Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Hampir Saja


__ADS_3

Suara adzan subuh berkumandang di setiap masjid, Ruchan membangunkan Leah untuk sholat jamaah di masjid Pesantren. Leah dengan segera bangun dari tidurnya yang nyenyak, segera mengambil air wudhu dan berangkat ke masjid bersama Ruchan.


Di masjid, Sindi dan Ita sudah menunggu Leah di batas suci alas kaki, nampak Leah yang kelihatannya sangat lesu, dia tidak tidur nyenyak malam itu, terus terbayang akan bahaya apa lagi yang akan menimpa calon anaknya nanti.


Ruchan masuk ke dalam masjid, sedangkan Leah masih bercengkrama dengan Sindi dan Ita, tak terasa Leah buang angin, hingga ia harus mengambil air wudhu lagi.


"Eh, aku kentut nih, maaf ya.. Aku ambil wudhu dulu, kalian masuk dulu gak papa... " Kata Leah.


"Yakin gak mau kita temenin? "Tanya Sindi.


"Yakin lah, masa iya wudu harus di temani, kan masih banyak juga santriwati di tempat wudhu.. " Jawab Leah.


"Yo wes, buruan ya, kita tunggu di dalam.. " Kata Sindi.

__ADS_1


Sindi dan Ita pun masuk ke masjid, Saat Leah wudhu, Umi melihatnya dan memiliki rencana jahat, pas dalam fikiran Umi, Leah masuk ke kamar mandi dulu, saat Leah di kamar mandi, Umi menumpahkan cairan buat ngepel di depan pintu kamar mandi, dengan fikiran pasti nanti Leah bakal jatuh dan keguguran.


Umi langsung sembunyi saat ada santri keluar dari kamar mandi sebelah, barengan dengan Leah yang saat itu keluar dari kamar mandi, Benar saja, Leah terpeleset oleh cairan pembersih lantai yang Umi tuangkan.


Untung Leah tidak jatuh, karena santri yang berada di samping nya dengan sigap menangkap badan Leah. Leah sangat kaget saat itu, lalu menyentuh lantai dan menciumnya. Bagaimana mungkin ada cairan pembersih lantai di depan kamar mandi yang Leah masukki, fikir Leah pasti ada orang yang sengaja.


"Mbak Leah ndak papa? " Tanya Santri itu.


" Gak papa kok, em kamu tungguin saya wudhu dulu ya.. " Kata Leah waspada kalau ada yang ingin menjahati dirinya Lagi.


Selsesai sampai wudhu, santriwati yang menemani Leah pun menuntun Leah sampai tangga menuju masjid, ketika sampai di dalam, Leah bercerita tentang kejadian yang baru saja menimpanya.


Sindi dan Ita terdiam, Sindi berfikir, ini semua pasti Umi yang melakukanya, karena dia sama sekali belum melihat Umi masuk, karena Umi tidak pernah telat jika ikut sholat jama'ah.

__ADS_1


Benar saja dugaan Sindi, tak lama setelah Leah masuk, Umi pun masuk dan baru saja memakai mukena. Padahal Umi selalu makai mukena nya dari rumah.


"Le, kok aku curiga ya sama Umi, " Kata Sindi.


"Aku juga mencurigai Umi, karena pas aku mau ke kamar mandi, Umi ada di belakangku, aku melihatnya dari kran wudhu.. " Kata Leah.


" Jahat banget sih Umi.. " Sambung Ita.


"Kalau benar Umi yang melakukan, ini bahaya buat aku dan calon anakku Sin, apa harus aku lahirin anak ini di Jakarta.. " Kata Leah.


Allahu akbar allahu akbar, ashadualla illahaillallah, waashaduanna muhammadarrosullullah, haiya'alasholah, haiya 'alalfallah, allahuakbar allahuakbar lailla haillallah.


"Udah komat, sholat dulu, bahas nanti lagi.. " Kata Sindi.

__ADS_1


Sholat berjalan dengan khusuk, dan ceramah Kyai Ikhsan pun telah usai, semua jama'ah keluar dan melakukan aktivitas masing masing.


Leah memberi isyarat kepada Ruchan, untuk berbicara masalah yang terjadi subuh tadi. Ruchan pun tau akan kode Leah, Ruchan pun meminta izin ke kakaknya untuk menemui Leah sebentar.


__ADS_2