
Saat Ruchan pulang, terlihat Leah duduk di depan tv dan berdiam diri, Ruchan mendekati Leah dan berusaha membuat Leah tidak memikirkan sesuatu yang akan memperburuk kandungannya, seperti apa yang Sindi bilang.
"Assallamualaikum Dek? " Sapa Ruchan.
"Waalaikum sallam... " Kelihatan Leah masih sangat kesal atas apa yang Ruchan katakan tadi, memang tak sepantasnya Ruchan memarahi Leah di depan umum, apa lagi di depan orang tuanya.
"Adek masih marah yaa, sini Mas cium.. " Goda Ruchan.
Leah menjauh perlahan lahan, Ruchan pun tetap tidak menyerah untuk membuat Leah tersenyum.
"Dek, jalan jalan yuk.. " Ajak Ruchan.
"Gak mau.. " Jawab singkat Leah.
"Kok gitu sih, " Kata
"Tadi udah jalan jalan sama Sindi.. " Kata Leah masih bete.
"Terus si dedek ini udah maem atau belum, Mas bikinin Susu ya.. " Kata Ruchan mengelus elus perut Leah.
Leah tetap masih diam, memikirkan bagaimana cara bicara dengn Ruchan tentang Sandy yang akan menjemput Leah dengan paksa.
Leah takut, jika Kakaknya sudah marah, semua orang pasti akan di amuk, belum selesai memikirkan semua itu, tiba tiba Sandy sudah datang di depan rumah Leah.
__ADS_1
"Assallamualaikum, Ustad, Leah... Kakakmu di depan rumah, buruan siap siap.. besok Kakak ada banyak kerjaan, yang hari ini Kakak tunda.. " Kata Sandy berteriak di depan rumah.
Ruchan dan Leah kaget mendengar suara Sandy, Ruchan yang masih membawa susu buat Leah pun langsung keluar.
"Waalaikum sallam, Mas Sandy Dek??? " Kata Ruchan.
"Bukan, itu deptcolektor.. " Jawab Leah.
"Adek ah, hayuk temui dulu Mas Sandy. " Kata Ruchan.
Ruchan dan Leah keluar menemui Sandy, Leah berfikir pasti ia akan menjemputnya, dan menguruh Leah untuk melahirkan di Singapure.
"Mas Sandy, assallamualaikum... " Kata Ruchan sambil menyalami Sandy.
"Bentar Kak, Leah buatin.. " Kata Leah.
"Ett, Ustad ini yang akan buatkan, kamu siap siap, Kakak besok sibuk.. " Kata sandy.
Ruchan bingung dengan kata kata Sandy, siap siap untuk apa yang ia maksud.
"Maksud Mas, siap siap mau kemana ya, kita gak akan pergi pergi hari ini... " Kata Ruchan.
"Bukan kita, hanya aku dan Leah yang akan pergi, aku akan membawa Leah ke Singapure dan melahirkan disana, jika kamu mau ikut ayo, tapi kalau tidak, jangan menghalangi ." Kata Sandy.
__ADS_1
"Tapi Mas, Adek gak bilang ini ke Mas lho, " Kata Ruchan memandang Leah.
"Mamang Leah tidak tau akan hal ini, ini inisiatif ku sendiri, Ruchan, mungkin hak ku kepada Leah tidak sebesar hak yang kamu miliki, tapi dia sedang hamil, dan berkali kali Ibumu itu mau mencelakai Leah,jika kamu yang di celakai aku tidak peduli, tapi Leah dan calon anaknya adalah harta satu satunya milik aku, hanya 10 bulan, nnti anak kamu sudah umur 3 bulan saat pulang, ayo Leah cepat... " Jelas Sandy.
"Tapi Mas, aku ada di sini, aku bisa menjaga Leah, ini tugasku Mas, Mas gak bisa donk ambil keputusan tanpa merundingkan dengan ku dulu.. " Kata Ruchan.
"Gak perlu ada uang dirundungkan, Leah kamu tau sendiri kan kalau Kakak mu marah ini bagaimana?? ,jangan sampai memuat Kakakmu ini marah... " Kata Sandy.
Saat Ruchan dan Sandy berdebat, datanglah Arifin, Farhan dan Ikhsan, ternyata mereka sudah tau kedatangan Sandy yang begitu tiba tiba.
"Assallamualaikum...
"Wa'alaikum sallam.. "
"Ada apa ini, apa kabar Sandy.. " Sapa Ikhsan bersalaman dengan Sandy.
"Alhamdulillah kabar baik bro.. Kedatangan aku kesini cuma mau njemput adikku, aku ingin membawa ke Singapure dan melahirkan di sana... " Kata Sandy.
"Kenapa gak disini aja, istri ku juga hamil bro, Ibu hamil itu pasti ingin slalu dekat dengan suaminya.... " Kata Ikhsan.
"Adikmu gak mau aku ajak, ya udah aku bawa Leah aja, gak maksud apa apa sih bro, aku cuma ngejalanin apa yang di perintahkan alm bokap aja, kalau Leah hamil aku harus selalu ada di dekatnya, ya karna aku gak di sini, Leah yang aku bawa kesana.." Kata Sandy mengarang cerita.
Iksan tak bisa berkata apa pun juga, keputusan ada di tangan Leah sendiri, apa dia mau ikut dengan kakaknya, atau tetap di sini bersama suaminya.
__ADS_1