
Melihat Akbar menangis di sudut dinding, Ruchan mengahmpiri Akbar dan menenangkan Akbar.
"Assallamualaikum Abang " Salam Ruchan.
"Wa'alaikum sallam Abi" Jawab Akbar.
"Abang sedih? " Tanya Ruchan.
Akbar mengangguk pelan.
"Soal Papa? " Tanya Ruchan.
Akbar kembali mengangguk.
"Abi sering bilang kan? coba Abang jelasin apa yang sering Abi bilang ke Abang" Kata Ruchan lembut.
"Bagaimana keadaan orang tua, sifat orang tua, Abang harus tetap hormati, gak boleh jadi anak durhaka. Harus tetap sayangi orang tua. Tapi. Bi, Papa sering ingkar janji, Abang gak suka" Kata Akbar.
"Abang, Papa kan lagi sibuk, dan Jepang itu jauh sekali Abang tau kan pekerjaan Papa? " Kata Ruchan.
"Papa seorang Dokter, menyembuhkan orang sakit" Kata Akbar.
"Jadi? Abang gak boleh marah yaa sama Papa, menyembuhkan orang sakit itu gak gampang lho, tugas Papa mulia, di sukai sama Allah, jadi Abang doakan saja agar orang orang yang di obati Papa cepat sembuh, dan biar bisa dapat cuti pulang" Kata Ruchan memberi pengertian.
"Terus Abang harus bagaimana? " Tanya Akbar.
__ADS_1
"Minta maaflah sama Papa" Kata Ruchan.
"Kan Abang gak salah, yang salah Papa, Papa yang janji Papa yang ingkar" Kata Akbar.
"Benar Papa Abang salah, namun Abang tau kan? minta maaf itu bukan harus berbuat salah dahulu, Abi juga sering bilang kan? minta maaf jika kita tidak bersalah, bukan berarti kita ini rendah kan? itu tanda dari kemuliaan hati kita, Allah sayang sama anak yang baik, Abang anak. baik kan? " Kata Aisyah yang tiba tiba ikut nimbrung.
"Iya Bang, mumpung Papa Abang masih gak sibuk, telfon lagi aja" Sambung Kabir.
"Tapi ingat Bang, jangan marah marah yaa" Kata Syakir.
"Tuh, semua sayang sama Abang, senyum ya, " Kata Ruchan.
Leah bangga melihat anak. anaknya yang akur, Ruchan memang sangat baik mendidik anak anaknya, tak perlu kekerasan, tak perlu di bentak, tak perlu di paksa, cukup turuti kemauan anak dengan sesuatu usaha dulu, cara menyikapi anak juga halus.
Akbar mengangguk, Leah pun memberikan telfonnya kepada Akbar. Dan semuanya keluar, untuk memberi waktu untuk Akbar bicara berdua dengan Sandy.
15 menit berlalu, Akbar keluar dari kamar, dan ikut berkumpul di ruang keluarga dengan yang lain.
"Eh Abang udah selesai telfonnya? "Tanya Ruchan.
"Udah Bi, Mama mana? "Jawab Akbar.
"Mamamu lagi buat cemilan untuk kita, sini belajar bareng Kabir dan Syakir, sini deket Abi" Pinta Ruchan.
"Gimana Bang? Papa Abang bisa pulang? " Tanya Kabir penasaran.
__ADS_1
"Huss, Kamu gak bisakah cari pertanyaan, yang gak. bisa nambah Abang bersedih?" Kata Syakir dengan menutup mulut Kabir.
"Kabir kan cuma tanya, kok Syakir nutup mulut Kabir dengan tangan Syakir sih, tangan Syakir bau tau" Kata Kabir.
"Tangan Syakir gak bau, Kabir yang mulutnya bau, Syakir gak suka sama Kabir hufft " Tetiak Syakir.
"Astagfirullah hal'adzim, Kabir, Syakir kenapa bertengkar? gak baik tau, sampai teriak teriak. Ayo saling minta maaf" Kata Ruchan.
"Gak mau, Syakir yang salah, kenapa Kabir yang harus minta maaf" Kata Kabir ketus.
"Ya sudah kala gitu, berarti kian gak sayang dong sama Abi dan Mama, jika anak. bertengkar terus, Abi sama Mama jauh dari pertolongan di Akhirat nanti " Kata Ruchan.
"Kok bisa Bi? "Tanya Kabir.
"Ya bisa dong, nanti Abi di tanya di akhirat nanti sama malaikat. Abi Kabir dan Syakir!! kesini!! terus ditanya, bagaimana cara kamu mendidik anak itu buruk sekali, sesama saudara itu tidak boleh sampai bertengkar, apa lagi anak. kembar!! kamu akan saya siksa!! terus nanti Abi di kasih timah panas di depan kalian, kalian mau lihat Abi seperti itu" Jelas Ruchan.
"Gak mau Bi, Kabir sayang Abi kok, baiklah Syakir, maafin Kabir ya menyebut tangan Syakir bau" Kata Kabir yang langsung menjabat tangan Syakir.
"Syakir juga minta maaf ya, menyebut mulut Kabir bau" Kata Syakir panik.
"Alhamdulillah gitu dong, jadi Abi aman dari timah panas neraka" Kata Ruchan bersyukur.
"Pelukan dong" Kata Akbar.
Leah dan Aisyah hanya senyum senyum melihat kelakuan lucu Kabir dan Syakir, memang mereka kembar, namun sikap dan sifat mereka berbeda sekali. Walaupun sering kompak namun Kabir lebih pemnerani dari pada Syakir. Syakir anaknya lemah lembut, penakut dan pemalu, Sedangkan Kabir super aktiv, bawel dan tidak takut pada apapun, kecuali kepada Leah.
__ADS_1