mendengar semua itu, Ruchan tak menyangka, mereka seorang perempuan juga, tapi kenapa begitu tega, bahkan akan menghilangkan nyawa seseorang, itu sudah termasuk pembunuhan berencana, Ruchan harus bisa mencegah hal itu terjadi, ia sangat mencinta anak dan istrinya itu, tak akan membuat Istri dan Anaknya merasakan kesusahan hanya gara gara amarah wanita yang bukan muhrimnya.


Rencana Sekar dan Linda telah Ruchan ketahui, sekarang hanya tinggal bagaimana caranya agar Ruchan bisa mencegahnya, walau nyawa taruhannya ia tidak peduli.Ruchan pun pun pulang dengan keadaan gelisah.


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam, eh Abi dah pulang" Tanya Leah mencium tangan Ruchan seperti biasa.


Ruchan hanya tersenyum ia merebahkan badannya di sofa, menghela nafas panjang, berzikir dan istigfar, memikirkan bagaimana caranya menggagalkan rencana buruk Sekar dan Linda. Kemudian Leah memberinya teh hangat dan camilan.


"Ada apa sih Bi, Mama mau nyiapain air anget dulu buat mandi Ais" Kata Leah.


"Sini dulu, Abi pengen tidur di pangkuan Mama" Kata Ruchan.


"Aduh manjanya si Abi, sini bobok, biar Mama pijit kepalanya, maaf ya Bi" Kata Leah memijit kepala Ruchan.


"Ma, "

__ADS_1


"Emm "


"Mama udah 1 bulan lebih kok gak mens? " Kata Ruchan.


"Oh iya ya, hampir lupa jadwalnya, Setelah keguguran waktu itu, Mama mens nya maju terus sih, tapi bulan ini enggak " Kata Leah.


"Jangan jangan Ais mau punya Adek lagi Ma, Adek kembarnya pasti udah jadi bidadari syurga, Abi pengen ketemu deh, chek up yuk" Ajak Ruchan.


"Mama belum siap Bi, pasca keguguran kemaren, mental Mama masih...... " Kata Leah membelai belai rambut Ruchan.


"Chek yuk, siapa tau aja rezeki, dan semoga kembar cowok semua, biar nanti jika Abi udah gak ada, Mama sama Ais ada yang ngejagaain, bulan depan Ais udah mau 7 bulan kan? " Kata Ruchan.


"Astaghfirullah hal'adzim Abi, Naudzubillah himindzalik, jangan ngomong gitu ih, kita ini masih harus besarin Ais lho, Abi ngomongnya udah tentang mati aja, serem tau " Kata Leah.


"Semua orang hidup juga calon mati Ma, waallahu 'alam, tapi takdir itu kan sudah ada di garis hidup kita setelah ruh kita di tiup ke rahim, ketika usia janin 3 bulan Ma" Kata Ruchan.


"Iya Mama tau itu, tapi Abi harus bantuin Mama didik Ais juga lah, Ais masih butuh Abi sampai ia dewasa nanti, Mama juga nasih butuh Abi, katanya mau ke Syurga bareng bareng, siapa tau kalau Mama beneran hamil gimana? kembar lagi gimana? " Tanya Leah.


Ruchan hanya tersenyum mengegam tangan Leah dengan erat, dan tangan sebelahnya di ciumnya tanpa henti, membuat Leah bingung dengan sukap Ruchan sore itu.

__ADS_1


__ADS_2