
Hari demi hari berganti, acara tahlilan pun sudah mencapai bubaran, satu hari setelah itu, Sandy dan Ikhsan merencanakan rencana lamaran yang akan Sandy laksanakan. Ibu dan Saudara tiri Leah pun juga sudah pulang, begitupun dengan Umi dan Linda juga sudah kembali ke penjara. Lamaran Arifin juga akan di adakan 2 minggu lagi di Singapura, Arifin hebat, ia mendapat restu dari orang tua Intan, walau berbeda agama, dengan pengertian Intan dan ketulusan Arifin, akhir nya orang tua Intan bisa merestui mereka.
Sandy juga menceritakan niatan untuk melamar Sindi ke Leah dan Ruchan, sambil bermaim dengan Aisyah, Sandy memceritakan niatannya.
"Wah, yang bener Kak? Kapan? " Tanya Leah.
"Rencana Ikhsan sih besok Le, Kalian berdua ikut ya, sekalian bawa ini kesayanganku, ntar aku ajak dua anak konyol itu juga "Kata Sandy
"Maksud Mas? Farhan dan Arifin? "Tanya Ruchan.
"Iya lah, siapa lagi.. " Jawab Sandy.
Leah sangat bahagia mendengarnya, dia sangat menyukai Sindi, dan cocok kalau untuk pendamping Kakak nya, dan menjaga nya untuk Leah ketika berada jauh darinya.
Malam itu sangat membuat hati Leah bahagia, tak lama lagi, sahabatnya akan menjadi Kakak Iparnya. Ruchan yang melihat Leah sangat bahagia langsung memeluknya dengan erat.
"Abi? Bikin kaget deh, ada apa ini? tiba tiba meluk ih "Tanya Leah.
__ADS_1
"Abi kan juga butuh di manja Ma, masa Aisyah sama Mas Sandy aja yang di manja, Abi kan belahan hati Mama.. " Goda Ruchan dengan tangannya yang nakal mulai meraba tubuh Leah.
"Abi ah, Ais baru aja bobok, Mama capek mau istirahat.. "Kata Leah.
"Lah kok gitu, Abi gak di temenin nih? " Tanya Leah.
"Yakin cuma butuh buat nemenin? "Tanya Leah balik.
"Bikin Adek buat Ais yuk.. "Kata Ruchan.
"Dikamar kan Mas Sandynya, hayuk lah.. "Kata Ruchan sambul mencium kening Leah.
Perlahan jilabb Leah dilepas oleh Ruchan dan hanya menggunakan ciput, Ruchan menuntun Leah ke tempat tidur dan menutupi nya dengan selimut, kini mereka berdua berada di bawah selimut, Ruchan mulai melapas ciput Leah, di belainya rambut Leah dengan sangat lembut, Ruchan mulai mencium kening dan melafadzkan doa.
Ciuman Ruchan mulai turun ke leher..
"Ahh shh " suara khas Leah mulai keluar, dan malam pun masih panjang, dua sejoli yang sering kedatangan masalah, kehilangan orang yang di sayang, kini tengah memadu kasih, melupakan beban pikiran yang berat..
__ADS_1
✳✳✳✳
Rutinitas pagi hari telah usai di laksanakan, Sindi sudah pulang duluan ke rumahnya setelah sholat subuh, di jemput Bapaknya, Semua orang Mas Ikhsan, Mbak Vina dan Ilham sudah siap, Ustad Farhan dan Ustad Arifin juga sudah menunggu di luar, Leah, Ruchan dan Ais juga sudah siap berangkat. Kino tengah menunggu Sandy.
5 menit setelahnya, Sandy keluat dengan baju yang sangat rapi, kali ini berbeda, Sandy yang biasanya memakai baju hem dan celana hitam, kini memakai pakaian ala Timur, mirip dengan apa yang Ruchan dan Ikhsan pakai.
"Ciee... " Goda Farhan.
"Hehehe ayo berangkat, kalian lama sekali ah "Kata Sandy.
"Kebalik Kak, Kakak yang lama" Kata Leah.
"Assallamualaikum Adi, tolong kamu jaga pantau Pesantren ya, sementara saya pergi, "Kata Ikhsan.
"Wa'alaikum sallam, njih Kyai, Insya Allah, saya usahakan aman.. "Kata santri itu.
Semua telah siap dan berangkat, sepanjang jalan, Sandy menjadi topik perbincangan, hari ini semua menggoda Sandy. Sesampainya di sana, terlihat keluarga dan tetangga sudah menyambut rombongan Sandy. Para tetangga semua keluar, bilangnya gadis sesederhana Sindi bisa menikah dengan seorang Dokter sekaligus pengusaha di Jepang.
__ADS_1