
Setelah pulang dari rumah sakit, Leah langsung masuk kamar, karena lelah jalan terus, Intan pun mengantarnya ke kamar, Sandy berpamitan mau melanjutkan kerjaannya.
"Le? Kakak berangkat dulu ya, Intan tolong jagain Leah ya.. " Kata Sandy.
"Siap Kak.. " Jawab Intan.
"Le, ngemil mulu sih, cerita in dong tentang Arifin lagi. " Kata Intan.
"Namanya juga Ibu hamil, gak ah, aku lagi gak mau cerita cerita, aku mau kasih tau dulu hasil USG ini.. " Kata Leah memegang hasil USG.
"Iya iya, aku ke dapur dulu ya, bikin makan, lapar, kamu mau gak..?? " Tanya Intan.
"Boleh lah... " Kata Leah.
Setelah Intan keluar, Leah pun mengirim hasil USG kepada Ruchan.
Leah - Assallamualaikum, Mas lagi apa?
Lama Leah menunggu balasan chat dari Ruchan, membuat Leah bete, Leah menghampiri Intan dengan muka cemberut.
"Kenapa manyun gitu?" Tanya Intan.
"Gak papa" Jawab Leah.
"Huftt dasar bucin.. " Kata Intan.
Saat Leah dan Intan sedang asyik mengobrol, ada seseorang yang memencet bell.
__ADS_1
"Huftt siapa yang pencet bell jam nanggung begini,.. " Kata Leah.
"Kak Sandy mungkin, gih bukain, siapa tau orang penting.. " Kata Intan.
Leah membuka pintu, setelah membuka pintu, Leah terkejut, ia menutup lagi pintunya, dan membuka lagi pintunya.
"Assallamualaikum.. "
Suara yang lembut, halus dan menghanyutkan.
"Wa'alaikum sallam, Mas " Teriak Leah yang langsung memeluk Ruchan.
Intan langsung lari ketika mendengar teriakan Leah.
"Ada apa Le, atagfirullah hal'adzim... kalian gak lihat aku ada di sini. " Kata Intan.
"Ya maaf, aku kan dah lama gak ketemu suami " Kata Leah.
"Oh ya Mas, kenalin ini Intan, sahabat aku di sini, dan yang selama ini udah setia nemenin aku. " Kata Leah memperkenalkan Intan.
"Dan, Intan, ini Ustad ku.. " Kata Leah.
"Assallamualaikum. "
"Wa'alaikum sallam.. "
"Kalau gitu, aku pamit dulu ya, nikmati masa kalian berduaan.. Assallamualaikum.. " Kata Intan pamit.
__ADS_1
"Waalikumsallam, Intan.. " Kata Leah.
Ruchan mengajak Leah masuk, karena Ruchan kecapekan. Kejutan yang indah untuk Leah, dengan kedatangan Ruchan yang tiba tiba, membhat Leah serasa terbang tinggi di angkasa.
Leah dan Ruchan menikmati masa masa berdua, hingga kepulangan Sandy pun tak mereka hiraukan.
"Ehem, ada orang yang masih single di sini, jangan pamwr woy.. " Kata Sandy.
"Eh Kak Sandy, kapan pulang. " Tanya Sandy.
"Baru saja, bahkan kopi aja bisa mendatangi Kakak sendiri nih, emm mantap.. " Goda Sandy.
"Mas, " Sapa Ruchan.
"Udah nikmatin aja sana, malam ini Kakak mau istirahat cepat, hari ini pasien banyak banget.. dah, eh iya, jaga keponakan ku, jangan sembarangan main nya.. "Kata Sandy menggoda Leah.
"Apa sih Kak... " Teriak Leah.
Tangan Ruchan tak berhenti hentinya mengelus perut Leah, Ruchan selalu melantunkan sholawat untuk anaknya, dan selalu anaknya membuat tendangan yang kuat ketika mendengar suara Ruchan.
"Gak sakit Dek, di tendang tendang gini.. ?" Tanya Ruchan.
"Gak sih, cuma gimana gitu rasanya, " Jawab Leah.
Ruchan melantunkan sholawat sambil mengelus perut Leah, Ruchan sangat bahagia, akhirnya bisa bertemu dan melihat Leah yang sedang mengandung.
Tak henti hentinya Ruchan mengucap syukur, atas rezeki yang telah Allah berikan kepadanya, seorang anak akan hadir di tengah tengah mereka. Dan Ruchan akan di sebut "Ayah" .
__ADS_1
Sepanjang malam, Leah tidur dalam pelukan Ruchan, tangan Ruchan berada di perut Leah, sesekali anaknya menendanh nendang, dan membuat tidur Leah tak nyaman, akhirnya Ruchan lagi lagi melantunkan sholawat, dan anaknya bisa tenang. Leah pun tidur dengan nyenyak.