Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Pergi Ke Jakarta


__ADS_3

Setelah pemulihan selesai, Leah memutuskan untuk mengunjungi makam orang tuanya dan melihat rumahnya yang di Jakarta. Marena tidak lama lagi mereka akan memasuki bulan Ramadhan.


Sindi dan Sandy pun akan berangkat ke Jepang, pekerjaan Sandy sudah tidak bisa di tunda lagi, semua orang juga melakukan aktivitas nya masinh masing, Arifin dan Farhan juga masih mengajar, sesekali mereka juga menggantikan Ruchan Tausiyah, Ita dan Arum juga kini mulai mengajar.


Di Penjara, Linda sudah mulai bertaubat, namun Umi Desi masih belum bisa move on dari kejahatannya, ia berencana jika sudah keluar dari penjara 5 tahun lagi, akan membuat hidup orang yang telah menjebloskan penjara akan dihancurkannya (Astagfirullah hal'adzim).


Siang itu, Leah, Ruchan dan Ais sudah terbang ke. Jakarta, begitu pun dengan Sandy dan Sindi yang pulang ke Jepang. Saat sampai di gerbang rumah? Leah terkejut, pagarnya di gembok, dan teras rumahnya nampak tidak terurus dalam keadaan yang lama sekali. Leah menelfon pengacara dan pemegang perusahaan Papanya yang sekarang .


"Assallamualaikum, ini saya Leah anaknya Pak. Handika, saya mau tanya ya Pak, ini rumah saya yang di Jakarta kenapa di gembok gini ya, dan seperti sudah lama gak di tempati, kemana perginya Tante Soraya dan anak anaknya. " Tanya Leah.


"Oh waalaikum sallam mbak Leah, iya sesuai wasiat Pak Handika, jika salah satu dari anak Ibu Soraya menikah, maka mereka harus meninggalkan rumah tersebut mbak"

__ADS_1


"Itu kata Papa? terus rumah ink sekarang milik siapa? "


"Rumah itu milik Mbak Leah sama Mas Sandy Mbak, selaku anak kandung dari Bapak Handika, kalau mbak mau masuk kuncinya berada di tangan saya, mbak bisa ambil di kantor saya ya, di perusahaan Pak. Handika yang saya pegang. "


"Baik, saya kesitu ya, tapi nanti, saya mau ziarah ke makam Papa Mama dulu, Assallamualaikum " Kata Leah.


"Wa'alaikum sallam mbak, saya tunggu yaa"


"Gimana Ma? "Tanya Ruchan


"Ya udah gak papa sayang, jangan cemberut gitu ih, ntar malam yuk" Kata Ruchan.

__ADS_1


"Ih apaan sih Abi, mesumnya kumat deh, Mama baru aha keguguran masa iya mau di genjot lagi.. " Kata Leah.


"Kalau gak gitu Mama gak senyum, iya kan Ais, Ais mau dedek gak, Abi bikinin Ais 10 adek mau gak nak, em mau? Ma denger kan? Ais mau 10 Adek lagi, buatin ya yuk ntar malam" Goda Ruchan.


"Download ya, Itu sih maunya Abi " Kata Leah mencubit Ruchan.


Taksi pun datang, di dalam taksi, Ruchan tak henti hentinya membuat Leah tertawa, sopir taksi pun jadi malu sendiri, melihat keharmonisan keluarga kecil Ruchan, biarpun Ruchan hanya anak Pesantren, namun Ruchan tak pernah ketinggalan jaman, dia tetap bisa berpenampilan selayaknya fashion masa kini. Ruchan mencintai Leah sepenuh hati, dalam hati Ruchan, dia akan memberikan kasih sayang yang lebih dari kasih sayang Sandy ke Leah. Agar Sandy tidak perlu khawatir lagi terhadap Leah, dan bisa menjalani rumah tangga bersama Sindi dengan bahagia di sana.


Suasana Jakarta mengingatkan kenangan di fikiran Leah, dimana dia tumbub besar sebagai anak metropolitan, tak terbayangkan jika ia akan menikah dengan seorang Ustad yang begitu amat mencintainya. Seketika Leah mengingat kata kata Ruchan yang waktu itu Leah bertanya tentang mantan.


"Mas bilang gak ada mantan ? Lalu siapa wanita di foto ini? bilang masih ingatkah dulu segala"

__ADS_1


"Dia hanya teman SMP, adeklah cinta pertama dan satu satunya Mas setelah Allah"


Leah tersenyum mengingat semua itu, gara gara itu juga, untuk pertama kalinya Ruchan berteriak kepada Leah, namun Leah bahagia, karena dia adalah satu satunya orang yang di cintai nya.


__ADS_2