Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Salah Sasaran.


__ADS_3

Leah tak henti hentinya memukul dada Ruchan, hati wanita mana yang tak sedih jika seorang suami bertanya tentang kematiannya, dan bagaimana kelak istri akan melanjutkan hidupnya.


"Ma udah ya, Abi minta maaf pagi pagi buat Mama nangis, tapi Abi bertanya sungguh sungguh ini? " Kata Ruchan.


"Abi nanya kan? ok Mama jawab, jika nanti Abi yang duluan meninggal, Mama akan tetap setia sama Abi, gak akan ada imam baru buat Mama dan Ais, kecuali Kak Sandy, puas? " Tanya Leah.


"Mama kan cantik, masa iya mau hidup sendirian terus " Kata Ruchan.


"Tuh kan tambah nglantur, gak suka ah" Kata Leah ngambek.


"Jawab dong sayang" Kata Ruchan.


"Bi, Insyaallah, hanya Abi suami Mama, Ayah Aisyah juga hanya Abi, ok Mama cantik seperti yang Abi bilang, banyak laki laki yang mau, ia sama Mama kan? bisakah mereka terima Aisyah seperti anak mereka sendiri? mustahil" Kata Leah.


"Gak ada yang mustahil lho Ma" Kata Ruchan.


"Udah ya, hari ini Abi gak ngajar kan? temani Mama ke pasar ya, Mama mau blanja dan masak banyak, biar Abi lupa dengan pertanyaan konyol Abi tadi" Kata Leah beranjak dari tempat sholat.

__ADS_1


Perasaan Ruchan semakin tidak menentu, sepertinya Linda dan Sekar memang mengetahui kalau Leah pagi ini akan keluar, dengan sigap Ruchan bersiap siap mengantar istrinya ke pasar, agar tidak terjadi apa apa terhadap istrinya.


Leah menitipkan Ais ke Farhan, karena Vina sedang pulang kampung, sedangkan Ita harus mengajar, karena jadwal Farhan ngajar siang, maka Leah menitipkan Ais kepadanya, takut nanti Ais malah rewel saat di pasar.


Mereka berdua berangkat ke pasar, mengendarai sepeda motor milik Ikhsan, karena gak mungkin juga kalau ke pasar mengendarai motor milik Ruchan, karena motor Ruchan motor sport.


Di lain tempat, tepatnya sudah di pasar, Linda dan Sekar melucurkan aksinya, mereka berencana mencelakai Leah dengan cara mendorongnya ke jalan raya, yang saat itu masih ramai. Dengan menggunakan Linda, karena Sekar dan Linda tau, sekuat kuatnya hati Leah, dia tetap akan bersikap baik dengan Linda.


✳✳✳✳✳✳✳✳


Tak butuh waktu lama, jarak antara Pesantren dan Pasar cukup dekat. Saat itu Ruchan sedang memarkirkan motor, dan Leah memasuki pasar, ketika ingin memasuki pasar, Leah di panggil oleh Linda.


"Linda? " Leah pun mendekati Linda.


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam"

__ADS_1


"Jilbab kamu mana Lin? " Tanya Leah.


"Emm itu, aku udah gak. pakai? " Jawab Linda gugup.


"Kenapa? bukannya itu sudah melekat sejak kamu masih kecilya? segampang itu kah? dan sejak kapan kamu keluar dari penjara? " Tanya Leah.


Linda sudah sangat muak dengan pertanyaan Leah yang terus bertanya kepadanya, saat dia melihat kode dari Sekar, Linda langsung mendorongnya ke tengah jalan, dimana Sekar sudah siap untuk menabrak Leah menggunakan mobil rental.


"Aduh, Linda!! " Teriak Leah saat di dorong oleh Linda.


Melihat ada mobil melaju kencang, Leah panik, ia ingin lari, namun kakinya terkilir, mobil yang di kendarai Sekar sangat kencang, Leah hanya pasrah, kaki nya tidak bisa di gerakkan.


Bruukkk...


Suara mobil itu ketika menabrak sesorang, Leah mmembuka matanya, ia berada di tepi jalan, lalu siapa yang tertabrak? Leah berusaha berdiri dengan di bantu orang yang sedang di pasar, jalanan menjadi macet. Leah bergegas berlari ke arah orang yang telah menyelamatkannya itu. Lari dengan kaki yanh pincang,Leah mendekati korban kecelakaan itu.


Hancur hati Leah, melihat sesorang yang berlumuran darah terkapar di jalan itu adalah suaminya. Hati Leah menjerit, memanggil nama Ruchan, namun tak bisa bersuara, di sampingnya, sudah ada Linda dan Sekar yang merasa bersalah, bersimpuh di samping badan Ruchan.

__ADS_1


"Abi " Kata Leah lirih, hatinya sangat hancur, seketika ia mengingat pertanyaan Ruchan setelah sholat subuh tadi, Leah sangat takut, ia belum siap jika harus di tinggalkan oleh Ruchan.


Leah pun pinsan, warga sekitar mengamankan Sekar dan Linda, beberapa menit kemudian ambulance datang, membawa Ruchan dan Leah ke rumah sakit.


__ADS_2