Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Bertemu Dengan Keluarga Sindi


__ADS_3

Pagi itu setelah apel pagi selesai, Leah buru buru masak buat Ruchan dan berencana pamit, ingin pergi keluar bersama Sindi.


"Mas udah pulang ?" Tanya Leah kepada Ruchan yang baru saja pulang dari masjid.


"Iya Dek, oh ya, Insyaallah ba'da dzuhur Mas ada pertemuan di luar, kayaknya Mas pulang malam deh.. " Kata Ruchan.


"Kebetulan kalau gitu Mas, hari ini Adek mau keluar sama Sindi. " Kata Leah.


"Tumben, kemana? cuma berdua? "Tanya Ruchan.


"Awalnya sih kita mau, eemm.. sho, shopping hehehe, sekalian jalan jalan gitu, kan Adek butuh refreshing setelah kepergian Papa Mas, " Kata Leah.


"Sayang, mau shopping aja bilang nya gitu, boleh dong, asal... Adek selalu ingat Allah ya, oh ya cuma sama Sindi. " Kata Ruchan.


"Kayaknya sama Ustad Farhan juga, katanya dia senggang hari ini, biar jadi sopir hari ini hehehe" Kata Leah.


"Emm boleh gak ya.... tapi ada satu syarat.. " Kata Ruchan.


"Syarat? kayak anak kecil deh, pakai syarat syarat pula.. " Kata Leah dengan bibir manyun.

__ADS_1


"Mau enggak... " Goda Ruchan.


"Iya deh, apa syaratnya.. " Tanya Leah.


" Nanti malam, Adek yang harus inisiatif duluan.." Kata Ruchan dengan senyuman nakal.


"Idih,.. itu aja? "Tanya Leah.


Ruchan mengangguk pelan.


"Mas pergi ke Pendopo dulu ya, kalau Adek mau pergi, monggo sayangku, Assallamualaikum.. " Kata Ruchan.


"Waallaikum salalm, Macih ya suami kuh.. " Kata Leah sambil mencium tangan Ruchan.


"Assallamualaikum.. "


"Waallaikum sallam.. "


"Udah siap, sopir kita sudah menunggu lama ini, "Canda Sindi.

__ADS_1


"Iyo iyo, khusus dino iki, aku bakal siap dadi supire wanita wanita sholihah iki, mugo wae aku iso cedak karo Ita hehehe, ngemeng ngemeng Ita ora mbok di jak to Sin..? ( iya iya, khusus hari ini, aku akan siap jadi supirnya wanita wanita sholihah ini, semoga saja aku bisa dekat dengan Ita hehehe, ngomong ngomong Ita gak kamu ajak Sin..? )" Kata Farhan.


"Ustad Farhan ini, Ita itu hari ada kelas, tuh buat para adik adik santriwati kita.. " Jawab Sindi.


"Udah buruan yuk, keburu siang.. kita harus punya bukti banyak tentang Umi sama Linda.." Kata Leah.


Mereka bertiga pun berangkat, Farhan yang dari tadi tidak mengetahui kemana tujuan Leah dan Sindi pun bertanya, dengan sangat terpaksa Sindi menceritakan hal semalam yang di dengar Leah dan Sindi, Farhan marah besar, tak menyangka Umi Desi bisa setega itu.


"Aku ra nyongko lho, Ruchan itu memang dekat dengan Linda, tapi sebagai, sebagai, sebagaaai, opo yoo, .." Kata Farhan.


"Sebagai apa? " Tanya Leah.


"Ya kayak Ustad sama muridnya, opo meneh, Ruchan itu ndak pernah ada perasaan cinta sama si Linda......


"Ustad, kiri kiri,.. kita udah sampai, ini rumah ku, tadi aku sudah telfon si mbok ku, dan menceritakan semua nya tentang semalam.. " Kata Sindi.


"Tunggu Sin, memang apa hubungan Ibu kamu sama Umi? " Tanya Leah.


"Hooh, opo Sin.. " Sambung Farhan.

__ADS_1


"Kalian masuk dulu aja, biar si mbok nanti yang jelasin.. ayuk ah " Ajak Sindi.


Leah, Sindi dan Farhan pun keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah Sindi, di depan rumah sudah terlihat Ibu dan Ayah Sindi, dan Anak kecil yang sedang makan ice cream itu pasti adiknya Sindi.


__ADS_2