Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Firasat


__ADS_3

Alhamdulillah Ruchan sembuh, walau masih agak oincang sedikit, dan kabar menggembirakan dari Sandy yang katanya Sindi sedang hamil, membuat Leah bahagia, susana Lebaran sangat lah meriah. Walau sepertinya sudah baik baik saja, Leah dan Ruchan tidak tau akan ada hal apa yang akan mereka hadapi di masa depan. Linda sudah bebas di jamin oleh Sekar, niatan jahat di hati mereka belum juga di rencanakan.


"Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar, laaillahaillallah huwallahhu akbar, Allahu akbar walillaa ilham."


Suara takbir berkumandang dimana mana, semua umat muslim menjalanan sholat ied bersama sama, hati Leah sangat sedih, Keluarga tak bersama mereka, tiada lagi Kakaknya yang sering merebut ketupat miliknya, tak terasa air mata Leah menetes.


"Ma? " Sapa Ruchan.


"Iya Bi ,Minal adzin walfaizin ya Bi, maaf kalau selama ini Mama ada salah, sering buat Abi marah, apa lagi waktu soal Sekar, maafin Mama ya " Kata Leah menyeka air matanya.


"Abi juga ya, selalu bikin Mama gak nyaman, atau bahkan kadang Abi sering buat Mama marah, dan terimakasih banget, saat Abi sakit, Mama udah setia dan telaten ngurus Abi, " Kata Ruchan mengecup kening Leah.


"Mama yang banyak salah Bi" Kata Leah.


"Buat Abi, gak ada kesalahan yang Mama lakukan, semua benar dimata Abi, Ais masih tidur? " Tanya Ruchan.


Leah mengangguk pelan, terlihat wajah Leah yang murung, benar dia bahagia merayakan Lebaran bersama Ruchan dan putri kecilnya. Namun siapa sih yang kangen keluarga di moment yang penting ini, hanya ada satu kali dalam setahun.

__ADS_1


"Mama kangen keluarga ya, besok pagi kita berangkat ke Jakarta ya, ke makam orang tua Mama, kalau perlu kita ke Jepang buat ketemu Mas Sandy, mungkin 4 hari lagi " Kata Ruchan.


"Gak usah jauh jauh ke Jepang, kami dah datang " Kata Sandy yang tiba tiba sudah ada di depan pintu.


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam"


"Kak Sandy, Sin, eh Kak Sindi, kalian datang gak ngabarin? " Kata Leah memeluk Sandy.


"Eh apa apaan ini, Aku laki laki beristri tau, main peluk peluk aja, wanita macam apa kamu? " Goda Sandy.


"Minal adzin walfaizin Mas, Mbak " Kata Ruchan.


"Alhamdulillah minal adzin walfaizin juga, gimana kaki kamu Han? " Tanya Sandy


"Alhamdulillah Mas, sudah membaik" Jawab Ruchan.

__ADS_1


Sindi dan Leah pun masuk ke dalam menyiapkan makanan untuk suami mereka, di dapur Leah bertanya banyak hal mengenai Sekar, karena yang ia tau, sindi pernah satu Madrasah juga dengan Sekar.


"Kak, aku boleh nanya gak? " Tanya Leah.


"Tanya aja, mau tanya apa? Ais boboknya lumayan lama ya" Kata Sindi.


"Emm iya " Kata Leah.


"Oh ya katanya mau nanya? nanya apa? " Tanya Sindi.


"Tentang siapa Sekar " Kata Leah.


"Ustad Farhan dah banyak cerita semalam tentang Sekar, udah gak usah di hiraukan ya" Kata Sindi.


"Tapi aku ngrasa ada yang gek beres dengan dia, firasat aku.......... " Belum juga Leah meneruskan unek uneknya, Aisyah nangis terbangun.


"Ais bangun tuh, urus dulu gih, biar ini aku yang urus " Suruh Sindi.

__ADS_1


Leah pun bergegas ke kamar Ais, dan Leah mengurungkan niatnya untuk bertanya lagi tentang Sekar. Namun ada hal yang janggal dengan Sekar, perasaan dan hati Leah mengatakan kalau akan ada hal buruk jika Sekar berniat merebut Ruchan darinya.


Menurut suruhan Leah yang untuk menyelidiki Sekar, Sekar ini memiliki catatan kriminal, pernah berencana membuat orang tua kandungnya celaka, itu yang membuat Leah semakin takut dengan Sekar, namun ia berusaha agar rumah tangganya tetap harmonis.


__ADS_2