Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Fakta Mengejutkan


__ADS_3

Leah dab Ruchan sampai ke pemakaman, sudah lama Leah tidak mengunjungi makam kedua orang tuanya, namun makam nya bersih dan ada bunga mawar yang masih segar.


"Assallamualaikum Pa, Ma Leah datang, siapa yang yang baru datang ke makam Papa Mama ya kok ada taburan bunga mawar?" Tanya Leah.


"Mungkin kerabat lain yank " Jawab Ruchan.


"Sejak kapan manggilnnya jadi yank, sebenarnya Mama lebih suka di panggil Adek" Kata Leah dengan wajah memerah.


"Adek? kita berdoa dulu, malu ah ini makam sayang " Kata Ruchan tersenyum.


Ruchan memulai doa doa, banyak doa yang Ruchan kirimkan untuk kedua mertuanya, Leah merasa sangat beruntung memiliki suami seperti Ruchan. Benar Ruchan bukan tipe Leah, namun laki laki seperti Ruchan yang bisa meringankan siksaan api neraka nanti, doa yang Ruchan kirimkan untuk orang tuanya juga menolong siksaan orang tua Leah.


Doa selesai, Leah dan Ruchan keluar dari makam, mereka memesan taksi dan pergi menuju kantor milik keluarga Handika.


"Ehem Adek? apa sebaiknya kita gak makan dulu? Mas mu ini udah lapar sayang " Goda Ruchan.


"Apaan sih " Kata Leah.


"Katanya suruh manggil Adek lagi, gimana sih" Kata Ruchan.


"Ya udah kita makan dulu aja, ntar biar aku telfon Pak Mino untuk menemui kita di restoran, gimana? " Tanya Leah.


"Boleh juga sayangku, oh ya Adek manis mau makan apa?" Goda Ruchan.


"Mulai ? lalu Mamasku mau makan apa? bilang dong" Goda balik Leah.


Supir taksi tersenyum mendengar obrolan mereka berdua, sedangkan Ais malah tertidur pulas.


"Hey, Mamas? Boleh juga, emm Mamas mau makan yang bikin kenyang aja deh, terserah Adik manis mau ngajak makan dimana, ini kan derah Adek" Kata Ruchan.


"Siap Mamas, Pak ke restoran iwak kali ya " Kata Leah.


" Iya Mbak " Kata Supir itu.


"Di Jakarta ada resto iwak kali? baru tau" Kata Ruchan.

__ADS_1


"Ada dong sayangku" Kata Leah.


"Centil amat ini Mamanya Aisyah " Kata Ruchan mencubit pipi Leah.


"Sst jangan keras keras, nanti Ais bangun Mass" Kata Leah.


"Mas nya lagi dong, s nya itu lho uchh bikin gemes " Goda Ruchan.


"Astaghfirullah hal'adzim Mas ckckck " Kata Leah.


"Astagfirullah? Alhamdulillah lah Dek, kita masih di beri kebersamaan seperti ini " Kata Ruchan.


Sampailah mereka ke resto yang telah di tuju, ternyata di sana sudah ada Pak Miko yang sudah menunggu. Leah pun menyapa dan basa basi dengan Pak Miko.


"Assallamualaikum Pak Miko" Sapa Leah.


"Wa'alaikum sallam, Mbak Leah, wah ini anaknya ya, cantik sekali, pakai hijab juga jadi gemes, duduk Mbak Mas, " Kata Pak Miko.


"Udah pesen Pak? " Tanya Leah.


"Pesen apa Dek? " Tanya Ruchan.


"Nanti juga Mas juga tau, oh ya Pak bagaimana keadaan kantor sekarang? lancar kan? " Tanya Leah.


"Alhamdulillah Mbak, kan juga transferan ke Mbak Leah juga lancar heheeh, ini kunci rumahnya sampai lupa " Kata Pak Miko memberikan kunci rumah.


"Oh iya, makasih ya Pak, bagaimana bisa Mama dan Saudara tiri saya bisa keluar dari rumah itu Pak? " Tanya Leah.


"Wah kalau itu lebih baik Mbak tanya pengacara Pak Arman saja, saya gak tau menau, hehe kalau gitu saya pamit dulu ya, pesananya mungkin sebentar lagi siap kok" Kata Pak Miko.


"Lho Pak Miko gak makan siang bareng kita? " Tanya Leah.


"Enggak lah Mbak, saya ada meeting siang ini, nanti malam silahkan Mbak Leah kalau gak capek bisa mampir ke rumah, masih ingat rumah saya kan? " Tanya Pak Miko.


"Insyaallah ya Pak, saya juga gak lama kok di Jakarta " Jawab Leah.

__ADS_1


"Oh ya udah kalau gitu saya pamit ya Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam. "


Pak Miko pun pergi, dan tak lama makanan pun datang, Ruchan tak menyangka, ternyata semua yang di pesan kesukaan Ruchan.


"Dek, Ma aduh bungung ini, ini semua pesanan kamu? " Tanya Ruchan.


"Iya dong, kesukaan Mamasssss kan? "Kata Leah.


"Dari mana Adek manis ini tau kesukaan Mas? " Tanya Ruchan balik.


"Ada deh, ayuk ah makan, tadi katanya lapar "Kata Leah.


Ketika Leah dan Ruchan makan siang, di sebrang jalan Leah melihat Amara dan Mamanya hendak menyebrang jalan. Dengan dandanan yang sederhana, pakaian sederhana, Leah takut mengira, namun mereka benar Mama dan Saudara tirinya.


"Mas lihat deh, itu kan Tante Soraya sama Amara kan? "Tanya Leah.


"Iya Dek benar, " Kata Ruchan.


"Kok berubah drastis gitu ya Mas" Tanya Ruchan.


"Adek samperin gih, bawa mereka makan juga di sini" Kata Ruchan.


"Biarin aja lah Mas, toh juga mereka dulu sering jahat sama Adek "Kata Leah


"Astaghfirullah hal'adzim Dek, ini ajaran siapa? sejak kapan kamu jadi pendendam? " Tanya Ruchan.


"Adek gak dendam Mas, itu semua karma mereka" Kata Leah kesal.


"Dek, bagaimanapun juga, Tante Soraya adalah Ibu kamu, biarpun dia hanya Ibu sambung, tapi kan dari kecil dia yang rawat Adek, sama seperti Umi Desi, dia jahat, namun masih mau merawat Mas yang bukan anak kandungnya, itu bukan hal yang mudah lho Dek, Singkirkan rasa dendam di hati Adek, kejar mereka, dan beri mereka kasih sayang, hati Adek pasti akan jauh lebih bahagia, ayo buktikan " Jelas Ruchan.


"Tapi Mas.. " Kata Leah.


Ruchan kembali memejamkan mata, kode untuk Leah mengejar Soraya dan Amara, Leah akhirnya menurut, karena dia merasa bahwa kata kata Ruchan ada benarnya, dan ingin mengetahui, kenapa mereka pergi meninggalkan rumah.

__ADS_1


__ADS_2