
Keadaan Kyai makin lama makin buruk, Leah teringat akan Papa nya yang juga menderita penyakit yang sama, sesekali ia sesenggukan menangis.
"Dek? kok nangis, kenapa? " Tanya Ruchan.
"Adek ingat almahrum Papa Mas, beliau juga memiliki riwayat yang sama, andai aja Adek gak nglakuin itu semua, pasti Abu bakal sehat sehat aja kan Mas " Kata Leah sambil menangis.
"Sstt sudah yah, gak ada yang perlu di salahin, semua sudah takdir, Abi sehat ya alhamdulillah itu yang kita semua harapkan, namun jika Abi....... ya itu sudah kehendak Allah Dek.." Kata Ruchan.
"Tapi Mas, kita hanya mempunyai satu Bapak sekarang, Adek gak mau itu terjadi Mas, " Kata Leah.
"Udah udah ya, udah dong, menangis itu tidak menyelesaikan masalah, dari pada Adek nangis nya nganggur, mending kita sholat aja, berdoa sama Allah, agar Allah mengangkat penyakit Abi dan bisa kumpul lagi bersama kita semua, yuk " Ajak Ruchan.
Setelah Ruchan dan Leah sholat dhuha berjama'ah, Ruchan mendapat telfon dari Ikhsan yang sedang menunggu di Rumah Sakit bersama Arifin.
"Assallamualaikum Mas. " Salam Ruchan.
"Ruchan cepat ke rumah sakit, Abi kritis, jangan bawa Leah dan Aisyah, dari kemaren Umi nya Ilham (Vina) bilang Leah nyalahin diri sendiri. "
"Iya Mas "
Ruchan cepat cepat bersiap, dan meminta izin untuk ke Rumah Sakit, Ruchan menyembunyikan wajah paniknya, agar Leah tidak curiga, dan bersikap tenang.
__ADS_1
"Mau kemana Mas? " Tanya Leah.
"Mas mau ke Rumah Sakit Dek, Mas Ikhsan bilang ada surat surat Abi yang ketinggal jadi harus nyusulin kesana. " Kata Ruchan berbohong.
"Adek ikut ya.. " Kata Leah .
"Adek sayang kan Aisyah?" Tanya Ruchan.
Leah mengangguk...
"Bayi gak boleh di bawa ke Rumah Sakit, takut tertular sakit, kan di sana tempat orang sakit, makanya di sebut Rumah Sakit.. " Kata Ruchan receh.
"Ya udah kalau gitu, Mas hati hati yaa, jangan lupa makan siang nanti, pasti di sana sampai siang kan? " Tanya Leah sambil mencium tangan Ruchan.
"Wa'alaikum sallam.. "
Perasaan Leah tidak enak waktu itu, rasa yang sama saat akan kehilangan Papanya dan saat Sandy kecelakaan, Leah berdoa untuk keselamatan Suami nya dan kesembuhan mertua, namun rasa itu tetap membuat dada Leah sesak, Aisyah juga tiba tiba nangis sangat keras sekali, Leah bingung, karena ini waktu pertama kalinya Aisyah menangis sangat kencang, lebih keras saat Sandy kecelakaan.
Perasaan Leah semakin tidak bisa di kontrol, Leah menelfon Mbak Vina, namun Ilham juga sedang menangis tanpa sebab, perasaan Leah makin kacau, ia menlfon Sindi untuk datang ke rumahnya, saking paniknya Aisyah menangis, tak sengaja siku Leah menyenggol foto keluarga yang ada di almari kayu yang berada di ruang tamu, Leah terkejut foto itu kaca nya pecah dan bingkainya patah.
"Astaghfirullah hal'adzim, perasaan apa ini Ya Allah, sakit banget dada ini" Kata Leah.
__ADS_1
Ketika Leah membersihkan pecahan kaca, tak sengaja jari Leah terluka dan berdarah, Sindi yang sudah sampai di situ langsung menggendong Aisyah yang masih menangis.
"Assallamualaikum,, Astagfirullah hal'adzim Le? kamu kenapa, sini aku gendong Ais nya, kamu onati dulu luka mu itu ,kenapa Aisyah menangis sampai seperti ini..?" Tanya Sindi.
"Aku juga gak tau Sin, dada ku sakit sekali, rasanya sama seperti saat Papa akan meninggalkanku Sin.. " Kata Leah.
"Kau juga merasakannya? " Tanya Sindi.
"Apa maksudmu Sindi..? " Tanya balik Leah.
"Dari pagi perasaanku gak enak Le?, bukan hanya aku, Ita juga bilang merasakan hal yang sama.. " Kata Sindi.
Leah semakin khawatir, karena Ruchan juga belum memberikan kabar apa apa.
"Assallamualaikum.. " Sapa Farhan.
"Wa'alaikum sallam.. "
"Ustad kamu di sini? " Tanya Leah.
" Memangnya harus dimana aku? oh ya dimana Ustad Ruchan.? " Tanya balik Farhan.
__ADS_1
"Aku kira kamu pergi dengan Abinya Ais, karena dia pergi dengan terburu buru ke Rumah Sakit.. " Kata Leah.
Farhan semakin bingung, ia menerima chat dari Arifin kalau harus bilang ke Ruchan untuk segera ke Rumah Sakit. Aisyah menangis terus menerus, Farhan yang tak tega mendengarnya langsung menggendongnya dari gendongan Sindi. Saat di gendong Farhan, tangisan Aisyah berhenti, dan Leah langsung memberinya susu dengan botol.