
Leah terus saja mencuci tangan yang baru ia gunakan untuk menampar Viko. Berulang kali Leah membasuh tangannya dengan perasaan kesal. Ruchan yang melihat kekesalan Leah pun mendekat dan menggodannya.
"Dari pada di cuci terus, mending buat pijitin Abi" Kata Ruchan.
"Mama reflek tadi bersentuhan dengan Viko Bi. Rasanya pengen Mama tampar pakai penggorengan yang sangat panas, " Kata Leah mencuci tangannya.
"Sholat Maghrib dulu yukk. " Ajak Ruchan.
"Yah jadi tertunda liburannya nih" Sambung Farhan yang hendak memasak.
"Iya nih, malah banyak. masalah kayak gini. Ustad mau masak? Gak usah ya, biar Mbaknya yang masak" Kata Leah.
"Alah, kita masak. bareng bareng aja lah "Kata Farhan.
Setelah sholat Maghrib, Leah dan Ruchan mengajak seluruh orang di rumah itu makan malam. Tidak terkecuali Glenca dan Amara. Sandybpun juga ikut turun makan malam bersama.
Suasana makan malam saat itu sangat hening. Anak anak yang biasanya rame pun semua ikut diam. Karena Sandy tak jadi mengajak anak anak. liburan, jadi mood mereka semua berubah.
"Setelah ini Sholat Isyak berjama'ah yuk. Anak anak juga harus setor lho ya" Kata Ruchan memecah keheningan.
"Lhah, Kabir gak ngafal Bi, gimana dong" Kata Kabir
__ADS_1
"Ya itu masalah Kabir lah. Gak setor ya gak dapat pahala dari Allah, siapa hayo yang rugi? Diri sendiri kan?? " Kata Ruchan.
"Terus Abi gak hukum Kabir? Enak dong! " Kata Syakir.
"Gak ada yang enak lah, Kabir akan rugi sendiri nanti, Abi juga gak akan hukum Kabir, itu urusan Kabir dengan Allah. Berarti Subuh nanti Akbar setor nya doble yaa" Kata Ruchan.
"Iya Abi" Kata Kabir.
"Setor apa sih? " Tanya Delia.
"Mengaji lah, kita di haruskan Abi sama Mama untuk setor tiap habis sholat dan ngaji, hafalan hafalan gitu" Jawab Aisyah.
"Ah Delia mana tau, mending main. Iya gak Sen? " Kata Delia.
Karena sibuknya Glenca yang harus bekerja mencukupi kebutuhan Delia. Setiap hari, Delia di asuh oleh tetangga Glenca yang setiap harinya sering ada masalah dengan suaminya.
"Delia gak mau belajar ngaji? " Tanya Farhan.
"Males" Jawab Delia singkat.
"Astagfirullah hal'adzim, Del ..." Kata Aisyah.
__ADS_1
"Emm aki duluan, jika kalian sholat jama'ah silahkan, Aku mau sendiri dulu" Kata Sandy beranjak dari tempat duduknya.
Sebelum sholat, Ruchan meminta anak anaknya untuk membantu Leah membersihkan meja makan, mencuci piring dan merapikannya di tempat semula.
Setelah semua sudah beres. Ruchan dan Farhan mengajak mereka semua sholat Isyak berjamaah.
Semua ikut berjama'ah, termasuk dengan Glenca dan Amara, yang jarang melakukan sholat. Seperti biasa, anak anak setor hafalan setelah sholat. Kali ini anak laki laki mengaji dengan Farhan, sedangkan Aisyah bersama Abinya.
"Harusnya kita paksa Delia mengaji Bi" Bisik Aisyah.
"Ya jangan di paksa dong. Perlahan tapi pasti Delia mau ikut kita ngaji" Bisik Ruchan.
"Kata Abi, jika tidak mau kuburan kita gelap nanti. Kita harus perbanyak mengaji Al-Qur'an. Delia harus dong!! Kan kita wajib mengingatkan" Bisik Aisyah lagi.
"Kakak ini, nanti Abi diskusikan masalah ini dengan Bos Kakak dulu laa" Jawab Ruchan.
"Mama maksudnya? " Tanya Aisyah.
Ruchan mengangguk, Leah penasaran dengan apa yang tengah di bicarakan oleh Anak dan Suaminya itu.
Dalam hatinya, Kenapa. mereka berdua harus bisik bisik bicarannya.
__ADS_1
Ketika Aisyah menoleh ke arah Leah, Leah pun membesarkan kelopak matanya, tangannya juga memegang rotan. Aisyah pun memberi kode kepada Abinya, jika Mamanya sedang mengawasi mereka.