Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Go Singapura.


__ADS_3

Subuh menyambut Jogja, suara sahutan merdu Adzan telah berkumandang, cuaca baru saja hujan tengah malam tadi, menjadi lebih sejuk dan dingin ketika pagi hari, kali ini Ruchan sholat di masjid pesantren bersama santri lain, seperti sebelumnya.


Leah pun tak bisa meninggalkan Ais sendiri di rumah, jadi ia hanya bisa sholat sendiri di rumah, dan selesai sholat ia akan bersiap siap, karena jadwal penerbangan Leah jam 7 pagi.


Waktu menunjukan pukul 6, namun Ruchan belum juga kembali dari pesantren, selesai masak, Leah menyusul Ruchan ke pesantren karena Hp Ruchan di tinggal di rumah.


Berhubung Ais sudah bangun, Leah membawanya juga ke Pesantren, Leah melewati lorong santri Putri, terdengar suara yang sedang mengaji di kamar, mungkin itu salah satu santriwati yang sedang tidak ada kegiatan madrasah, jadi ia mengaji di kamar. Sampai di lorong santri Putra, ia bertemmu dengan Farhan yang akan mengajar Madrasah.


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam"


"Ais mau kemana? " Tanya Farhan.


"Ustad Farhan tau dimana Abinya Ais gak? " Tanya Leah.


"Tau lah, tuh di aula sama Kyai, belum siap kah? bukannya mau pergi ke Singapura? " Kata Farhan.


"Ustad kan juga ikut? " Tanya Leah.


"Heheheh aku tak nyusul saja, hari ini aku ngajar e, aku juga udah beli tiket kok, jam terbangku jam 3 sore, iki?! " Kata Farhan.

__ADS_1


"Ouh gitu, ya udah aku mau cari Mas Ruchan dulu ya, udah mepet ini jam nya" Kata Leah.


"Bandara kan deket hehehe " Kata Farhan.


"Kebiasaan, Assallamualaikum " Salam Leah.


"Wa'alaikum sallam, galak men" Kata Farhan.


Leah pun menuju aula, seperti yang di bilang Farhan, ternyata Ruchan sedang berbincang dengan Ikhsan di depan pintu aula. Dan Leah tak sengaja mendengar percakapan.


"Han, ini udah jam berapa, kamu jadi to ke Singapura? " Tanya Ikhsan.


"Jadi lah Mas, Ruchan dah siap kok, ini juga dah mandi tinggal ganti baju, kenapa? " Kata Ruchan.


"Bismillah, Insyaallah Mas doakan aja, aku juga yakin tentang perasaanku kepada Leah, pasti aku dan Leah sebelumnya hidup tentram damai, buktinya meski aku lupa ingatan, tetap aja aku merasa nyaman di dekat Leah, aku sangat mencintai nya Mas, " Kata Ruchan.


"Alhamdulillah, tapi ingat, cinta kepada Allah juga harus lebih besar, Ia adalah penciptamu, tak salah kamj mencintai istrimu, namun Gusti Allah lebih berhak atas besar rasa cintamu" Nasihat Ikhsan.


"Pasti itu Mas, aku kan mencintai Leah karena Allah, dan Ais dia mirip banget denganku waktu kecil dulu lho wajahnya Mas, Semoga kelak nanti dia bisa menjadi pertolongan untukku dan Leah di akhirat nanti ya Mas" Kata Ruchan.


"Amin, dah sana siap siap, kamu gak ingat marahnya istrimu ya, bahaya!! " Kata Ikhsan.

__ADS_1


"Bahaya gimana? gigit gitu Mas? " Tanya Ruchan.


"Assallamualaikum "


"Waalikumsallam "


"Panjang umur, eh Dek Leah, cari Ruchan ya,, nih bawa udah ndak butuh Mas " Goda Ikhsan.


"Abi, pulang" Kata Leah melirik.


"Emm Mas, aku pamit dulu ya, Leah udah keluar sungunya " Kata Ruchan.


"ABiiiii " Kata Leah.


"Iya Ma, ayuk... Assallamualaikum Mas"


"Wa'alaikum sallam"


"Assallamualaikum Mas, permisi dulu" Kata Leah.


"Wa'alaikum sallam, hati hati hahaha" Kata Ikhsan.

__ADS_1


Ikhsan tertawa melihat tingkah laku Leah dan Ruchan, ia sangat berharap jika Ruchan bisa kembali ingatannya, dan hubungan suami istri itu semakin erat, dan harmonis, dan ke depannya gak ada lagi badai yang menimpa mereka berdua.


__ADS_2