
Jam 10.00 ..
"Dokter pripun? (Bagaimana? )" Tanya Ikhsan.
"Dingapunten gih Mas, Innalilallahi wainnaillahi roji'un, Bapak ee sampun ninggal doa, sampun mboten wonten (Maaf ya Mas, Innalilallahi wainnaillahi roji'un, Bapak nya sudah ninggal doa, sudah meninggal) "Kata Dokter.
"Innalilallahi wainnaillahi roji'un.. "
Duka menyelimuti hati Iksan dan Ruchan, mereka memang kehilangan Abinya, namun air mata tetap dapat mereka tahan, semakin sedikit air mata keluar, tidak akan memberatkan langak jiwa yang akan pergi.
"Mas gimana keadaan Kyai? " Tanya Arifin.
Ikhsan dan Ruchan menggeleng kepala, dan Arifin mengerti maksud mereka. Arifin mengabari Farhan dan para santri laki laki lain untuk bersiap siap untuk mengkremasi Kyai Mahfud.
Ikhsan akan pergi ke penjara untuk mengabari Umi dan Linda, bagaimana pun juga mereka masih keluarga Pesantren, dan Ruchan akan mengurus semua di Rumah Sakit dan membawa jenazah Abinya.
__ADS_1
"Han? aku akan pulang dulu ya, akan mengatur yang di pesantren, oh ya aku turut berduka ya, beliau seperti ayah ku sendiri, aku sangat kehilangan, Assallamualaikum.. " Kata Arifin.
"Wa'alaikum sallam.. "
Di penjara..
"Umi, kok dada ku sakit yaa? " Kata Linda.
"Iya, perasaan Umi juga gak enak " Kata Umi.
"Ibu Desi dan Linda, ada yang ingin menjemput kalian, setelah semua selesai, kalian akan kembali lagi ke sini.. " Kata Polisi penjaga.
"Suamimu meninggal" Kata Polisi itu.
" Innalilallahi wainnaillahi roji'un "
__ADS_1
Linda dan Umi lemas setelah mendengar kabar duka tersebut, Linda memapah Umi keluar dan bertemu dengan Ikhsan.
"Assallamualaikum Mas, Apa benar yang polisi itu bilang Mas, kalau Kyai....?" Tanya Linda.
Ikhsan mengangguk, dan segera membawa Umi dan Linda pulang, dengan tanpa banyak bicara, Ikhsan menyetir mobil dengan cepat, karena terakhir Ruchan bilang kalau ia dan ambulance yang membawa Abinya sudah hampir tiba.
Di Pesantren kabar duka pun di siarkan oleh Farhan. Sebelum itu Leah dan Sindi juga sudah mengetahui bahwa Kyai Mahfud meninggal dunia, hati Leah sangat sakit, jadi benar dugaan Leah, perasaan yang menyesakkan dada, tangisan Aisyah yang tak biasa, ternyata mempertandakan kalau Kyai Mahfud akan pergi untuk selama lamanya.
"Assallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, Innalilallahi wainnaillahi roji'un 3x, kangge sedoyo mawon warga dusun kalian pondok Pesantren Darussallam, nembe nembe piniko kulo nampi kabar Kyai kito sedoyo, inggih piniko Kyai Mahfud Al Jazeera, dipun pundut kalian Gusti Allah, wekdale jam 10.00 wonten Rumah Sakit, mekaten monggo sami sami kito nganteraken Kyai kito, Kyai Mahfud, wonten daleme terakhir. Wassallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh "
"(Assallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, Innalilallahi wainnaillahi roji'un 3x, buat semua warga dusun dan Pondok Pesantren Darussallam, baru saja saya mendapat kabar bahwa Kyai kita semua, Kyai Mahfud Al Jazeera, sudah di panggil oleh Gusti Allah, waktunya jam 10.00 di Rumah Sakit, Silahkan kita bersama sama mengantar Kyai kita Kyai Mahfud, ke peristirahatan terakhirnya. Wassallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh) "
Semua santri laki laki maupun perempuan sangat sedih atas Meninggalnya Kyai mereka. Mereka juga mulai mengabari orang tua dan kerabat mereka untuk takziyah ke Pesantren.
Farhan dan Arifin tengah sibuk mempersiapkan air, tempat memandikan, dan lain lainnya, Suara sirine ambulance sudah terdengar, para santri mulai bersiap. Leah, Sindi Vina dan Ita juga sudah berada di sana, tanpa anak anak mereka, karena menurut mitos jawa, anak anak tidak boleh mendekati jenazah sebelum jenazah itu di sucikan.
__ADS_1
Leah juga sudah mengabari Sandy dan Intan, Sandy akan datang dua hari lagi, di karenakan ada pekerjaan penting yang harus ia selesaikan, dan Intan akan tiba nanti malam, Ibu dan saudara tiri Leah pun akan datang setelah dzuhur nanti.
Tak lama kepulangan Ruchan dan Jenazah Kyai Mahfud, Iksan juga sudah pulang dengan membawa Umi dan Linda yang sudah menangis, semua santriwati menyambut Umi dan Linda. Sebesar apapun kesalahan Umi, ia masih istri Kyai Mahfud pimpinan para santri semua. Arum mendekati Linda dan menenangkannya, Arum tau bahwa Linda sangat kehilangan, Kyai lah yang telah mberikan kehidupan di dunia ini, saat Umi Desi membuangnya, pasalnya Kyai Mahfud lah yang pertama kali menggendong Linda.