Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Perjalanan ke Bandung.


__ADS_3

Hari yang di tunggu telah tiba, Ruchan dan Leah telah mempedsiapkan segalanya untuk hari ini, mereka barangkat lebih awal ke Bandung, kali ini Ruchan dan Leah tak naik pesawat, melainkan menggunakan mobil sendiri.


Sebenarnya Ikhsan dan Vina pun juga ingin ikut, namun jika mereka pergi, siapa yang akan mengontrol Pesantren, Ustad andalan mereka sedang dinas keluar kota, Ustad Ustad yang lain pun juga memiliki kegiatannya masing masing.


"Bismillahirrohmanirrohim Subhanalladzi Sakhkhara Lana Hadza Wamaa Kunnaa Lahu Muqriinin Wainna Ilaa Robbina Lamunaqlibun" Doa Berkendara.


"Sudah siap kan? " Tanya Ruchan.


"Sudah Bi" Jawab Leah.


"Komplit? " Tanya Ruchan.


"Iya dong, ayo Abi keburu siang" Kata Leah.


"Iya Sayaaaang, Bismillahirrohmanirrohim " Kata Ruchan.


Awal perjalanan mereka sangatlah indah, mereka bersholawat ria, dari mulai Akbar yang tertidur hingga Ais yang juga ikut, susana menjadi sepi. Aisyah biasanya yang paling bawel saat di mobil kini hanya dengar suara dengkuran Ais.


"Hahaha Si Kakak mah kayak Abinya, kecil kecil dengkurannya keras, kasih toa mungkin tambah lucu hahaha " Tawa Leah.


"Abi mana pernah dengkur? anteng anteng aja deh kayaknya kalau pas Abi tidur, Mama tuh yang dengkur kenceng banget " Goda Ruchan.


"Mana ada, Abi tidur jadi gak tau kalau Abi dengkur keras banget, semoga aja si kembar ntar boboknya gak dengkur kayak Abinya" Kata Leah.


"Si Abang anteng aja boboknya, apa karena masih bayi? " Tanya Ruchan.


"Kak Sandy petakilan gitu kalau tidur anteng dia, bahkan kadang hanya bernafas tapi jarang gerak" Kata Leah.


"Kok aneh ya, tapi kalau pas gak tidur banyak tingkah lhoh" Kata Ruchan.


"Abi ngatain Kakak Mama banyak tingkah? Awas aja!!! " Kata Leah.


"Eh enggak lah sayang, " Kata Ruchan yang tangannya mulai usil.


"Fokus nyetir, tangannya gak usah usil gini, pokoknya nanti gilirannya pas udah sampai Bandung" Kata Leah.


"Lhah? " Kata Ruchan.


"Kenapa? " Tanya Leah.


"Gak papa kok ratuku" Kata Ruchan.

__ADS_1


"Bi? " Panggil Leah.


"Iya sayang? " Kata Ruchan.


"Kapan ingatan Abi balik 100% ? Mama kangen saat Abi inisiatif dulu sebelum Mama" Kata Leah (Kode keras).


"Sabar ya Ma, perlahan pasti ingatan Abi kembali lagi kok" Kata Ruchan mengusap kepala Leah.


"Bi, Mama ngantuk, boleh tidur? " Tanya Leah.


"Boleh dong, istirahat lah, tidur yang cukup agar gak kecapekan, gak baik buat si kembar" Kata Ruchan mengusap perut Leah.


"Tapi nanti Abi jadi bosan nyetirnya" Kata Leah.


"Gimana biar gak bosan, kita putar sholawatan aja, biar Abi bisa ikutan sholawatan jadi gak bosan, gak ganggu tidur Mama kan? " Tanya Ruchan.


"Ya gak lah Bi, yya kali ke ganggu sama suara sholawat, hello, islam ktp? puter lah, biar Mama tidurnya ambleg " Kata Leah.


"Alhamdulillah" Ucap Rucahan.


Perjalanan masih sangat jauh, Leah sudah terlelap begitu kepalannya menyentuh bantal. Tak ada kata lelah dalam diri Ruchan ketika melihat istri dan anak anaknya terlelap begitu nyenyak.


✳✳✳✳✳


Ruchan mencari masjid yang berada di kiri jalan dan parkirannya luas, agar bisa lama beristirahatnya, Leah terbangun ketika Ruchan memberhentikan mobilnya.


"Udah sampai Bi? " Tanya Leah.


"Waktunya sholat dzuhur, Mama mau jama'ah apa mau gantian? " Tanya Ruchan.


"Gantian aja Bi, takutnya nanti kalau ikut jama'ah antara Abang sama Kakak bangun malah gak tau nanti, kasihan" Jawab Leah.


"Ya udah kalau gitu Abi duluan ya, Assallamualaikum " Kata Ruchan mencium kening Leah.


"Wa'alaikum sallam"


Memang jadi kebiasaan Ruchan, sebelum melakukan ia mesti harus cium kening Leah terdahulu, walaupun sebelum wudhu mau sholat. Katanya setiap kecupan suami di kening istri membuat hati seorang istri lebih tenang, dan membuat suami akan bertambah kasih sayangnya.


Setelah Ruchan selesai, ia melihat Leah dan anak anaknya sudah ada di luar mobil, terlihat Leah yang sedang sibuk menyuapi Aisyah makan sambil menggendong Akbar. Sangat luar biasa, seperti itu Leah masih saja bersabar, bahkan berdiri jongkok terus karena Ais merangkak kesana kesini. Di sana juga banyak ibu ibu yang memperhatikan Leah.


"Mbaknya masih muda udah punya anak dua, usia berapa bulan semuanya Mbak? " Tanya Ibu itu.

__ADS_1


"Ini Kakaknya usianya 9 bulan jalan, dan yang Abangnya 1 bulan jalan Bu" Jawab Leah.


"Wah sundulan ya, Kakaknya masih 9 Bulan jalan, Adeknya sudah satu bulan aja" Kata Ibu itu.


"Alhamdulillah Allah memberi saya rezeki double Bu" Kata Leah.


"Mbak usia berapa? " Tanya Ibu itu.


"23 tahun lebih Bu" Jawab Leah.


" Wah masih muda, Hamil duluan yaa? " Kata Ibu itu (😡)


Leah menunduk bukan Karen malu, ia ingun sekali menampar Ibu itu jika dia bukan orang tua, dia sama sama seorang perempuan juga seorang Ibu, tapi begitu tega mengatakan hal itu, Ruchan yang mendengar itu langsung menghampiri Leah.


"Assallamualaikum Ibu, Ma sana sholat dulu, biar Kakak sama Abang Abi yang jagain ya" Kata Ruchan.


"Tapi Ais lagi makan lho Bi, Abang juga masih ngempeng? " Kata Leah.


"Gak papa, bawa aja ke mobil, biar Abi yang jaga, setelah itu kita cari tempat istirahat lain ya " Kata Ruchan.


"Iya Bi, mari Bu Assallamualaikum " Kata Leah.


"Wa'alaikum sallam"


Ibu itu terus saja melihat Ruchan dari ujung peci hingga ujung kaki, membuat Ruchan jadi tidak nyaman.


"Maaf Bu, saya permisi dulu ya? " Kata Ruchan.


"Mas ini suami Mbaknya tadi ya? yang hamil duluan? profilnya sih ngalim, tapi yaaa dalemnya kita gak tau ya ibu ibu" Kata Ibu itu julid.


"Iya Bu, yang tau hanya diri kita sendiri dengan yang maha kuasa, oh ya Bu, Nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam pernah bersabda :


"Layadzmiy Rajalun Rajullam bifisqi Awilkufri, Ilar tadzad 'alaihi, Inlam Yakunn Shaahibhu Dzalik"


"Tidakalah seorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekufuran, melainkan akan kembali kepadanya tuduhan tersebut jika yang di tuduhkan tidak demikian"


" Jadi Ibu, sebaiknya lain kali, jika Ibu tidak mengetahui apa apa dari orang yang ibu tanyain, akan lebih baik ibu bertanya dulu ya, istri saya wanita yang sangat baik untuk saya kok, tidak sengaja Ibu telah menyakiti hati istri saya lho, Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam "


Ibu itu seperti malu dengan apa yang di katakan Ruchan, benar mungkin hanya pertannya an sepele tentang nikah duluan lah, kok masih muda punya anak lah, namu. tanpa sadar pertanyaan itu akan menyakiti perasaan dan hati orang lain, sama aja kita telah mencela orang itu.

__ADS_1


Ruchan masuk ke mobil, 5 menit kemudian Leah keluar dari masjid dan di hadang oleh Ibu tadi, nampak Ibu tadi menjabat tangan Leah dan Leah juga tersenyum kepadanya. Masalah selesai, nampak ada cahaya dalam wajah Leah di mata Ruchan, entah perasaan apa yang membuat Ruchan bisa tersenyum malu seperti itu, namun yang pasti, tak ada seorang suami yang membiarkan hati istrinya tersakiti oleh siapa pun.


__ADS_2