
Ketika Ruchan melepas tangan Leah secara perlahan, Leah menolak untuk di lepaskan, pelukannya malah semakin erat.
"Gak mau Yang, mau nya seperti ini saja" Kata Leah.
"Nggak bisa dong sayang, nanti ada Mas Sandy loh sayang. Lain kali lagi aja ya, kemaren malam Mas udah nggak sholat malam lho" Kata Ruchan.
"Adek yang nanti bangunin sayangku, santai saja, sekarang peluk Adek seperti ini" Kata Leah manja.
"Yakin mau melakukannya lagi, udah nggak sakit itu nya?" Tanya Ruchan.
Leah mengangguk, sebenarnya memang Ruchan ingin sekali lagi, mumpung masih di Singapura. Tapi, tidak benar menggauli seorang istri yang sedang tidur, namun Leah dengan sedar memintanya sendiri. Akhirnya Ruchan pun memulai.
"Bismillahirrohmanirrohim.
Ruchan melepas jilbab Leah, ia mulai berdoa dan meniup rambut Leah, menciumnya hingga ke kening, ciuman nya turun ke pipi, dan ke bibir, ketika ciuman mulai turun ke leher, Leah mulai mendesah..
Ahhhh.. Yank... umm
yank...
Tangan Ruchan mulai nakal, ....
Dan.. akhirnya Ruchan mencapai puncaknya.
Alhamdhulillah hirobbil 'alamin...
💏💏💏💏💏
__ADS_1
Sepertiga malam, Leah terbangun, ia teringat janjinya yang akan mengingatkan Ruchan untuk sholat malam.
"Ustad gaulku, bangun yuk, ini sudah waktunya, air nya aku siapin dulu ya, bangun, kalau ngvak bangun aku akan bikin berdiri lagi itu" Kata Leah sambil mencium pipi Ruchan.
Ruchan tersenyum dan menarik tangan Leah, dan mencium bibir Leah.
"Sayang, udah dong, nanti keburu habis waktunya" Kata Leah.
Ruchan beranjak dari tempat tidurnya, ia pun mandi, belum selesai mandi Leah mengetuk pintu.
Tok tok tok...
"Sayang bukain pintunya, aku mau ikut mandi bersamamu, aekalian mau ikut sholat malam dengan suami tercintaku ini" teriak Leah.
Ruchan yang badanya masih berbusa sabun pun membuka pintu ,..
"Pengen mandi bareng" Goda Leah.
" Ah kamu, godain Mas mulu deh. Kalau kayak gini kan makin lama mandinya" Kata Ruchan.
"Ah Lama... " Leah yang tak sabar pun langsung masuk ke kamar mandi.
Leah mulai melepas bajunya, Ruchan tak tahan dengan godaan tubuh Leah pun langsung mempercepat mandinya.
"Mas selesai? Mas tunggu di luar ya sayang, buruan! Waktunya hampir habis" Kata Ruchan terburu-buru.
Leah tertawa melihat suaminya yang sedang gugup. Malam itu, Ruchan dan Leah menunaikan sholat malam berjama'ah, seperti bayangan Ruchan waktu sekolah dulu. Dia bermimpi bisa sholat malam bersama pendamping hidupnya.
__ADS_1
"Sayang...." Bisik Ruchan.
"Jangan mancing deh" Kesal Leah.
"Mau denger cerita Mas ngga?" Tanya Ruchan.
"Mau" Jawab Leah.
"Nggak ngantuk?" Tanya Ruchan.
"Nanti kalau istrimu yang comel ini ngantuk, tak bilang wes" Jawab Leah.
"Ini cerita Mas 10th lalu, tepatnya saat Mas usia 16th, baru kelas 2 Aliyah" Kata Ruchan.
"Pas imut-imut nya dong. Mm aku baru umur 11 th, kelas 5 SD, hah? Setu....." Kata Leah tidak jadi melanjutkan kata-katanya.
"Iya, jadi gini, dulu waktu umur segitu, Mas di ajak ke jakarta sma Abi dan Umi kandung nya Mas, di sana Mas ketemu sama anak perempuan tomboy yang super usil. Anak kecil itu pernah ngerjain Mas, bayangin aja masa minuman Mas di kasih garam. Saat Mas minum, Mas pura-pura aja nggak ada apa-apa, karena bagaimana pun anak kecil itu yang kelak akan jadi istri Mas" Kata Ruchan memberi kode mata.
" Tunggu!" Potong Leah.
"Sttt, kalau cerita belum cerita jangan di potong dulu, nanti jadi nggak seru lagi lah" Kata Ruchan mengecup bibir Leah.
"Baiklah lanjutkan, tapi jangan tiba-tiba cium gini ya. Ayo lanjutkan " Kata Leah memberi kecuapan balik untuk Ruchan.
Ruchan tersenyum....
"Nah, saat Mas masuk ke kamar anak perempuan kecil yang nakal itu, dia sedang di marahi oleh kakak laki lakinya, dan di ketawain sama dua saudarinya. Dengan terpaksa Anak kecil itu minta maaf sama Mas, dia bilang, kalau Mas gak sekolah kel luar negri dan menjadi Ustad, dia nggak mau nikah sama Mas, lalu dia ngasih tasbih unyu ini untuk Mas" Kata Ruchan menujukan tasbih warna pink.
__ADS_1
Yang ternyata, pemberian dari Leah dulu, Gadis kecil itu adalah Leah, jadi sebelumnya mereka pernah bertemu, namun Leah lupa dengan semua itu, karena Leah pernah jatuh dan di bagian kepala nya terbentur.